Iklan

Iklan

Pertanyaan

Beberapa pengaruh Kerajaan Maritim Islam telah mengakar kuat dan berakulturasi dengan budaya lokal dan masih dijalankan masyarakat hungga saat ini, salah satunya adalah Grebeg Sekaten yang berkembang di kasunanan Surakarta dan juga di Demak. Tradisi ini dilakukan untuk…

Beberapa pengaruh Kerajaan Maritim Islam telah mengakar kuat dan berakulturasi dengan budaya lokal dan masih dijalankan masyarakat hungga saat ini, salah satunya adalah Grebeg Sekaten yang berkembang di kasunanan Surakarta dan juga di Demak. Tradisi ini dilakukan untuk…

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

tradisi Grebeg Sekaten dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat dan juga di Demak.

tradisi Grebeg Sekaten dilakukan dalam rangka memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat  dan juga di Demak.undefined

Iklan

Pembahasan

Pembahasan

Grebeg Sekaten adalah prosesi adat sebagai simbol sedekah dari pihak Kraton Yogyakarta kepada masyarakat berupa gunungan yang dilaksanakan dalam rangkamemperingatihari lahir Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi Muhammad) yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat dan juga di Demak. Kata grebeg berasal dari kata gumrebeg yang memiliki filosofi sifat riuh, ribut dan ramai. Tidak ketinggalan pula kata gunungan memiliki filosofi dan simbol dari kemakmuran yang kemudian dibagikan kepada rakyat. Gunungan di sini adalah representasi dari hasil bumi (sayur dan buah) serta jajanan (rengginang). Dengan demikian, tradisi Grebeg Sekaten dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat dan juga di Demak.

Grebeg Sekaten adalah prosesi adat sebagai simbol sedekah dari pihak Kraton Yogyakarta kepada masyarakat berupa gunungan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi Muhammad) yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat dan juga di Demak. Kata grebeg berasal dari kata gumrebeg yang memiliki filosofi sifat riuh, ribut dan ramai. Tidak ketinggalan pula kata gunungan memiliki filosofi dan simbol dari kemakmuran yang kemudian dibagikan kepada rakyat. Gunungan di sini adalah representasi dari hasil bumi (sayur dan buah) serta jajanan (rengginang).undefined

Dengan demikian, tradisi Grebeg Sekaten dilakukan dalam rangka memperingati  Maulid Nabi Muhammad SAW yang berkembang di kasunanan Surakarta, keraton Yogyakarta Hadiningrat  dan juga di Demak.undefined

232

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Syair Si Burung Pingai merupakan karya ...

324

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia