Iklan

Pertanyaan

Cermati kutipan biografi berikut! Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priayi di daerah Sunda, yaitu pasangan Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Dari kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidikan dan kegigihan yang dimilikinya untuk dapat meraih kesuksesan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, ia sering melakukan kegiatan-kegiatan yang pernah ia dapat di sekolah, yaitu belajar membaca, menulis, dan bahasa Belanda, bersama anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya sebagai media untuk mereka belajar bersama. Setelah beranjak remaja, jiwanya yang telah tumbuh menjadi dewasa semakin membawa Dewi Sartika untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, yang memang mempunyai keinginan yang sama dengan Dewi Sartika. Namun, meski memiliki keinginan yang sama dengan pamannya, tidak menjadikan cita-cita tersebut dapat terwujud dengan mudah. Hal tersebut disebabkan pada saat itu terdapat adat yang mengekang kaum wanita. Hal itulah yang membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir terhadap Dewi Sartika. Oleh karena kegigihan dan perjuangannya, akhirnya Dewi Sartika bisa mendapatkan izin mendirikan sekolah untuk perempuan. Sejak tahun 1902, Dewi Sartika sudah dapat merintis pendidikan bagi kaum perempuan di sebuah ruangan kecil, tepatnya di belakang rumah ibunya di Bandung. Dewi Sartika mengajar di hadapan beberapa anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, membaca, menulis, dan jahit-menjahit menjadi materi pelajaran pada saat itu. Keteladanan tokoh berdasarkan kutipan tersebut adalah …

Cermati kutipan biografi berikut!

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priayi di daerah Sunda, yaitu pasangan Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Dari kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidikan dan kegigihan yang dimilikinya untuk dapat meraih kesuksesan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, ia sering melakukan kegiatan-kegiatan yang pernah ia dapat di sekolah, yaitu belajar membaca, menulis, dan bahasa Belanda, bersama anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya sebagai media untuk mereka belajar bersama.

Setelah beranjak remaja, jiwanya yang telah tumbuh menjadi dewasa semakin membawa Dewi Sartika untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, yang memang mempunyai keinginan yang sama dengan Dewi Sartika. Namun, meski memiliki keinginan yang sama dengan pamannya, tidak menjadikan cita-cita tersebut dapat terwujud dengan mudah. Hal tersebut disebabkan pada saat itu terdapat adat yang mengekang kaum wanita. Hal itulah yang membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir terhadap Dewi Sartika. Oleh karena kegigihan dan perjuangannya, akhirnya Dewi Sartika bisa mendapatkan izin mendirikan sekolah untuk perempuan.

Sejak tahun 1902, Dewi Sartika sudah dapat merintis pendidikan bagi kaum perempuan di sebuah ruangan kecil, tepatnya di belakang rumah ibunya di Bandung. Dewi Sartika mengajar di hadapan beberapa anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, membaca, menulis, dan jahit-menjahit menjadi materi pelajaran pada saat itu.

 

Keteladanan tokoh berdasarkan kutipan tersebut adalah …

  1. Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priayi.

  2. Dewi Sartika belajar membaca dan menulis bersama anak pembantu.

  3. Dewi Sartika fasih dan terambil berbahasa Belanda.

  4. Dewi Sartika gigih merintis pendidikan bagi kaum wanita.

  5. Dewi Sartika pandai memasak, membaca, dan menulis.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

07

:

42

Klaim

Iklan

M. Robo

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah D.

jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan

Keteladanan tokoh merupakan sikap atau perilaku tokoh yang patut diteladani, ditiru, atau dijadikan contoh. Berdasarkan kutipan biografi di atas, keteladanan tokoh Dewi Sartika adalah gigih merintis pendidikan bagi kaum wanita. Sikap tersebut merupakan perilaku baik yang pantas ditiru. Perilaku tersebut disebutkan dalam kalimat Oleh karena kegigihan dan perjuangannya, akhirnya Dewi Sartika bisa mendapatkan izin mendirikan sekolah untuk perempuan dan Sejak tahun 1902, Dewi Sartika sudah dapat merintis pendidikan bagi kaum perempuan di sebuah ruangan kecil, tepatnya di belakang rumah ibunya di Bandung . Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.

Keteladanan tokoh merupakan sikap atau perilaku tokoh yang patut diteladani, ditiru, atau dijadikan contoh. Berdasarkan kutipan biografi di atas, keteladanan tokoh Dewi Sartika adalah gigih merintis pendidikan bagi kaum wanita. Sikap tersebut merupakan perilaku baik yang pantas ditiru. Perilaku tersebut disebutkan dalam kalimat Oleh karena kegigihan dan perjuangannya, akhirnya Dewi Sartika bisa mendapatkan izin mendirikan sekolah untuk perempuan dan Sejak tahun 1902, Dewi Sartika sudah dapat merintis pendidikan bagi kaum perempuan di sebuah ruangan kecil, tepatnya di belakang rumah ibunya di Bandung. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Iklan

Pertanyaan serupa

Cermati kalimat-kalimat berikut! Ini merupakan tingkat degradasi yang sangat memprihatinkan. Perubahan ekologi dan orientasi ekonomi membawa ancaman primer dan sekunder bagi hewan endemik Pap...

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia