Iklan

Pertanyaan

Di bawah ini manakah senyawa yang bersifat kovalen polar?

Di bawah ini manakah senyawa yang bersifat kovalen polar?

  1. BeCl2

  2. Cl2

  3. H2

  4. CCl

  5. HBr

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

02

:

15

:

50

Iklan

I. Solichah

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Jika dilihat dari tabel di atas, momen dipol dari HBr = 0.82 D , karena 1 D = 3.34 × C m. Jadi untuk HBr dengan momen dipol 0.82 D, perlu dikalikan dengan 3.34 × . Sehingga diperoleh hasil sebesar 2.7388 x C m. Kemudian untuk jarak antara kedua muatannya adalah 141 pm (piko meter), karena harus dalam meter maka perlu dikonversikan ke dalam satuan meter. 1 pm = m Maka 141 pm itu = 141 x m Jadi besar muatan dari kedua ujung molekul tersebut adalah q = μ / r maka : 2.7388 x C m / 141 x m = 0.0194 x C Ingat bahwa 1 Coulomb = 6,24 x Maka, besar muatan pada kedua ujung ikatan diperoleh: 0.0194 x x 6,24 x = 0,121 per unit. Sekarang bisa dihubungkan dengan konsep keeletronegatifan. Berdasarkan deret Pauling, Br memiliki nilai keelektronegatifan sebesar 2,96 sedangkan atom H sebesar 2,20. Dari data tersebut, maka atom Br memiliki nilai keelektronegatifan yang lebih tinggi dari atom H, nantinya terjadi polarisasi (pembagian elektron tidak merata), dimana atom H akan bermuatan parsial positif dengan muatannya sebesar + 0,121 , sedangkan atom Br akan bermuatan parsial negatif dengan besar muatan -0,121 .

Jika dilihat dari tabel di atas, momen dipol dari HBr = 0.82 D , karena 1 D = 3.34 × begin mathsize 14px style 10 to the power of negative sign 30 end exponent end style  C m. Jadi untuk HBr dengan momen dipol 0.82 D, perlu dikalikan dengan 3.34 × begin mathsize 14px style 10 to the power of negative sign 30 end exponent end style . Sehingga diperoleh hasil sebesar 2.7388 x begin mathsize 14px style 10 to the power of negative sign 30 end exponent end style  C m. 

Kemudian untuk jarak antara kedua muatannya adalah 141 pm (piko meter), karena harus dalam meter maka perlu dikonversikan ke dalam satuan meter. 

1 pm = begin mathsize 14px style 10 to the power of negative 12 end exponent end style  

Maka 141 pm itu = 141 x begin mathsize 14px style 10 to the power of negative 12 end exponent space end style m 

Jadi besar muatan dari kedua ujung molekul tersebut adalah 

q = μ / r

maka : 2.7388 x begin mathsize 14px style 10 to the power of negative sign 30 end exponent end style C m  / 141 x undefined   m = 0.0194 x undefined C

Ingat bahwa 1 Coulomb = 6,24 x undefined  begin mathsize 14px style e to the power of minus sign end style 

Maka, besar muatan pada kedua ujung ikatan diperoleh: 

0.0194 x begin mathsize 14px style 10 to the power of negative sign 18 end exponent end style  x 6,24 x begin mathsize 14px style 10 to the power of 18 end style  = 0,121 begin mathsize 14px style italic e to the power of bold minus sign end style  per unit.

Sekarang bisa dihubungkan dengan konsep keeletronegatifan. Berdasarkan deret Pauling, Br memiliki nilai keelektronegatifan sebesar 2,96 sedangkan atom H sebesar 2,20. Dari data tersebut, maka atom Br memiliki nilai keelektronegatifan yang lebih tinggi dari atom H, nantinya terjadi polarisasi (pembagian elektron tidak merata), dimana atom H akan bermuatan parsial positif dengan muatannya sebesar +0,121 undefined , sedangkan atom Br akan bermuatan parsial negatif dengan besar muatan -0,121 begin mathsize 14px style e to the power of minus sign end style .

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

68

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!