Iklan

Pertanyaan

Gejolak unjuk rasa yang terus memanas pada 1966 menyebabkan Presiden Soekarno mengambil tindakan untuk mengatasi kekacauan. Oleh karena itu, Presiden Soekarno menyerahkan mandat Supersemar kepada Letjen Soeharto. Supersemar tersebut menandai lahirnya Orde Baru karena...

Gejolak unjuk rasa yang terus memanas pada 1966 menyebabkan Presiden Soekarno mengambil tindakan untuk mengatasi kekacauan. Oleh karena itu, Presiden Soekarno menyerahkan mandat Supersemar kepada Letjen Soeharto. Supersemar tersebut menandai lahirnya Orde Baru karena...undefined 

  1. Supersemar memperkuat kewenangan Letjen Soehartoundefined 

  2. Letjen Soeharto diakui kepemimpinannya dalam Supersemarundefined 

  3. PKI berhasil dibubarkan oleh Letjen Soeharto melalui Supersemarundefined 

  4. Presiden Soekarno menyerahkan jabatan kepada Letjen Soehartoundefined 

  5. Letjen Soeharto berhasil melaksanakan tugas yang tertera dalam Supersemarundefined 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

14

:

23

:

29

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Penunjukan Letjen Soeharto sebagai pemegang mandat Supersemar mendorong dirinyamenertibkan situasi politik di Indonesia. Letjen Soeharto menata pemerintahan dengan ditugaskannyasebagai pelaksana pemerintahan dalam Kabinet Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Keadaan tersebut menyebabkan Letjen Soeharto memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pemeriritahan. Keluasan wewenang Letjen Soeharto juga didukung dengan pemberlakuan Supersemar sebagai ketetapan(Tap) MPRS sehingga secara hukum Letjen Soeharto memiliki kedudukan setara dengan Presiden Soekarno, yaitu mandataris MPRS. Pada saat bersamaan Presiden Soekarno masih berkedudukan sebagai kepala pemerintahan. Kondisi tersebut memunculkan paradigma dualisme· kepemimpinan dalam negara. Meskipun demikian, kedudukan Presiden Soekarno dalam pemerintahan semakin lemah. Hal ini ditandai dengan ditolaknya pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Nawaksara) oleh MPRS atas serangkaian kekacauan peristiwa yang terjadi. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.

Penunjukan Letjen Soeharto sebagai pemegang mandat Supersemar mendorong dirinya menertibkan situasi politik di Indonesia. Letjen Soeharto menata pemerintahan dengan ditugaskannya sebagai pelaksana pemerintahan dalam Kabinet Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Keadaan tersebut menyebabkan Letjen Soeharto memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pemeriritahan. Keluasan wewenang Letjen Soeharto juga didukung dengan pemberlakuan Supersemar sebagai ketetapan (Tap) MPRS sehingga secara hukum Letjen Soeharto memiliki kedudukan setara dengan Presiden Soekarno, yaitu mandataris MPRS. Pada saat bersamaan Presiden Soekarno masih berkedudukan sebagai kepala pemerintahan. Kondisi tersebut memunculkan paradigma dualisme· kepemimpinan dalam negara. Meskipun demikian, kedudukan Presiden Soekarno dalam pemerintahan semakin lemah. Hal ini ditandai dengan ditolaknya pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Nawaksara) oleh MPRS atas serangkaian kekacauan peristiwa yang terjadi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A. 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Nur Sakinah

Tidak sangat membantu ini niat bantu nga sih kok terverifikasi semua Pembahasan tidak menjawab soal

Iklan

Pertanyaan serupa

Berlangsungnya masa Orde Baru ditandai dengan peristiwa...

4

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia