Iklan

Iklan

Pertanyaan

Faktor utama yang menyebabkan perempuan Indonesia, terutama Jawa, sampai awal abad ke-20 belum memperoleh perlakuan sama di bidang pendidikan adalah ...

Faktor utama yang menyebabkan perempuan Indonesia, terutama Jawa, sampai awal abad ke-20 belum memperoleh perlakuan sama di bidang pendidikan adalah ...

  1. pandangan budaya bahwa perempuan tabu keluar rumah

  2. sekolah-sekolah hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki

  3. kartini belum berhasil memperjuangkan kebebasan berpikir kaum perempuan

  4. pandangan masyarakat bahwa tugas perempuan adalah mengurus rumah tangga

  5. struktur sosial dan adat istiadat menempatkan perempuan pada posisi kedua setelah laki-laki

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Pada masa awal abad ke-20, terjadi banyak perubahan-perubahan dalam masyarakat Indonesia. Perubahan ini salah satunya dilatar belakangi dengan adanya kebijakan Politik Etis yang menerapkan pendidikan. Pendidikan ini menimbulkan dampak yang besar untuk kesadaran tentang kemajuan. Gagasan kemajuan ini salah satunya menjadi pemikiran pokok R.A. Kartini mengenai kaum wanita Jawa pada masa itu. Dalam bukunya, Kartini menggambarkan bagaimana kehidupan gadis-gadis Jawa yang masih terikat dengan adat istiadat lama sehingga sedikit sekali memperoleh pengajaran, sehingga untuk keluar rumah sehari-hari dan bersekolah sudah dianggap melanggar adat. Setelah gadis mencapai usia dua belas tahun ia akan dikurung didalam rumah, seorang diri, dan terasing dari dunia luar. Gadis tidak boleh keluar dunia itu tanpa disertai suami. Berdasarkan pembahasan diatas pada masa awal abad ke-20, pandangan budaya bahwa wanita keluar rumah dianggap melanggar adat istiadat.

Pada masa awal abad ke-20, terjadi banyak perubahan-perubahan dalam masyarakat Indonesia. Perubahan ini salah satunya dilatar belakangi dengan adanya kebijakan Politik Etis yang menerapkan pendidikan. Pendidikan ini menimbulkan dampak yang besar untuk kesadaran tentang kemajuan. Gagasan kemajuan ini salah satunya menjadi pemikiran pokok R.A. Kartini mengenai kaum wanita Jawa pada masa itu. Dalam bukunya, Kartini menggambarkan bagaimana kehidupan gadis-gadis Jawa yang masih terikat dengan adat istiadat lama sehingga sedikit sekali memperoleh pengajaran, sehingga untuk keluar rumah sehari-hari dan bersekolah sudah dianggap melanggar adat. Setelah gadis mencapai usia dua belas tahun ia akan dikurung didalam rumah, seorang diri, dan terasing dari dunia luar. Gadis tidak boleh keluar dunia itu tanpa disertai suami. Berdasarkan pembahasan diatas pada masa awal abad ke-20, pandangan budaya bahwa wanita keluar rumah dianggap melanggar adat istiadat.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

8

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Politik Etis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Hindia Belanda dalam praktiknya dimaksudkan untuk kepentingan

14

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia