Roboguru

Ditemukannya berbagai fosil pada lapisan batuan memberi petunjuk adanya evolusi. Secara khusus, hal ini dipelajari dalam bidang ....

Pertanyaan

Ditemukannya berbagai fosil pada lapisan batuan memberi petunjuk adanya evolusi. Secara khusus, hal ini dipelajari dalam bidang ....

  1. geologi

  2. paleontologi 

  3. arkeologi 

  4. antropologi 

  5. geografi

Pembahasan Soal:

Fosil dapat ditemukan diberbagai macam lapisan bumi, sehingga penentuan umurnya didasarkan atas umur lapisan yang mengandung fosil-fosil itu. Umumnya fosil yang terdapat di lapisan yang paling dalam, mempunyai umur yang lebih tua sedangkan umur fosil yang ditemukan pada lapisan yang lebih atas mempunyai umur yang lebih muda. Dengan membandingkan fosil yang ditemukan diberbagai lapisan bumi yaitu mulai dari sederetan fosil yang ditemukan pada lapisan bumi yang tua sampai yang muda menunjukkan adanya perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur, maka dapat disimpulkan bahwa fosil merupakan petunjuk adanya evolusi. Ilmu yang mempelajari tentang fosil yang menggungkapkan banyaknya keterangan yang membenarkan adanya evolusi adalah Paleontologi.

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Andriyani

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Terakhir diupdate 03 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Mengapa fosil dapat dijadikan sebagai petunjuk adanya evolusi?

Pembahasan Soal:

Fosil digunakan sebagai petunjuk evolusi karena merupakan sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah membatu yang berada pada lapisan-lapisan bumi. Lapisan-lapisan bumi menunjukkan tingkat usia bumi sehingga dapat dijadikan petunjuk adanya hewan atau tumbuhan pada masa-masa tertentu.space 

0

Roboguru

Fosil-fosil sebagai bukti adanya evolusi suatu organisme jarang ditemukan secara utuh dan lengkap. Faktor-faktor apakah yang menyebabkannya?

Pembahasan Soal:

Fosil adalah sisa-sisa organisme masa lalu berupa tulang, cangkang, gigi, bagian lain tubuh hewan yang tertinggal, dan cetakan (impresi) atau jejak yang ditinggalkan oleh organisme zaman dahulu yang telah mengalami mineralisasi di dalam batuan. Melalui penelitian fosil, dapat diketahui bahwa telah terjadi perubahan, perkembangan, atau suksesi organisme yang merupakan bukti langsung dari evolusi, yaitu dari organisme sederhana menjadi organisme yang semakin kompleks dan semakin beragam. Lokasi penemuan fosil, biasanya pada batuan sedimen atau batuan endapan yang terbentuk dari pasir dan lumpur yang mengendap di dasar laut, danau, atau rawa.

Jarang sekali fosil ditemukan dalam keadaan utuh. Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor alam yang berpengaruh terhadap proses pembentukan fosil tersebut, antara lain sebagai berikut :

  1. Faktor lingkungan air, pH, suhu, kadar garam, dan angin.
  2. Organisme pengurai (misalnya bakteri dan jamur).
  3. Hewan predator dan pemakan bangkai.
  4. Bencana alam dan terjadinya lipatan batuan bumi.
  5. Strukur tubuh organisme yang tidak memungkinkan terjadinya proses pembentukan fosil, misalnya daun. Fosil daun biasanya ditemukan dalam bentuk cetakan.

Jika suatu organisme mati di tempat yang tidak memungkinkan terjadinya pembusukan, seluruh tubuhnya dapat terawetkan sebagai fosil.space 

0

Roboguru

Tuliskan 8 bukti evolusi yang dianggap sebagai petunjuk terjadinya evolusi!

Pembahasan Soal:

Teori evolusi dianggap sebagai salah satu dasar utama dalam ilmu biologi, karena terdapat banyak bukti-bukti kuat mengenai kebenarannya. Berikut ini bukti-bukti evolusi yang telah diverifikasi dan dapat digolongkan ke dalam bahasan ilmu pengetahuan yang valid:

  1. Keberadaan fosil yang dianalisis dengan ilmu paleontologi. Fosil menunjukkan jasad-jasad makhluk hidup purba yang punah. Seringkali dapat ditemukan petunjuk evolusi berupa kesamaan dan variasi bentuk morfologi dan anatomi makhluk hidup.
  2. Terjadinya analogi organ, yakni struktur dengan fungsi sama namun berasal dari organ yang berbeda. Hal ini membuktikan adanya adaptasi konvergen, yakni bentuk tubuh yang berbeda-beda dapat mengambil fungsi yang sama di lingkungan yang sama.
  3. Terjadinya homologi organ, yakni struktur dengan fungsi berbeda namun berasal dari organ yang sama. Hal ini membuktikan adanya adaptasi divergen, yakni bentuk tubuh yang sama dapat mengambil fungsi berbeda di lingkungan berbeda.
  4. Embriologi perbandingan pada filum Kordata menunjukkan perkembangan organ yang sama dari lapisan embrional yang sama, menunjukkan ada hubungan ontogenik yang sejajar selama perkembangan embrio bermacam-macam hewan Kordata.
  5. Perbandingan anatomi dan morfologi dalam berbagai variasi kelompok makhluk hidup yang berkerabat dekat menunjukkan dasar bentuk yang serupa dan mirip satu sama lainnya.
  6. Perbandingan fisiologi dan biokimia ditinjau dari analisis biologi molekuler antara materi genetik yang terkandung pada kromosom makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya menunjukkan kemiripan urutan genetik. 
  7. Terdapat organ vestigial pada kelompok makhluk hidup yang memiliki moyang bersama yang sama. Organ vestigial merupakan suatu struktur tubuh yang dulunya memiliki fungsi pada moyang bersama, namun kini tidak berfungsi atau fungsinya belum diketahui.
  8. Adanya domestikasi hewan ternak dan tumbuhan budidaya yang berasal dari jenis liarnya oleh manusia akibat seleksi artifisial selama ribuan tahun. Evolusi ini disebut juga mikroevolusi karena jangka waktunya singkat, dan ko-evolusi karena evolusi hewan ternak dan tumbuhan budidaya berjalan bersamaan dengan evolusi manusia.

undefined 

0

Roboguru

Salah satu bukti adanya evolusi adalah penemuan fosil. Fosil jarang sekali ditemukan dalam keadaan utuh. Faktor- faktor alam yang tidak berpengaruh terhadap pembentukan fosil adalah . . . .

Pembahasan Soal:

Fosil jarang ditemukan dalam keadaan utuh sebab banyak faktor-faktor alam yang berpengaruh terhadap pembentukan fosil. Faktor-faktor tersebut adalah faktor lingkungan seperti pH, air, suhu, kadar garam dan angin, ketersediaan organisme pengurai, adanya hewan predator dan pemakan bangkai, bencana alam dan struktur tubuh yang tidak memungkinkan terjadinya pembentukan fosil, misalnya daun. Adaptasi dan seleksi alam tidak mempengaruhi pembentukan fosil sebab fosil terbentuk setelah organisme tersebut mati, sementara adaptasi dan seleksi alam terjadi pada organisme yang masih hidup. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah pilihan E.

0

Roboguru

Manakah informasi yang tidak tepat terkait dengan manusia purba atau manusia "hobbit" flores (Homo floresiensis)?

Pembahasan Soal:

Homo floresiensis atau lebih dikenal dengan sebutan manusia hobbit adalah fosil manusia purba yang ditemukan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Homo floresiensis memiliki ciri sebagai berikut.

  1. Berumur sekitar 700.000 tahun
  2. Memiliki otak berukuran kecil yaitu sekitar 380-400 cc
  3. Memiliki rahang yang menonjol (lebih primitif dari Homo erectus
  4. Memiliki tinggi tubuh lebih kurang 1 meter

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D. undefined 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved