Iklan

Pertanyaan

Gubernur bangsa belanda pada masa Hindia Belanda yang mengambil kebijakan yang dikenal dengan tanam paksa ( c ultuur Stelsel ) adalah...

Gubernur bangsa belanda pada masa Hindia Belanda yang mengambil kebijakan yang dikenal dengan tanam paksa (cultuur Stelsel) adalah...

  1. Van der Capellen

  2. Edward Douwes Dekker

  3. Baron van Houvel

  4. Thomas Stamford Raffles

  5. Van den Bosch

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

12

:

58

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah E.

jawaban yang tepat adalah E.

Pembahasan

Sistem Tanam Paksa ( Cultuurstelsel) , merupakan peraturan yang dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20% tanahnya untuk ditanami komoditi yang laku dipasar ekspor, khususnya tebu, tarum (nila) dan kopi. Hasil tanaman ini nantinya harus dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan. Bagi penduduk desa yang tidak punya tanah, maka harus bekerja selama 75 hari setiap tahun (20% dari 365 hari) pada perkebunan milik pemerintah Belanda. Hal tersebut menjadi semacam pengganti pajak bagi rakyat. Namun pada kenyataannya, peraturan Sistem Tanam Paksa bisa dikatakan tidak sesuai karena pada praktiknya seluruh wilayah pertanian wajib ditanami tanaman yang laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan kolonial. Tanah yang digunakan untuk praktik Tanam Paksa pun masih dikenakan pajak dimana seharusnya bebas pajak. Sedangkan warga pribumi yang tidak mempunyai lahan pertanian harus bekerja selama setahun penuh (seharusnya hanya 75 hari) di lahan pertanian Belanda. Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), merupakan peraturan yang dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20% tanahnya untuk ditanami komoditi yang laku dipasar ekspor, khususnya tebu, tarum (nila) dan kopi. Hasil tanaman ini nantinya harus dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga yang telah ditetapkan. Bagi penduduk desa yang tidak punya tanah, maka harus bekerja selama 75 hari setiap tahun (20% dari 365 hari) pada perkebunan milik pemerintah Belanda. Hal tersebut menjadi semacam pengganti pajak bagi rakyat. Namun pada kenyataannya, peraturan Sistem Tanam Paksa bisa dikatakan tidak sesuai karena pada praktiknya seluruh wilayah pertanian wajib ditanami tanaman yang laku ekspor dan hasilnya diserahkan kepada pemerintahan kolonial. Tanah yang digunakan untuk praktik Tanam Paksa pun masih dikenakan pajak dimana seharusnya bebas pajak. Sedangkan warga pribumi yang tidak mempunyai lahan pertanian harus bekerja selama setahun penuh (seharusnya hanya 75 hari) di lahan pertanian Belanda.

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

9

Salwa Athameivilla Cahyani

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Gubernur Hindia Belanda yang menciptakan Tanam Paksa (tahun 1830) adalah….

2

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia