Iklan

Pertanyaan

Dalam menghadapi masalah Irian Barat, Indonesia menempuh tiga bentuk perjuangan, yaitu diplomasi, konfrontasi politik dan ekonomi, serta konfrontasi militer. Terangkan tentang bentuk perjuangan diplomasi dalam menghadapi masalah Irian Barat!

Dalam menghadapi masalah Irian Barat, Indonesia menempuh tiga bentuk perjuangan, yaitu diplomasi, konfrontasi politik dan ekonomi, serta konfrontasi militer. Terangkan tentang bentuk perjuangan diplomasi dalam menghadapi masalah Irian Barat!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

36

:

12

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Perjuangan diplomasi dalam menghadapi masalah Irian Barat dilakukanmelalui diplomasi bilateral dengan berunding langsung dengan Belanda dan membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Dalam menghadapi masalah Irian Barat, Indonesia menempuh tiga bentuk perjuangan, yaitu diplomasi, konfrontasi politik dan ekonomi, serta konfrontasi militer. Dalam melakukan perjuangan diplomasi dilakukan dua tahap, tahap pertama Indonesia berupaya melalui diplomasi bilateral dengan berunding langsung dengan Belanda, tetapi selalu mengalami kegagalan. Pada tahap kedua, Indonesia membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB. Dalam sidang Majelis Umum PBB, Indonesia selalu berusaha meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapatkan perhatian karena masalah Irian Barat tersebut menunjukkan adanya penindasan suatu bangsa terhadap hak bangsa lain. Setelah upaya diplomasi tidak membawa hasil, pemerintah mengambil sikap dengan membatalkan Uni lndonesia-Belanda dan pembatalan persetujuan KMB pada tahun 1956. Pada tahun 1957, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam sidang Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Indonesia akan menempuh jalan lain jika usaha dalam forum PBB tidak membawa hasil. Dalam menanggapi usaha Indonesia tersebut, Belanda meyakinkan PBB bahwa masalah Irian Barat adalah masalah bilateral antara Indonesia dan Belanda. Pernyataan Belanda tersebut mendapat dukungan dari negara Eropa Barat, terutama sesama anggota NATO. Akibatnya, resolusi pengembalian Irian Barat gagal

Perjuangan diplomasi dalam menghadapi masalah Irian Barat dilakukan melalui diplomasi bilateral dengan berunding langsung dengan Belanda dan membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:

Dalam menghadapi masalah Irian Barat, Indonesia menempuh tiga bentuk perjuangan, yaitu diplomasi, konfrontasi politik dan ekonomi, serta konfrontasi militer. Dalam melakukan perjuangan diplomasi dilakukan dua tahap, tahap pertama Indonesia berupaya melalui diplomasi bilateral dengan berunding langsung dengan Belanda, tetapi selalu mengalami kegagalan. Pada tahap kedua, Indonesia membawa masalah Irian Barat ke sidang Majelis Umum PBB.

Dalam sidang Majelis Umum PBB, Indonesia selalu berusaha meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapatkan perhatian karena masalah Irian Barat tersebut menunjukkan adanya penindasan suatu bangsa terhadap hak bangsa lain. Setelah upaya diplomasi tidak membawa hasil, pemerintah mengambil sikap dengan membatalkan Uni lndonesia-Belanda dan pembatalan persetujuan KMB pada tahun 1956.

Pada tahun 1957, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam sidang Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Indonesia akan menempuh jalan lain jika usaha dalam forum PBB tidak membawa hasil. Dalam menanggapi usaha Indonesia tersebut, Belanda meyakinkan PBB bahwa masalah Irian Barat adalah masalah bilateral antara Indonesia dan Belanda. Pernyataan Belanda tersebut mendapat dukungan dari negara Eropa Barat, terutama sesama anggota NATO. Akibatnya, resolusi pengembalian Irian Barat gagal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Dalam rangka melakukan perbaikan ekonomi, pemerintah mengeluarkan Deklarasi Ekonomi. DeklarasiEkonomi dibuat oleh Panitia Tiga Belas. Salah satu tokoh dalam panitia tersebutadalah Ali Sastroamidjojo y...

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia