Iklan

Pertanyaan

Berdasarkan tempat penemuannya, dapat disimpulkan bahwa manusia purba lebih senang mendiami daerah….

Berdasarkan tempat penemuannya, dapat disimpulkan bahwa manusia purba lebih senang mendiami daerah….

  1. Puncak gunung.

  2. Tengah hutan.

  3. Tepi aliran sungai.

  4. Padang rumput.

  5. Padang pasir.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

51

:

21

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Manusia zaman Pra-aksara mula-mula hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup mereka umumnya masih tergantung pada alam. Untuk mempertahankan hidupnya mereka menerapkan pola hidup nomaden atau berpindah-pindah tergantung dari bahan makanan yang tersedia. Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih sederhana. Hal ini terutama berkembang pada manusia Meganthropus dan Pithecanthropus . Tempat-tempat yang dituju oleh komunitas itu umumnya lingkungan dekat sungai, danau, atau sumber air lainnya termasuk di daerah pantai. Beberapa contoh yang menunjukkan pola hunian seperti itu adalah situs-situs purba di sepanjang aliran Bengawan Solo (Sangiran, Sambungmacan, Trinil, Ngawi, dan Ngandong). Kondisi itu dapat dipahami sebab air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Air merupakan sumber kehidupan. Keberadaan air pada suatu lingkungan mengundang hadirnya berbagai binatang untuk hidup di sekitarnya. Sehingga semakin dekat dengan sumber air, maka sumber makanan juga semakin berlimpah. Hal ini seperti yang terlihat pada zaman Neolithikum. Pada zaman Neolitikum akhir, masyarakat Indonesia sudah pandai bercocok tanam dan beternak. Cara bercocok tanam yang pertama dilakukan adalah sistem berkebun, meningkat menjadi berladang , lambat laun sistem tersebut berubah menjadi bersawah. Cara bercocok tanam dengan bersawah kemudian menjadi bagian hidup mereka. Oleh karena itu, masyarakat mencari tempat tinggal dan tempat bercocok tanam yang terletak di sepanjang aliran sungai. Akhirnya, mereka mampu menghatur irigasi sederhana. Mereka juga bisa menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam pada suatu musim. Hal ini karena masyrakat zaman itu sudah mempelajari astronomi (ilmu perbintangan). Peralatan pertanian yang dipakai adalah cangkul dari perunggu, kapak persegi, dan kapak lonjong. Mereka menggunakan ani-ani untuk memotong padi. Hal ini memperlihatkan adanya corak kebudayaan sungai. Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah C.

Manusia zaman Pra-aksara mula-mula hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup mereka umumnya masih tergantung pada alam. Untuk mempertahankan hidupnya mereka menerapkan pola hidup nomaden atau berpindah-pindah tergantung dari bahan makanan yang tersedia. Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih sederhana. Hal ini terutama berkembang pada manusia Meganthropus dan Pithecanthropus. Tempat-tempat yang dituju oleh komunitas itu umumnya lingkungan dekat sungai, danau, atau sumber air lainnya termasuk di daerah pantai. Beberapa contoh yang menunjukkan pola hunian seperti itu adalah situs-situs purba di sepanjang aliran Bengawan Solo (Sangiran, Sambungmacan, Trinil, Ngawi, dan Ngandong). Kondisi itu dapat dipahami sebab air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Air merupakan sumber kehidupan. Keberadaan air pada suatu lingkungan mengundang hadirnya berbagai binatang untuk hidup di sekitarnya. Sehingga semakin dekat dengan sumber air, maka sumber makanan juga semakin berlimpah. Hal ini seperti yang terlihat pada zaman Neolithikum. Pada zaman Neolitikum akhir, masyarakat Indonesia sudah pandai bercocok tanam dan beternak. Cara bercocok tanam yang pertama dilakukan adalah sistem berkebun, meningkat menjadi berladang , lambat laun sistem tersebut berubah menjadi bersawah. Cara bercocok tanam dengan bersawah kemudian menjadi bagian hidup mereka. Oleh karena itu, masyarakat mencari tempat tinggal dan tempat bercocok tanam yang terletak di sepanjang aliran sungai. Akhirnya, mereka mampu menghatur irigasi sederhana. Mereka juga bisa menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam pada suatu musim. Hal ini karena masyrakat zaman itu sudah mempelajari astronomi (ilmu perbintangan). Peralatan pertanian yang dipakai adalah cangkul dari perunggu, kapak persegi, dan kapak lonjong. Mereka menggunakan ani-ani untuk memotong padi. Hal ini memperlihatkan adanya corak kebudayaan sungai. 

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah C.

 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

8

hilline farissa nugraha

Makasih ❤️

tiur

Pembahasan lengkap banget

Dzalika Putri

Pembahasan lengkap banget

Aku Akmal04

Bantu banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Tradisi masa berburu dan meramu tingkat sederhana ialah seperti di bawah ini, kecuali ....

2

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia