Iklan

Pertanyaan

Perhatikan cerpen di bawah ini.


...

    “Bu, hari ini dagangan Ayah cuma sedikit yang laku. Cuma segini yang dapat Ayah bagikan pada Bunda." Sembari membagikan duit kepada istrinya buat kebutuhan rumah tangga."

    "Iya, Yah. Tidak apa-apa, yang penting Ayah telah berupaya, masalah hasil rezeki serahkan semuanya kepada Tuhan."

    Keesokan harinya, Pak Reno mulai berangkat bekerja dengan seperti biasa membawa barang dagangannya ke pasar. Di dalam perjalanan dia berjumpa dengan nenek tua yang kebimbangan di jalan.

    “Ada yang bisa saya bantu, Nek?” Tanya pak Reno mendatangi nenek tua tersebut.

    "Nak, bolehkah aku meminta duit? Aku mau pulang ke rumah tetapi tidak ada ongkos." Pinta nenek lirih kepada Pak Reno.

   "Uangku pula mepet, dagangan dari kemarin gak laku, buat makan saja kadangkala masih kurang, ah, tetapi tidak apa-apa. Kata pak ustaz, sedekah dapat melancarkan rezeki, bismillah saja." Gumamnya dalam hati. "Baiklah, Nek, ini ada sedikit duit segini buat naik bus nenek hingga tujuan, ya. Supaya aku antar hingga halte." Ucapnya sembari mengantar nenek tersebut mengarah halte.

    "Terima kasih, Nak, mudah-mudahan rezekimu senantiasa dipermudah."

    "Aamiinn, Nek".

    Sehabis mengantar nenek tersebut, Pak Reno kembali ke pasar buat menjual dagangannya. Sesampainya di pasar, terdapat seseorang pembeli yang memborong dagangannya hingga habis. “ Alhamdulillah rejeki memanglah tidak ke mana. Memanglah sedekah dapat melancarkan rejeki." Gumam Pak Reno bersyukur.

Demikianlah ringkasan cerita pendek terbaik yang dapat diambil pelajarannya, bahwasanya bersedekah dapat membuka pintu rejeki. 

Gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah ...

Gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah ... 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

20

:

55

:

13

Klaim

Iklan

E. Iga

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma

Jawaban terverifikasi

Jawaban

gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah majas penegasan, salah satunya majas antiklimaks.

gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah majas penegasan, salah satunya majas antiklimaks.space 

Pembahasan

Gaya bahasa adalah cara yang digunakan oleh pengarang dalam mengungkapkan idenya melalui bahasa yang bergaya khas di dalam suatu karya, salah satunya dengan menggunakan majas. Majas terbagi dalam empat kategori, yakni majas perbandingan, majas penegasan, majas pertentangan, dan majas sindiran. Majas perbandingan ialah majas yang digunakan untuk membandingkan suatu obyek dengan obyek lainnya melalui proses, pelebihan dan penyamaan. Majas Penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. Majas pertentangan adalah penggunaan gaya bahasa atau kata berkias yang menyatakan pertentangan darimaksud sebenarnya olehpenulis. Majas sindiran berguna untuk menyatakan suatu hal dengan memanfaatkan frasa atau kata-kata umum tapi bersifat menyindir dan bertujuan memperkuat arti dalam kalimat tersebut. Teks cerpen di atas berisi tentang seorang ayah (Pak Reno) yang pekerjaannya berdagang. Suatu hari, Pak Reno berjumpa dengan seorang nenekyang kehabisan uang dalam perjalanan. Nenek itu meminta tolong kepada Pak Reno untuk memberinya uang dan Pak Reno dengan ikhlas memberi nenek itu uang supaya nenek itu bisa pulang ke rumahnya. Pak Reno yang hidupnya juga pas-pasan percaya bahwa rezeki ada di tangan Tuhan. Ketika Pak Reno kembali ke pasar untuk berdagang, seorang pembeli memborong dagangannya hingga habis. Di saat itulah Pak Reno semakin yakin bersedekah memang dapat melancarkan rezeki. Diketahui, majas sindiran tidak terdapat dalam cerpen tersebut. Cerpen tersebutmenggunakan majas penegasan, salah satunya adalah majas antiklimaks. Ciri khas majas ini adalah menggunakan kata-kata berhierarki yang semakin lama semakin turun. Contoh dari majas antiklimaks ada di kalimat berikut. " Uangku pula mepet, dagangan dari kemarin gak laku, buat makan saja kadangkala masih kurang. " Dijelaskan di situ, uang Pak Reno mepet, dagangan tidak laku. Bahkan,buat makan saja masih kurang . Kalimat "..., buat makan saja masih kurang ." menekankan hal yang paling sederhana, yaitu makan, masih belum tercukupi. Dengan demikian, gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah majas penegasan, salah satunya majas antiklimaks .

Gaya bahasa adalah cara yang digunakan oleh pengarang dalam mengungkapkan idenya melalui bahasa yang bergaya khas di dalam suatu karya, salah satunya dengan menggunakan majas. Majas terbagi dalam empat kategori, yakni majas perbandingan, majas penegasan, majas pertentangan, dan majas sindiran.

Majas perbandingan ialah majas yang digunakan untuk membandingkan suatu obyek dengan obyek lainnya melalui proses, pelebihan dan penyamaan. Majas Penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. Majas pertentangan adalah penggunaan gaya bahasa atau kata berkias yang menyatakan pertentangan dari maksud sebenarnya oleh penulis. Majas sindiran berguna untuk menyatakan suatu hal dengan memanfaatkan frasa atau kata-kata umum tapi bersifat menyindir dan bertujuan memperkuat arti dalam kalimat tersebut.

Teks cerpen di atas berisi tentang seorang ayah (Pak Reno) yang pekerjaannya berdagang. Suatu hari, Pak Reno berjumpa dengan seorang nenek yang kehabisan uang dalam perjalanan. Nenek itu meminta tolong kepada Pak Reno untuk memberinya uang dan Pak Reno dengan ikhlas memberi nenek itu uang supaya nenek itu bisa pulang ke rumahnya. Pak Reno yang hidupnya juga pas-pasan percaya bahwa rezeki ada di tangan Tuhan. Ketika Pak Reno kembali ke pasar untuk berdagang, seorang pembeli memborong dagangannya hingga habis. Di saat itulah Pak Reno semakin yakin bersedekah memang dapat melancarkan rezeki.

Diketahui, majas sindiran tidak terdapat dalam cerpen tersebut. Cerpen tersebut menggunakan majas penegasan, salah satunya adalah majas antiklimaks. Ciri khas majas ini adalah menggunakan kata-kata berhierarki yang semakin lama semakin turun. Contoh dari majas antiklimaks ada di kalimat berikut. "Uangku pula mepet, dagangan dari kemarin gak laku, buat makan saja kadangkala masih kurang." Dijelaskan di situ, uang Pak Reno mepet, dagangan tidak laku. Bahkan, buat makan saja masih kurang. Kalimat "..., buat makan saja masih kurang." menekankan hal yang paling sederhana, yaitu makan, masih belum tercukupi.

Dengan demikian, gaya bahasa yang terdapat pada cerpen di atas adalah majas penegasan, salah satunya majas antiklimaks.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Watak tokoh Bi Enoi dalam kutipan cerpen tersebutadalah. . . .

2

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia