Laju reaksi adalah berkurangnya konsentrasi pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya konsentrasi produk reaksi per satuan waktu. Penentuan rumus laju reaksi dapat ditentukan dengan mengetahui orde reaksinya terlebih dahulu. Orde reaksi pada suatu pereaktan adalah perbandingan konsentrasi terhadap laju reaksinya. Rumus umur laju reaksi adalah sebagai berikut:
r = k [ A ] x [ B ] y Keterangan : r k [ A ] [ B ] x dan y = = = = laju reaksi ( M / detik ) tetapan laju reaksi Konsentrasi reaktan ( M ) orde reaksi
Reaksi yang ditanyakan : 2 NO ( g ) + Br 2 ( g ) → 2 NOBr ( g )
Yang digunakan pada persamaan laju reaksi adalah konsentrasi reaktan, pada reaksi tersebut yang disebut sebagai reaktan adalah NO dan Br 2 . Maka persamaan laju reaksi untuk reaksi tersebut adalah:
r = k [ NO ] x [ Br 2 ] y
Mencari orde reaksi NO . Untuk menentukan percobaan yang digunakan untuk menghitung orde reaksi NO , maka perlu untuk menentukan variabel kontrol yaitu pada konsentrasi Br 2 yang tetap. Percobaan yang dapat digunakan adalah percobaan ke 1, 4dan 5. Namun kita hanya perlu menggunakan 2 data percobaan saja, misal yang kita gunakan adalah percobaan 4dan 5.
Dari data percobaan 4kita dapatkan persamaan laju reaksi : r 4 = k [ 0 , 20 ] x [ 0 , 05 ] y
Dari data percobaan 5kita dapatkan persamaan laju reaksi : r 5 = k [ 0 , 30 ] x [ 0 , 05 ] y
Kemudian kedua persamaan laju tersebut dibandingkan :
r 5 r 4 = k [ 0 , 30 ] x [ 0 , 05 ] y k [ 0 , 20 ] x [ 0 , 05 ] y
Karena harga k dan konsentrasi Br 2 sama, bisa kita coret atau habis bagi seperti berikut:
r 5 r 4 54 24 9 4 ( 3 2 ) 2 2 = = = = = k [ 0 , 30 ] x [ 0 , 05 ] y k [ 0 , 20 ] x [ 0 , 05 ] y [ 0 , 30 ] x [ 0 , 20 ] x ( 3 2 ) x ( 3 2 ) x x
Jadi, orde untuk NO adalah 2.
Mencari orde reaksi Br 2 . Untuk menentukan percobaan yang digunakan untuk menghitung orde reaksi Br 2 , maka perlu untuk menentukan variabel kontrol yaitu pada konsentrasi NO yang tetap. Percobaan yang dapat digunakan adalah percobaan ke 1, 2dan 3. Namun kita hanya perlu menggunakan 2 data percobaan saja, misal yang kita gunakan adalah percobaan 1 dan 2.
Dari data percobaan 1 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r 1 = k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 05 ] y
Dari data percobaan 2 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r 2 = k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 10 ] y
Kemudian kedua persamaan laju tersebut dibandingkan :
r 2 r 1 = k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 10 ] y k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 05 ] y
Karena harga k dan konsentrasi NO sama, bisa kita coret atau habis bagi seperti berikut:
r 2 r 1 12 6 2 1 1 = = = = k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 10 ] y k [ 0 , 10 ] x [ 0 , 05 ] y [ 0 , 10 ] y [ 0 , 05 ] y ( 2 1 ) y y
Jadi, orde untuk Br 2 adalah 1.
Rumus laju reaksinya adalah:
v = k [ NO ] 2 [ Br 2 ] 1
Jadi, jawaban yang tepat adalah C.
Laju reaksi adalah berkurangnya konsentrasi pereaksi per satuan waktu atau bertambahnya konsentrasi produk reaksi per satuan waktu. Penentuan rumus laju reaksi dapat ditentukan dengan mengetahui orde reaksinya terlebih dahulu. Orde reaksi pada suatu pereaktan adalah perbandingan konsentrasi terhadap laju reaksinya. Rumus umur laju reaksi adalah sebagai berikut:
Yang digunakan pada persamaan laju reaksi adalah konsentrasi reaktan, pada reaksi tersebut yang disebut sebagai reaktan adalah NO dan Br2. Maka persamaan laju reaksi untuk reaksi tersebut adalah:
r=k[NO]x[Br2]y
Mencari orde reaksi NO. Untuk menentukan percobaan yang digunakan untuk menghitung orde reaksi NO, maka perlu untuk menentukan variabel kontrol yaitu pada konsentrasi Br2 yang tetap. Percobaan yang dapat digunakan adalah percobaan ke 1, 4 dan 5. Namun kita hanya perlu menggunakan 2 data percobaan saja, misal yang kita gunakan adalah percobaan 4 dan 5.
Dari data percobaan 4 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r4=k[0,20]x[0,05]y
Dari data percobaan 5 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r5=k[0,30]x[0,05]y
Kemudian kedua persamaan laju tersebut dibandingkan :
r5r4=k[0,30]x[0,05]yk[0,20]x[0,05]y
Karena harga k dan konsentrasi Br2 sama, bisa kita coret atau habis bagi seperti berikut:
Mencari orde reaksiBr2. Untuk menentukan percobaan yang digunakan untuk menghitung orde reaksi Br2, maka perlu untuk menentukan variabel kontrol yaitu pada konsentrasi NO yang tetap. Percobaan yang dapat digunakan adalah percobaan ke 1, 2 dan 3. Namun kita hanya perlu menggunakan 2 data percobaan saja, misal yang kita gunakan adalah percobaan 1 dan 2.
Dari data percobaan 1 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r1=k[0,10]x[0,05]y
Dari data percobaan 2 kita dapatkan persamaan laju reaksi : r2=k[0,10]x[0,10]y
Kemudian kedua persamaan laju tersebut dibandingkan :
r2r1=k[0,10]x[0,10]yk[0,10]x[0,05]y
Karena harga k dan konsentrasi NO sama, bisa kita coret atau habis bagi seperti berikut: