Aturan penamaan pada alkana juga berlaku untuk hidrokarbon tak jenuh seperti alkena dan alkuna. Prinsip-prinsip dalam tata nama alkena dan alkuna adalah sebagai berikut:
- Nama alkena dan alkuna sebagai nama rantai induk.
- Yang dipilih sebagai rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
- Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan ikatan rangkap.
- Nama rantai induk ditulis dengan menyebutkan nomor letak ikatan rangkap, terutama untuk hidrokarbon tak jenuh dengan jumlah atom C sebanyak 4 atau lebih.
Untuk dapat menjawab soal di atas, kita perlu menentukan rantai utama (induk) dan cabang-cabang yang terdapat dalam tiap senyawa.
Senyawa ini memiliki rantai utama yang terdiri dari 5 buah atom C dengan posisi ikatan rangkap (C=) berada pada posisi 1, maka rantai utama dinamai dengan 1-pentena. Pada posisi atom C nomor 2, terdapat sebuah cabang yaitu metil
, sehingga nama sistematik senyawanya yaitu 2-metil-1-pentena.
Senyawa ini memiliki rantai utama yang terdiri dari 7 buah atom C dengan posisi ikatan rangkap (C=) berada pada posisi 2, maka rantai utama dinamai dengan 2-heptena. Pada posisi atom C nomor 4, terdapat sebuah cabang yaitu metil
, sehingga nama sistematik senyawanya yaitu 4-metil-2-heptena.
Senyawa ini memiliki rantai utama yang terdiri dari 5 buah atom C dengan posisi ikatan rangkap (C=) berada pada posisi 2, maka rantai utama dinamai dengan 2-pentena. Pada posisi atom C nomor 3, terdapat sebuah cabang yaitu etil
, sehingga nama sistematik senyawanya yaitu 3-etil-2-pentena.
Senyawa ini memiliki rantai utama yang terdiri dari 5 buah atom C dengan posisi ikatan rangkap (C=) berada pada posisi 2, maka rantai utama dinamai dengan 2-pentena. Pada posisi atom C nomor 2, terdapat 2 buah cabang metil
dan pada atom C nomor 3 juga terdapat sebuah cabang metil
, sehingga nama sistematik senyawanya yaitu 2,2,3-trimetil-2-pentena.
Dengan demikian, maka nama untuk senyawa (a) adalah 2-metil-1-pentena, nama untuk senyawa (b) adalah 4-metil-2-heptena, nama untuk senyawa (c) adalah 3-etil-2-pentena dan nama untuk senyawa (d) adalah 2,2,3-trimetil-2-pentena.
Jadi, nama yang tepat untuk senyawa a, b, c, dan d berturut-turut adalah 2-metil-1-pentena, 4-metil-2-heptena, 3-etil-2-pentena dan 2,2,3-trimetil-2-pentena.