Iklan
Pertanyaan
Berikut ini yang tidak termasuk nilai budaya yang terkandung dalam cerpen adalah ….
Para pelayat berdatangan ke rumah duka membawa gula, rempah-rempah, mie instan atau beras. Mereka datang untuk menghibur dan mengurangi beban keluarga dan menjadi saksi atas kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan almarhum.
Sudah lama Murtaep jadi tukang tenung: sejak menikah dengan Sapinah dan memiliki sebuah kendi. Tenung ala Murtaep berbeda dengan tenung yang biasa atau yang lebih dititikberatkan pada ilmu hitam untuk mencelakai orang. Tidak. Tenung Murtaep menjadi juru selamat di kampung itu. Banyak penduduk yang berobat padanya.
Hal lain yang membuat Murtaep menjadi terpandang adalah kendi yang dipakai untuk tenung. Tempat air bercerat yang terbuat dari tanah liat itu bukanlah sembarang kendi. Orang menyebutnya kendi tasoddul, milik perempuan hamil yang meninggal sebelum melahirkan: Konon, ruang dalam kendi itu berpenghunikan arwah bocah yang mati sebelum lahir.
Jenazah Murtaep jadi dikubur besok pagi, hasil musyawarah keluarga duka dengan tokoh masyarakat. Gerimis yang kembali turun menjadi pertimbangan. Taris dan Dulla pulang. Di rumah tidak ada orang.
Satu hal yang ada di pikirannya, bila ada perempuan hamil meninggal dengan anak masih dalam kandungan, akan ada banyak orang yang menginginkannya. Semua orang tahu betapa kematian semacam itu, anak dalam kandungan bisa dibuat jimat kekebalan atau ritual menjadi kaya. Cerita ini memang sudah melegenda, tidak hanya Murtaep yang tahu.
Iklan
A. Rizky
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia
2
3.3 (3 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia