Iklan

Pertanyaan

Berdasarkan pengamatan oleh para ahli, secara biologis terdapat korelasi antara umur wanita dengan masa reproduksi. Dalam Clinical Gynecologic Endrocrinology Infertility (2005), grafik hubungan antara umur wanita dan masa reproduksi digambarkan sebagai berikut: Jelaskan kesimpulan apa yang dapat diambil dari data grafik tersebut!

Berdasarkan pengamatan oleh para ahli, secara biologis terdapat korelasi antara umur wanita dengan masa reproduksi. Dalam Clinical Gynecologic Endrocrinology Infertility (2005), grafik hubungan antara umur wanita dan masa reproduksi digambarkan sebagai berikut:



Jelaskan kesimpulan apa yang dapat diambil dari data grafik tersebut!space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

20

:

19

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Grafik tersebut menunjukkan bahwa umur wanita berpengaruh terhadap persentase fertilitas seorang wanita dan tingkat keguguran yang mungkin terjadi. Wanita pada kisaran umur 20-24 tahun memiliki persentase fertilitas tertinggi yaitu hampir 100% dan tingkat keguguran terendah yaitu sekitar 20%. Kemudian wanita pada umur 35 ke atas memiliki persentase fertilitas kurang dari 20% dan kemungkinan terjadinya keguguran hingga 40% . Sel-sel germinal yang akan membuat sel-sel reproduksi menurun menjadi 1 sampai 2 juta saat lahir dan menjadi sekitar 300.000 sampai 500.000 pada awal pubertas. Kemudian pada usia 35-40 tahun jumlah sel telur semakin berkurang menjadi sekitar 400 sampai 500 oosit dan kualitasnya pun ikut menurun . Kualitas sel telur yang menurun menyebabkan sel telur rentan mengalami kerusakan dan kelainan kromosom . Kondisi inilah yang menyebabkan tingkat fertilitas wanita menurun di usia lebih dari 35 tahun dan jika terjadi kehamilan akan rentan mengalami keguguran. Berdasarkan grafik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya usia maka tingkat fertilitas wanita juga semakin berkurang dan jika terjadi kehamilan maka persentase kemungkinan terjadinya keguguran juga semakin meningkat

Grafik tersebut menunjukkan bahwa umur wanita berpengaruh terhadap persentase fertilitas seorang wanita dan tingkat keguguran yang mungkin terjadi. Wanita pada kisaran umur 20-24 tahun memiliki persentase fertilitas tertinggi yaitu hampir 100% dan tingkat keguguran terendah yaitu sekitar 20%. Kemudian wanita pada umur 35 ke atas memiliki persentase fertilitas kurang dari 20% dan kemungkinan terjadinya keguguran hingga 40%. Sel-sel germinal yang akan membuat sel-sel reproduksi menurun menjadi 1 sampai 2 juta saat lahir dan menjadi sekitar 300.000 sampai 500.000 pada awal pubertas. Kemudian pada usia 35-40 tahun jumlah sel telur semakin berkurang menjadi sekitar 400 sampai 500 oosit dan kualitasnya pun ikut menurun. Kualitas sel telur yang menurun menyebabkan sel telur rentan mengalami kerusakan dan kelainan kromosom. Kondisi inilah yang menyebabkan tingkat fertilitas wanita menurun di usia lebih dari 35 tahun dan jika terjadi kehamilan akan rentan mengalami keguguran. Berdasarkan grafik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya usia maka tingkat fertilitas wanita juga semakin berkurang dan jika terjadi kehamilan maka persentase kemungkinan terjadinya keguguran juga semakin meningkatspace

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

4

Iklan

Pertanyaan serupa

Ketika memasuki masa pubertas, salah satu perubahan pada anak perempuan yaitu suaranya menjadi lebih ....

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia