Iklan

Pertanyaan

Hasil perlawanan Banjar adalah...

Hasil perlawanan Banjar adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

36

:

45

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Sekitar tahun 1857, Kesultanan Banjar mengalami konflik internal terkait ahli waris takhta setelah meninggalnya Sultan Adam (memerintah 1825-1857). Belanda menunjuk Pangeran Tamjidillah (memerintah 1857-1859), cucu Sultan Adam, untukmenjadi sultan. Putra dari Sultan Adam sendiri sekaligus ayah dari Tamjidillah, yaitu Abdul Rakhman, telah wafat pada tahun 1852. Tetapi keputusan ini memiliki persoalan, yaitu Tamjidillah adalah anak hasil dari perkawinan Abdul Rakhman dengan seorang biasa. Adapun dari istrinya yang lain yang keturunan bangsawan, ia juga memiliki anak, yakni Pangeran Hidayatullah. Sultan Adam sendiri sebelum mangkat meninginkan Pangeran Hidayatullah sebagai penggantinya. Menurut kalangan istana dan rakyatBanjar, Pangeran Hidayatullah lebih layak menduduki takhta daripada Tamjidillah yang gemar minum-minuman kerassehingga tidak disukai golongan agama. Pangeran Hidayatullah kemudian diangkat sebagai Mangkubumi pada 1856. Penunjukkan oleh Belanda membuat murka kalangan istana dan rakyat. Tindakan Belanda semakin meresahkan ketika Pangeran Prabu Anom salah satu Putra Sultan Adamditangkap dan kekuasaan Kesultanan Banjar di ambil alih oleh pemerintah kolonial. Tamjidillah lebih disukai Belanda karena menjanjikan konsepsi yang lebih besar. Atas dasar ini, maka meletuslah Perang Banjar. Pada bulan April, pecah sebuah pemberontakan besar di Banjarmasin, yangdipimpin oleh Pangeran Antasari, sepupu Pangeran Hidayatullah. Pada tanggal25 April 1859, Antasari dan rakyat Banjar menyerang perusahaan tambang batu bara Belanda di Pengaron, pos-pos misinioris, serta membunuh orang-orang Eropa yang mereka jumpai disana. Pangeran Antasari juga menyerang pos-pos Belanda di Martapura Hulu Sungai, Riam Kanan, sepanjang Sungai Barito sampai ke puncak Puruk Cahu. Perang ini menelan biaya dan korban jiwa yang besar di pihak Belanda, terutama karena dukungan yang gigih dari para pemimpin Islam pedesaan. Dalam rangka meredam ketegangan dan militansi rakyat Banjar. Belanda memaksa Tamjidillah turun takhta pada tahun 1859, dan mengasingkannya ke Bogor Jawa Barat. Selanjutnya pada tahun 1860, Belanda menyatakan Kesultanan Banjarmasin dihapuskan dan mengumumkan kekuasaan kolonial yang bersifat langsung. Pada saat yang sama, Belanda mengultimatum Pangeran Hidayatullah agar menyerah tetapi ultimatum ini ditolak. Belanda akhirnya berhasil menangkap Pangeran Hidayatullah dan mengasingkannya ke Cianjur. Sepeninggal Hidayatullah, Antasari menjadi pusat kesetiaan kerajaan bagi orang-orang yang anti-Belanda hingga wafatnya akibat cacar pada tahun 1862. Pertempuran-pertempuran besar terus berlangsung sampai tahun 1865. Perlawanan diteruskan antara lain oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natulaya, Tumanggung, Surapati, dan Tumanggung Naro. Akhirnya pada tahun 1905 gugurnya Gusti Matsaid mengakhiri perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda. Berdasarkan penjelasan di atas maka hasil perlawanan Banjar adalahBelanda menyatakan Kesultanan Banjarmasin dihapuskan dan mengumumkan kekuasaan kolonial yang bersifat langsung, diasingkannya Pangeran Hidayatullah ke Cianjur dan meninggalnya Pangeran Antasari karena cacar. Tetapi pasca itu semua, pertempuran-pertempuran besar terus berlangsung sampai tahun 1865. Perlawanan diteruskan antara lain oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natulaya, Tumanggung, Surapati, dan Tumanggung Naro. Perlawanan terus berlangsung hinggagugurnya Gusti Matsaid.

Sekitar tahun 1857, Kesultanan Banjar mengalami konflik internal terkait ahli waris takhta setelah meninggalnya Sultan Adam (memerintah 1825-1857). Belanda menunjuk Pangeran Tamjidillah (memerintah 1857-1859), cucu Sultan Adam, untuk menjadi sultan. Putra dari Sultan Adam sendiri sekaligus ayah dari Tamjidillah, yaitu Abdul Rakhman, telah wafat pada tahun 1852. Tetapi keputusan ini memiliki persoalan, yaitu Tamjidillah adalah anak hasil dari perkawinan Abdul Rakhman dengan seorang biasa. Adapun dari istrinya yang lain yang keturunan bangsawan, ia juga memiliki anak, yakni Pangeran Hidayatullah. Sultan Adam sendiri sebelum mangkat meninginkan Pangeran Hidayatullah sebagai penggantinya. Menurut kalangan istana dan rakyat Banjar, Pangeran Hidayatullah lebih layak menduduki takhta daripada Tamjidillah yang gemar minum-minuman keras sehingga tidak disukai golongan agama. Pangeran Hidayatullah kemudian diangkat sebagai Mangkubumi pada 1856.

Penunjukkan oleh Belanda membuat murka kalangan istana dan rakyat. Tindakan Belanda semakin meresahkan ketika Pangeran Prabu Anom salah satu Putra Sultan Adam ditangkap dan kekuasaan Kesultanan Banjar di ambil alih oleh pemerintah kolonial. Tamjidillah lebih disukai Belanda karena menjanjikan konsepsi yang lebih besar. Atas dasar ini, maka meletuslah Perang Banjar. Pada bulan April, pecah sebuah pemberontakan besar di Banjarmasin, yangdipimpin oleh Pangeran Antasari, sepupu Pangeran Hidayatullah. Pada tanggal 25 April 1859, Antasari dan rakyat Banjar menyerang perusahaan tambang batu bara Belanda di Pengaron, pos-pos misinioris, serta membunuh orang-orang Eropa yang mereka jumpai disana. Pangeran Antasari juga menyerang pos-pos Belanda di Martapura Hulu Sungai, Riam Kanan, sepanjang Sungai Barito sampai ke puncak Puruk Cahu. Perang ini menelan biaya dan korban jiwa yang besar di pihak Belanda, terutama karena dukungan yang gigih dari para pemimpin Islam pedesaan. Dalam rangka meredam ketegangan dan militansi rakyat Banjar. Belanda memaksa Tamjidillah turun takhta pada tahun 1859, dan mengasingkannya ke Bogor Jawa Barat. Selanjutnya pada tahun 1860, Belanda menyatakan Kesultanan Banjarmasin dihapuskan dan mengumumkan kekuasaan kolonial yang bersifat langsung. 

Pada saat yang sama, Belanda mengultimatum Pangeran Hidayatullah agar menyerah tetapi ultimatum ini ditolak. Belanda akhirnya berhasil menangkap Pangeran Hidayatullah dan mengasingkannya ke Cianjur. Sepeninggal Hidayatullah, Antasari menjadi pusat kesetiaan kerajaan bagi orang-orang yang anti-Belanda hingga wafatnya akibat cacar pada tahun 1862. Pertempuran-pertempuran besar terus berlangsung sampai tahun 1865. Perlawanan diteruskan antara lain oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natulaya, Tumanggung, Surapati, dan Tumanggung Naro. Akhirnya pada tahun 1905 gugurnya Gusti Matsaid mengakhiri perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda.

Berdasarkan penjelasan di atas maka hasil perlawanan Banjar adalah Belanda menyatakan Kesultanan Banjarmasin dihapuskan dan mengumumkan kekuasaan kolonial yang bersifat langsung, diasingkannya Pangeran Hidayatullah ke Cianjur dan meninggalnya Pangeran Antasari karena cacar. Tetapi pasca itu semua, pertempuran-pertempuran besar terus berlangsung sampai tahun 1865. Perlawanan diteruskan antara lain oleh Gusti Matsaid, Pangeran Mas Natulaya, Tumanggung, Surapati, dan Tumanggung Naro. Perlawanan terus berlangsung hingga gugurnya Gusti Matsaid.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Kevin

GG gaming bg

Iklan

Pertanyaan serupa

Sebutkan 6 perbdedaan/ciri-ciri pola perjuangan sebelum dan sesudah tahun 1908?

3

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia