Roboguru

Jelaskan latar belakang Peristiwa Rengasdengklok ...

Pertanyaan

Jelaskan latar belakang Peristiwa Rengasdengklok ...

Pembahasan Soal:

Peristiwa Rengasdengklok merupakan perdebatan antara Golongan Muda dengan Golongan Tua terkait pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Bermula dari kabar yang didengar oleh Sutan Sjahrir pada 14 Agustus 1945 lewat radio beredar informasi bahwa Jepang menyerah kepada sekutu, keesokan harinya para pemuda menggelar rapat yang dipimpin oleh Chaerul Saleh di Pegangsaan Timur, dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak rakyat Indonesia tidak tergantung pada pihak lain, termasuk Jepang. Oleh karena itu, malam hari ditanggal 15 Agustus Golongan Muda yang diwakili oleh Darwis dan Wikana kembali menemui Golongan Tua dalam konteks ini Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia besok hari, yakni 16 Agustus 1945 namun Soekarno dan Hatta menolak, menurut mereka terlebih dahulu harus ada pertimbangan dari PPKI.
Melihat Soekarno dan Hatta yang masih menolak keinginan para pemuda, akhirnya pada dini hari 16 Agustus 1945, Golongan Muda melakukan aksi pengamanan Soekarno dan Hatta dari pengaruh Jepang dengan membawa mereka berdua ke Rengasdengklok dan ditempatkan di salah seorang rumah warga keturunan Tionghoa bernama Jiauw Ki Song.

Dengan demikian, latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok disebabkan terjadinya perdebatan antara Golongan Muda dan Golongan Tua terkait waktu pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

D. Setiadi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 03 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Mengapa terjadi perbedaan antara para pemuda dengan Sukarno-Hatta dan mengapa terjadi peristiwa Rengasdengklok?

Pembahasan Soal:

Hari Rabu tanggal 15 Agustus 1945 sekitar pukul 21.30 WIB, para pemuda yang dipimpin Wikana, dan Darwis datang di rumah Sukarno di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Wikana dan Darwis memaksa Sukarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Para pemuda mendesak agar proklamasi malam ini dapat dilaksanakan paling lambat tanggal 16 Agustus 1945. Para pemuda gagal memaksa Sukarno dan golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Kemudian pada malam itu juga sekitar pukul 24.00 tanggal 15 Agustus, para pemuda mengadakan pertemuan di Jl. Cikini 71 Jakarta. Para pemuda yang hadir, antara lain Sukarni, Wikana, Yusuf Kunto, Chaerul Saleh, dan Shodanco Singgih. Mereka sepakat untuk membawa Sukarno dan Moh. Hatta ke luar kota (Rengasdengklok). Tujuannya, agar kedua tokoh ini jauh dari pengaruh Jepang dan bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.Para pemuda juga sepakat menunjuk Shodanco Singgih untuk memimpin pelaksanaan rencana tersebut. Dengan demikian, terjadinya perbedaan pendapat terkait waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia antara golongan pemuda dan golongan tua menjadi salah satu penyebab terjadinya peristiwa Rengasdengklok.

0

Roboguru

Jelaskan latar belakang Peristiwa Rengasdengklok ...

Pembahasan Soal:

Peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945, merupakan pengasingan Golongan Tua dalam hal ini Soekarno dan Hatta oleh para Golongan Muda yang direpresentasikan oleh Sjahrir, Wikana, Sukarni, Chairul Saleh dan sebagainya dari kesepakatan rapat mereka pada 15 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur, Jakarta. Pengasingan tersebut disebabkan karena terjadinya perdebatan antara Golongan Tua dan Golongan Muda terkait dengan waktu pelaksanaan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Golongan Muda ingin agar Kemerdekaan Indonesia dilakukan sesegera mungkin dan tanpa pengaruh Jepang, sementara Golongan Tua menolak untuk itu dan masih mempertimbangkan putusan dari PPKI. 
Dari perbedaan dua keputusan itu, akhirnya Golongan Muda melakukan inisiatif aksi pengamanan dengan mengasingkan Soekarno dan Hatta dari pengaruh Jepang, dan membawa mereka ke Rengasdenklok, kemudian ditempatkan di rumah seorang warga keturunan Tionghoa, bernama Jiauw Ki Song. 

Dengan begitu, latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah karena adanya perdebatan antara Golongan Tua dan Golongan Muda terkait dengan waktu pelaksanaan pembacaan teks Proklamasi.

0

Roboguru

Jelaskan tentang perbedaan perspektif antara Golongan Tua dan Golongan Muda seputar proklamasi kemerdekaan!

Pembahasan Soal:

Perbedaan perspektif antara Golongan tua dan Golongan Muda seputar proklamasi kemerdekaan terjadi karena para pemuda berpikir, bahwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu, berarti di Indonesia sedang kosong kekuasaan. Proklamasi dipercepat adalah pilihan yang tepat, sekaligus tanpa campur tangan Jepang. Sedangkan Golongan Tua berpendapat bahwa untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tidak perlu tegesasa dan perlu dibicarakan dengan PPKI agar tidak menyimpang dari ketentuan.

Dengan demikian, golongan muda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus diprokamasikan seiring menyerahnya Jepang sementara golongan tua berpendapat bahwa mereka belum yakin dengan kekalahan Jepang.

0

Roboguru

Apa alasan golongan tua menolak pendapat golongan muda yang ingin segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

Pembahasan Soal:

Sebagai tokoh-tokoh yang demokratis, golongan tua tahu akan hak dan kewajiban selaku pemimpin. Golongan tua (Soekarno-Hatta) berpendapat bahwa untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, perlu dibicarakan dengan PPKI agar tidak menyimpang dari ketentuan, serta juga mengkhawatirkan proklamasi kemerdekaan yang terlalu cepat akan menyebabkan adanya pertentangan dengan prajurit Jepang serta Soekarno belum yakin soal berita kekalahan Jepang karena baru saja bertemu dengan Jenderal Besar Terauchi.
 

Dengan demikian, alasan golongan tua menolak pendapat golongan muda yang ingin segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah menghormati hak dan kewajiban selaku pemimpin PPKI, mengkhawatirkan adanya pertentangan dengan prajurit Jepang dan belum yakin dengan kekalahan Jepang.

0

Roboguru

Soekarno menolak keinginan golongan muda yang ingin segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam penolakan tersebut Soekarno berpendapat ...

Pembahasan Soal:

Setelah Jepang menyerah pada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945, terjadi perdebatan hebat antara Golongan Muda yang diwakili oleh Chairul Saleh, Sukarni dan Sutan Sjahrir dengan Golongan Tua yang diwakili oleh Sukarno dan Hatta terkait pelaksanaan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hari berikutnya, Rabu 15 Agustus 1945 golongan muda mendesak Sukarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia paling lambat tanggal 16 Agustus 1945. Berbanding terbalik dengan golongan muda yang ingin secepatnya dibacakan teks proklamasi kemerdekaan, Sukarno dan Hatta justru tidak ingin terburu-buru dan masih menunggu serta mempertimbangkan sidang PPKI terkait kemerdekaan Indonesia, di samping golongan tua tidak juga ingin salah langkah yang mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah. 

Dengan demikian, alasan Sukarno menolak keinginan golongan muda untuk mempercepat waktu proklamasi kemerdekaan adalah menunggu keputusan sidang PPKI terkait kemerdekaan, di samping ketidakinginan terjadinya pertumpahan darah yang tidak perlu.  

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved