Roboguru

Informasi berikut yang tidak tepat terkait kondisi politik wilayah Balkan sebelum Perang Dunia I adalah ....

Pertanyaan

Informasi berikut yang tidak tepat terkait kondisi politik wilayah Balkan sebelum Perang Dunia I adalah .... space space

  1. sebagian besar wilayah dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman space space

  2. Serbia memelopori gerakan pan-nasionalisme Slavia space space

  3. setiap wilayah etnis berjuang untuk merdeka space space

  4. pengaruh kekaisaran Ottoman melemah space space

  5. dihuni oleh beragam etnis space space

Pembahasan Soal:

Sebelum meletusnya Perang Dunia I, wilayah Balkan dikuasai oleh tiga kekaisaran yakni, Rusia, Austria dan Kekaisaran Turki. Turki menguasai sebagian besar Balkan yaitu meliputi Albania, Montenegro, Bulgaria, Macedonia, Serbia dan Rumania. Namun dalam perkembangannya kekuasaan Turki Ottoman semakin melemah. Hal tersebut berdampak pada Austria dan Rusia yang  mulai mengusai berbagai wilayah Balkan. Balkan sendiri terdiri dari berbagai etnis antara lain bangsa Slavia, Latin, Yunani, Albanian, Turki, Rumania. Serbia mempelopori bangsa Slavia dengan membentuk Pannasionalisme Salvia yaitu mendirikan negara untuk bangsa Slavia. Tokoh yang membuat Pannasionalisme Salvia adalah Nicholas Paschich.

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 03 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pada awal abad XX masyarakat Balkan memiliki corak kehidupan multietnik. Kondisi tersebut menyebabkan …

Pembahasan Soal:

Balkan adalah sebuah nama kawasan di Eropa Tenggara. Negara-negara yang termasuk wilayah ini adalah Albania, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro, Yunani, Republik Makedonia, dan Serbia. Masyarakat Balkan pada awal abad ke XX memiliki etnik yang berbeda-beda sehingga disebut sebagai wilayah multietnik. Karena perbedaan keinginan antara etnik satu dengan yang lain, hal ini menimbulkan berbagai gejolak untuk menuntut kemerdekaan dan hak teritorial.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.space 

Roboguru

Tolong jelaskan sejarah perang dunia ke-1 dari awal sampai akhir !

Pembahasan Soal:

Perang Dunia I pada hakikatnya merupakan perang antarnegara yang berada di kawasan Eropa. Kemudian Perang Dunia I meluas ke wilayah sekitarnya. Negara-negara yang berperang yaitu negara-negara yang berada di Blok Sekutu dan Blok Sentral. Pada dasarnya mereka berperang hanya untuk mempertahankan kemashuran, keangkuhan, serta kekuasaan. Terdapat dua penyebab terjadinya PD I, yakni sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum terjadinya PD II di antaranya adalah.

  1. Pertentangan antarnegara, Sebelum meluas Perang Dunia I, di sebagian negara Eropa sedang terjadi perselisihan dan pertentangan, seperti pertentangan antara Jerman dan Prancis, Jerman dan Inggris, Jerman dan Rusia, serta Rusia dan Australia.
  2. Politik mencari kawan (system of alliances), Ketegangan antarnegara yang berada di kawasan Balkan semakin meruncing. Prancis dan Jerman sama-sama mencari kawan, sehingga Eropa terbagi menjadi dua blok. Blok Jerman dengan Triple Alliantie yang didirikan pada 1882 terdiri dari Jerman dan Austria. Blok Prancis dengan Triple Entente yang berdiri pada 1907 terdiri dari Prancis, Rusia, dan Inggris. Bulgarua masuk blok Jerman karena merasa kecewa atas Rusia dalam perang Balkan II pada 1913.
  3. Perlombaan persenjataan, Perlombaan senjata menjelang meletusnya Perang Dunia I telah membawa suasana semakin panas dan tegang. Kedua blok tersebut saling mencurigai, sehingga setiap negara segera mempersenjatai diri.

Sebab khusus terjadinya Perang Dunia I adalah kejadian di daerah Balkan, suatu wilayah yang strategis sebagai daerah penghubung antara Eropa dan Asia. Kejadian di daerah Balkan dimulai dengan perang antara Austria dan Serbia. Serbia bercita-cita ingin mempersatua bangsa-bangsa Slavia Selatan meliputi Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovian, Montenegro, Makedonia, Serbia, dengan dipimpin oleh Serbia. Pada 1878, Kongres Berlin memutuskan bahwa Serbia diberikan kemerdekaan penuh, sedangkan Bosnia dan Herzegovina masih tetap diduduki Austria. Pada 28 Juni 1914, pemerintah Austria mengutus putra mahkota Austria, Franz Ferdinand dengan tujuan untuk menenangkan rakyat Slavia di Sarajevo, Bosnia. Akan tetapi ia ditembak mati oleh pemberontak serbia, bernama Gavrillo Princip. Dari hasil penyelidikan, pembunuhan tersebut direncanakan oleh pihak militer pemerintah Serbia. Penembakan itu akhirnya membuat Austria-Hungaria mengumumkan perang terhadap Serbia pada 28 Juli 1914. Perang Dunia I meletus, Rusia memobilisir tentaranya. Tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia, 3 Agustus 1914 Prancis kepada Jerman, dan 4 Agustus 1914 Inggris kepada Jerman.

Pihak-Pihak yang terlibat dalam Perang Dunia I
Dalam Perang Dunia I, kekuatan antara dua kubu saling berhadapan, yaitu Blok Sentral dan Blok Sekutu. Blok Sentral yang dipimpin Jerman terdiri atas Jerman, Australia, Turki dan Bulgaria. Adapun Blok Sekutu dipimpin oleh Amerika Serikat yang terdiri dari 23 negara, yaitu Prancis, Inggris, Rusia, Italua, Amerika Serikat, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal, Jepang dan negara-negara Eropa Barat lainnya.

Jalannya Perang Dunia I
Perang Dunia 1 kemudian terjadi di dua front, yaitu front barat dan front timur. Di front barat, Jerman menghadapi Prancis, sementara di front timur, Jerman menghadapi Rusia. Pada saat itu Jerman berencana menghancurkan Prancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di front timur. Namun, rencana Jerman ini gagal karena perlawanan sengit dari Prancis di Sungai Marne, sementara Rusia sudah menuju Prusia untuk melawan Jerman.

Inggris yang sudah terlibat dalam pertempuran juga tetap dapat menguasai Selat Inggris. Perang yang semula direncanakan Jerman selesai dengan cepat, pada akhirnya berubah menjadi perang pasif. Kedua belah pihak akhirnya mengambil posisi defensif dalam Perang Parit yang memanjang sejauh 78 km dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss.

Sekalipun perang mulai melambat, kedua belah pihak tetap berusaha memperkuat diri dengan memperluas daerah jajahan mereka di luar Eropa. Perang Dunia 1 pun semakin besar dengan terlibatnya negara-negara lain di dunia. Prancis dan Inggris kemudian menyerang jajahan Jerman di Kamerun, Togoland, dan Afrika Timur. Di sisi lain, Jepang yang juga menjadi negara yang terlibat dalam Perang Dunia 1 dan bergabung pada Blok Sekutu, mengambil alih jajahan Jerman di Mariana, Karolina, dan Kepulauan Marshall yang berada di Asia Pasifik.

Sementara Jerman yang tidak mau tinggal diam diserang sedemikian rupa, akhirnya melancarkan perang kapal selam tak terbatas secara besar-besaran pada tanggal 31 Januari 1971 untuk mematahkan blokade tentara Inggris. Dalam serangan besar-besaran ini, Jerman turut menenggelamkan lima kapal perang dan penumpang Amerika Serikat pada bulan Maret 1917, termasuk Kapal Lusiana yang ditenggelamkan Jerman pada tanggal 7 Mei 1915. Serangan Jerman pada kapal perang dan penumpang Amerika Serikat ini, membuat Amerika Serikat yang semula bersikap netral akhirnya menyatakan perang pada Jerman pada tanggal 10 April 1917. Jadi, Amerika Serikat secara tidak langsung juga menjadi negara yang terlibat Perang Dunia 1 saat itu.

Di sisi lain, di negara Rusia juga terjadi gerakan Revolusi Buruh, gerakan yang menginginkan perdamaian karena sudah muak dengan perang ini. Revolusi Buruh di Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin dari kaum Bolshevik. Revolusi ini berakhir dengan digulingkannya Kaisar Nicholas II, hingga akhirnya membuat Rusia menarik diri dari Perang Dunia 1. Kejadian ini tentu sangat menguntungkan Blok Sentral. Namun tetap saja, setelah pasukan Amerika Serikat turun tangan membantu Blok Sekutu, pasukan Blok Sentral pun mulai terpukul mundur, hingga akhirnya pada 29 September 1918, Bulgaria menyerah. Kesultanan Ottoman pun menyusul menyerah pada bulan 30 Oktober 1918. Setelah itu, pasukan Austria-Hongaria juga menandatangani perjanjian gencatan senjata pada tanggal 4 November 1918.

Negara Jerman yang akhirnya bertahan mati-matian dari gempuran Blok Sekutu pun mulai mengalami banyak kesulitan. Pasukannya mulai kelaparan dan banyak terjadi pemberontakan di kalangan masyarakat, salah satunya terjadinya Revolusi Jerman. Seruan Revolusi Jerman yang dilakukan oleh anggota komunis di Munchen akhirnya menggulingkan kekaisaran Wilhelm II dan mengubah Jerman menjadi negara republik.

Jerman akhirnya menyerah pada tanggal 11 November 1918 dengan menandatangani perjanjian gencatan senjata. Momen perjanjian gencatan senjata ini sering dinilai sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia 1. Namun, Perang Dunia 1 dapat dikatakan secara resmi berakhir pada 28 Juni 1919, setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles bersama pihak Sekutu, yang dipimpin oleh Inggris, Prancis, dan Rusia.

Perjanjian Perdamaian
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang maupun yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian damai seperti.

  • Perjanjian Versailles (Sekutu-Jerman: 28 Juni 1919)
  • Perjanjian ST. Germain (Sekutu-Austria: 10 September 1919)
  • Perjanjian Neuilly (Sekutu-Bulgaria: 27 November 1919)
  • Perjanjian Trianon (Sekutu-Hongaria: 4 Juni 1920)
  • Perjanjian Sevres (Sekutu-Turki: 20 Agustus 1920)
  • Perjanjian Lausanne (Sekutu-Turki: 24 Juli 1923)

Akibat Perang Dunia I
Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I, baik yang kalah maupun yang menang sama-sama menanggung resiko. Lebih dari 10 juta orang meninggal dan sekitar 20 juta orang terluka sebagai korban kedahsyatan Perang Dunia I. Selain itu, Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam berbagai bidang, di antaranya.

  1. Bidang politik, Perang Dunia I berdampak terhadap Jerman, Austria, dan Turki yang berubah bentuk negaranya menjadi republik dan wilayahnya menjadi sempit. Selain itu juga muncul negara-negara baru, seperti Polandia, Cekoslovakia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab Saudi, dan Syria (Suriah). Selain itu, muncul pula paham-paham baru seperti fasisme di Italia, nazisme di Jerman, nasionalisme di Turki, militerisme di Jepang dan komunisme di Rusia.
  2. Bidang sosial, Perang Dunia I membutuhkan perlengkapan sehingga mendorong produktivitas industru yang semakin besar. Dengan demikian buruh semakin dibutuhkan, sehingga kedudukan buruh dan wanita semakin penting. Undang-undang sosial pun dikeluarkan di beberapa negara. Perang yang berkepanjangan juga menimbulkan rasa marah, bisan, dan ngeri, sehingga memunculkan keinginan perdamaian, sehingga muncullah keinginan perdamaian. Maka dibentuklah Liga Bangsa-Bangsa pada 1919.
  3. Bidang ekonomi, Selama Perang Dunia I berkecamuk, perekonomian tidak mendapat perhatian yang layak. Akibatnya, krisis ekonomi yang dasyat melanda dunia. Hal ini dikenal dengan sebutan “malaise” 1929.

Dengan demikian Perang Dunia I merupakan perang antarnegara yang berada di kawasan Eropa antara Blok Sekutu dengan Blok Sentral. Perang tersebut terjadi sejak 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 yang ditandai dengan menyerahnya Jerman kepada Sekutu. Perang Dunia I juga diakhiri dengan disepakatinya perjanjian-perjanjian damai. Akibat Perang Dunia I, lebih dari 10 juta orang meninggal dan sekitar 20 juta orang terluka sebagai korban kedahsyatan Perang Dunia I. Selain itu, Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi.

Roboguru

Dimanakah pertama kali perang dunia 1 terjadi ...

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 28 Juli 1914 Perang dunia 1 dibuka dengan invasi ke Serbia oleh Austria-Hongaria. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah E.

Roboguru

Apa dampak ekonomi Italia terhadap Perang Dunia I...

Pembahasan Soal:

Perang Dunia I yang berlangsung selama 5 tahun (1914-1918) berakhir dengan kemenangan pihak aliansi Sekutu. Berakhirnya Perang Dunia I tidak hanya berdampak pada negara anggota Perang Dunia I, namun juga bagi masyarakat dunia. Dampak Perang Dunia I sangat berpengaruh terhadap perubahan kekuasaan wilayah dan perkembangan ideologi negara-negara Eropa. Berikut merupakan dampak yang ditimbulkan mencakup seluruh aspek kehidupan, seperti :

  • Aspek politik
  1. Jerman, Austria dan Turki menjadi negara republik dan kekuasaan wilayahnya semakin menyempit,
  2. munculnya negara-negara baru seperti Polandia, Cekoslovakia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab Saudi dan Suriah,
  3. dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa (1919) untuk mewujudkan perdamaian antar bangsa dan negara.
  • Aspek ideologi
  1. Munculnya ideologi baru seperti Fasisme di Italia, Komunisme di Rusia, Militerisme di Jepang, dan Nazisme di Jerman.
  • Aspek sosial
  1. kedudukan buruh dan wanita semakin penting demi mendorong produktivitas industri,
  2. timbulnya korban meninggal sekitar 50 juta jiwa,
  3. munculnya gerakan emansipasi wanita di Eropa dan Amerika Serikat.
  • Aspek ekonomi
  1. kemiskinan akibat rusaknya perindustrian dan sumber daya manusia yang meninggal karena perang,
  2. terjadi krisis ekonomi Malaise pada 1929 yang melanda dunia,
  3. hutang yang meunumpuk akibat biaya perang

Dengan demikian, mengingat Italia juga sebagai peserta Perang Dunia I maka dampak dalam bidang ekonomi di Italia pasca PD I yaitu terjadinya kemiskinan, hutang akibat perang hinga krisis ekonomi di Eropa.

Roboguru

Perang Dunia I diawali dengan serangan Austria-Hungaria terhadap Serbia. Serangan tersebut dilakukan karena Austria-Hungaria menganggap bahwa Serbia ....

Pembahasan Soal:

Wilayah Balkan ini merupakan wilayah yang potensial secara ekonomi sehingga diperbutkan oleh berbagai negara.  Sebagian besar wilayah Balkan saat itu dikuasai oleh tiga kekaisaran besar yaitu Rusia, Austria, dan Ottoman. Sejak abad XIV sampai menjelang akhir abad XX, sebagian besar wilayah Balkan dikuasai Ottoman. Seiring semakin melemahnya Ottoman, Austria mulai memainkan pengaruh, dengan menganeksasi Bosnia-Herzegovina. Pada dasarnya  wilayah-wilayah Balkan ini ingin membebaskan diri dari pengaruh ketiga kekaisaran itu dan yang paling militan memperjuangkan hal tersebut adalah Serbia, bahkan Serbia terang-terangan menyatakan kebijakan anti-Austria dan mempromosikan pan-Slavisme. Pada 28 Juni 1914, Pangeran Franz Ferdinand (1863-1914) dari Austria-Hungaria dan istrinya Sophie sedang berkunjung ke Sarajevo ibukota Bosnia-Harzegovina yang telah dianeksasi dan menjadi provinsi Autria. Tujuan kedatangannya saat itu adalah untuk meresmikan rumah sakit baru, akan tetapi sebelum tiba di rumah sakit terjadi penembakan terhadap Franz Ferdinand yang dilakukan oleh Gavrilo Princip yang merupakan diyakini sebagai anggota Young Bosnia yang menentang aneksasi Austria terhadap Bosnia- Harzegovina dan berkomitmen memerdekan diri bangsa Slavia dari Austria-Hungaria, sehingga penyebab penyerangan Austria-Hungaria terhadap Serbia karena serangan tersebut karena Austria-Hungaria mengganggap Serbia mengganggu keamanan dan kepentingan Austria-Hungaria di Balkan.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved