Pada suatu reaksi, perubahan bilangan oksidasi unsur-unsurnya menunjukkan terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi. Oksidasi adalah peristiwa kenaikan bilangan oksidasi dan reduksi adalah peristiwa penurunan bilangan oksidasi. Dalam reaksi redoks, zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.
Dalam reaksi:

dapat ditentukan biloks dari setiap unsurnya dengan cara sebagai berikut:
Biloks O = -2
Biloks C dalam CO:
Biloks CO00biloks C====(1×biloks C)+(1×biloks O) (1×biloks C)+1×(−2)biloks C+(−2)+2
Biloks C dalam CO2:
Biloks CO200biloks C====(1×biloks C)+(2×biloks O)(1×biloks C)+(2×(−2))biloks C+(−4)+4
Biloks Fe dalam Fe2O3:
Biloks Fe2O3002×biloks Febiloks Fe=====(2×biloks Fe)+(2×biloks O)(2×biloks Fe)+(2×(−2))(2×biloks Fe)+(−4)+4+2
Biloks Fe dalam unsur bebas = 0
Dari perhitungan di atas, maka perubahan biloks setiap unsur pada reaksi oksidasi-reduksi tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa zat yang bertindak sebagai oksidator adalah Fe2O3 (mengalami reduksi) dan zat yang bertindak sebagai reduktor adalah CO (mengalami oksidasi).