Roboguru

Jelaskan kaidah kebahasaan teks di atas: a. Penggunaan majas

Pertanyaan

Perhatikan kutipan berikut!


“Kang, kita apakah kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang miskin, tak ada artinya,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap dihancur diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masih terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Sapi itu mengibas-ibaskan ekornya seolah ikut memprotes kejadian pahit ini. Wajah Lik Paijan memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit, anak semata wayangnya, lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampung yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.undefined 

Jelaskan kaidah kebahasaan teks di atas:
a. Penggunaan majasundefined 

Pembahasan:

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup.

Ada beberapa majas yang digunakan pada kutipan cerpen tersebut:

  1. Asosiasi: Membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti. Kalimat: Wajah Lik Paijan memerah seperti nyaris terbakar.

  2. Personifikasi: Gaya bahasa ini seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia. Kalimat:  Sapi itu mengibas-ibaskan ekornya seolah ikut memprotes kejadian pahit ini dan pergi dari kampung yang membesarkan kita.

  3. Hiperbola: Mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal. Kalimat: Teriakan Lik Paijan masih terdengar menyayat hati dan melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah.

  4. Metafora: Meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan. Kalimat: Dia mendekap Satriya Piningit, anak semata wayangnya, lebih erat.space 

Jawaban terverifikasi

Dijawab oleh:

N. Laillia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 07 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan serupa

Gaya bahasa apakah yang digunakan dalam teks di atas?, tuliskanlah teks yang menunjukkan gaya bahasa tersebut!

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved