Salah seorang ahli sosiologi awal yang secara terperinci membahas perbedaan dalam kelompok sosial adalah Emile Durkheim. Ia membedakan bentuk solidaritas mekanik yaitu ciri kelompok yang ditandai dengan masyarakat yang masih sederhana, dengan solidaritas organik, yaitu bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat yang kompleks (masyarakat yang mengenal pembagian kerja secara terperinci). Menurutnya, pembagian kerja pada masyarakat primitive (tradisional) masih sangat sedikit, yang menghasilkan tipe solidaritas mekanik.
Umumnya masyarakat tradisional memiliki jumlah anggota yang tidak besar dan melakukan kegiatan serta pekerjaan yang relatif sama, melakukan sosialisasi melalui pola-pola yang sama, mereka berbagi pengalaman dan mengembangkan nilai-nilai yang relative sama. Nilai-nilai itu umumnya bersumber dari agama, yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat, seperangkat nilai, keyakinan dan berbagai asumsi dasar yang dilakukan semua anggota masyarakat.
Contoh pembagian kerja dalam kehidupan tradisional: Suku Dani di Papua menganut sistem sosial yang bertipe mekanik. Misalnya, setiap laki-laki dewasa suku Dani berburu sebagai aktivitas ekonominya. Ada yang bawa tombak, panah, parang, dan alat perang lainnya. Sedangkan perampuannya meramu bahan-bahan makanan. Aktivitas berburu dan meramu tersebut dilakukan berdasarkan norma yang diyakini bersama, yakni laki-laki dewasa berburu cari makan, dan perempuannya meramu. Hubungan sosial antar individu sangat komunal, dan atribut-atributnya bersifat homogen.