Isomer adalah dua atau lebih senyawa yang memiliki rumus molekul sama namun strukturnya berbeda. Untuk menggambarkan isomer 3-heksena, kita gambarkan terlebih dahulu struktur 3-heksena.
CH3−CH2−CH=CH−CH2−CH3 3−heksena
Kemudian kita bisa pindah-pindahkan satu atau dua atom C pada rantai lurus tersebut untuk dijadikan cabang. Sebagai sketsa, atom H bisa dilengkapi nanti.

Setelah atom H dilengkapi dan diberi nama masing-masing struktur:

Terlihat kedua isomer memiliki nama berbeda namun dengan jumlah atom C dan H sama dengan 3-heksena.
Titik didih senyawa hidrokarbon dipengaruhi oleh strukturnya. Semakin banyak cabang yang dimiliki sebuah struktur maka titik didihnya semakin rendah. Oleh sebab itu titik didih 2-metil-2-pentena lebih tinggi dibandingkan 2,3-dimetil-2-butena. Jika dibandingkan dengan 3-heksena, maka titik didih 3-heksena adalah yang paling tinggi.
Jadi, isomer 3-heksena diantaranya 2-metil-2pentena dan 2,3-dimetil-2-butena, titik didih 2,3-dimetil-2-butena adalah yang lebih rendah.