Roboguru

Indische Partij (IP) dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda karena faktor berikut, kecuali ....

Pertanyaan

Indische Partij (IP) dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda karena faktor berikut, kecuali .... space space

  1. IP menolak untuk merayakan 100 tahun pembebasan Belanda dari Inggris space space

  2. IP dalam melakukan perjuangan menggunakan cara radikal space space

  3. Salah seorang pendiri IP, Suwardi Suryaningrat mengkritik pemerintah dengan tulisan Als Ik Een Naderlander Was (Andaikata saya orang Belanda)  space space

  4. IP dianggap menghasut rakyat untuk melawan pemerintah kolonial Belanda space space

  5. IP menolak untuk merayakan kemerdekaan Belanda dari Prancis space space

Pembahasan Soal:

Indische Partij merupakan organisasi pergerakan nasional yang bersifat non kooperatif serta bergerak secara radikal. Tujuan dari Indische Partij adalah untuk mempersatukan semua indiers sebagai persiapan menuju kehidupan bangsa yang merdeka. Puncak kritik anggota Indische Partij dilakukan oleh Suwardi Suryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara dengan menulis sebuah artikel berjudul "Als ik en Nederlanders War" atau Seandainya Aku Seorang Belanda. Artikel tersebut berisi sindiran terhadap pemerintah Hindia Belanda yang mengajak bangsa Indonesia untuk ikut memperingati 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Prancis. Hingga pada akhirnya, tepatnya pada Agustus 1913, pemerintah Belanda menangkap para pemimpin Indische Partij.

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 03 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Permohonan IP untuk menjadi badan hukum tanggal 13 Maret 1913 ditolak. IP yang dengan tegas menyatakan diri sebagai partai politik dan mencita-citakan Indonesia merdeka dinyatakan sebagai partai terla...

Pembahasan Soal:

Organisasi pergerakan Indische Partij (IP) merupakan organisasi pertama di Indonesia yang menyatakan diri secara terang – terangan sebagai partai politik. Hal itu dibuktikan dengan usaha dari organisasi ini untuk didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintah kolonial Hindia - Belanda namun mendapat penolakan pada tanggal 11 Maret 1913. Pendaftaran Indische Partij (IP) ditolak oleh pemerintah kolonial Hindia – Belanda karena dianggap membangkitkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia sehingga mengancam pemerintahan kolonial Hindia – Belanda. Akibat penolakan tersebut Indische Partij menggunakan sutar kabar De Expres dan Het Tijdschrifc sebagai media propoganda menyebarkan cita – cita organisasinya.

Dengan demikian akibat penolakan tersebut Indische Partij menggunakan surat kabar De Expres dan Het Tijdschrifc sebagai media propoganda menyebarkan cita – cita organisasinya.

 

0

Roboguru

Mengapa organisasi Indische Partij merupakan pergerakan nasional yang cukup meresahkan pemerintah Belanda?

Pembahasan Soal:

Indische Partij merupakan organisasi pergerakan nasional yang dibentuk pada 25 Desember 1912 oleh tiga serangkai, yakni E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara). Tujuan pendirian Indische Partij adalah untuk mempersatukan semua Indiers sebagai persiapan menuju kehidupan bangsa yang merdeka. Cita-cita Indische Partij tersebut selanjutnya disebarluaskan melalui media surat kabar De Express. Pengurus Indische Partiij dalam perkembangannya banyak melakukan kritikan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah kolonial dengan menulis artikel di sejumlah surat kabar atau majalah. Salah satu kritikan terhadap kebijakan pemerintah kolonial dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara dengan menulis artikel berjudul "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya aku seorang Belanda). Artikel tersebut berisi sindiran terhadap pemerintah Hindia Belanda yang mengajak bangsa Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan Belanda yang ke-100. Karena kegiatan-kegiatan dan tulisan Indische Partij dianggap merugikan pemerintah, pada bulan Agustus 1913, pemerintah Belanda menangkap ketiga pemimpin Indische Partij. 

Dengan demikian, Indische Partij merupakan organisasi pergerakan nasional yang cukup meresahkan bagi pemerintah kolonial karena aktivitas serta tulisan-tulisannya yang berupa kritik terhadap pemerintah Hindia Belanda.

0

Roboguru

Pemerintah kolonial Belanda berusaha menghambat gerak partai dan organisasi kebangsaan, terutama terhadap organisasi yang bersifat nonkooperatif dengan cara....

Pembahasan Soal:

Pemerintah kolonial Belanda berusaha menghambat gerak partai dan organisasi kebangsaan, terutama terhadap organisasi yang bersifat nonkooperatif dengan cara melakukan penangkapan dan pembuangan bagi para pemimpin organisasi. Contohnya, gerakan Indische Partij dianggap membahayakan pemerintah kolonial, maka ketiga tokoh pimpinannya yang sering disebut dengan "tiga serangkai" ditangkap dan dihukum buang ke negeri Belanda.

4

Roboguru

Perhatikan peta berikut! Salah satu tokoh Indische Partij yaitu Suwardi Suryaningrat diasingkan ke lokasi yang ditunjukkan oleh angka....

Pembahasan Soal:

Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri). Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Soewardi kala itu baru berusia 24 tahun.

0

Roboguru

Pada 1914 muncul tulisan berjudul Als lk eens Nederlander Was sebagai bentuk kritik atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang memaksa kaum bumiputera ikut merayakan peringatan 100 tahun kemerdekaa...

Pembahasan Soal:

Tulisan berjudul Ais Ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang BeIanda) di tulis oleh Ki Hajar Dewantara. Tulisan ini dibuat setelah pemerintah Hindia Belanda menolak pengajuan status badan hukum organisasi Indische Partij, karena organisasi ini beraliran politik yang dapat mengganggu keamanan umum, membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Indische Partij sendiri didirikan oleh Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirdja Setiabudi), Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Dengan demikian penulis kritik tersebut merupakan pendiri organisasi Indische Partij.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved