Pada soal terdapat 3 senyawa kompleks ion dimana senyawa (a) dan (b) merupakan anion sedangkan senyawa (c) merupakan senyawa kompleks ionik terdiri dari kation dan anion. Berikut adalah langkah-langkah penamaan senyawa kompleks ionik:
- Diawali dengan ion, jika dalam bentuk kation maupun anion,
- Ditulis nama ligan dan jumlah ligan,
- Dilanjutkan dengan nama atom pusat dalam bahasa Latin. Khusus untuk anion, nama atom pusat yang berakhiran -um atau -ium diganti -at,
- Ditulis bilangan oksidasi dari atom pusat, ditulis dengan angka Romawi. Bilangan oksidasi atom pusat dihitung dari persamaan muatan ion/senyawa kompleks sama dengan muatan ligan-ligan dan biloks atom pusat penyusunnya.
Berikut cara menentukan bilangan oksidasi atom pusat.
muatan [Ag(S2O3)2]3−−3−3biloks Agbiloks Ag=====biloks Ag+(2×muatan S2O32−)biloks Ag+(2×(−2))biloks Ag+(−4)−3+4+1
muatan [Fe(CN)6]3−−3−3biloks Febiloks Fe=====biloks Fe+(6×muatan CN−)biloks Fe+(6×(−1))biloks Fe+(−6)−3+6+3
muatan [CrCl(H2O)5]Cl200biloks Cr====biloks Cr+(3×muatan Cl−)+(5×muatan H2O)biloks Cr+(3×(−1))+(5×0)biloks Cr+(−3)+0+3
Berdasarkan penjelasan di atas, maka nama dari ketiga senyawa kompleks pada soal adalah sebagai berikut:
a. [Ag(S2O3)2]3− : ion dithiosulfatoargentat(I)
b. [Fe(CN)6]3− : ion heksasianoferat(III)
c. [CrCl(H2O)5]Cl2 : pentaaquaklorokromium(III) klorida
Jadi, (a) ion dithiosulfatoargentat(I); (b) ion heksasianoferat(III); serta (c) pentaaquaklorokromium(III) klorida.