Iklan

Pertanyaan

Beberapa contoh interaksi pada masa praaksara adalah sebagai berikut. Domestikasi beberapa hewan dan tumbuhan. Adanya kjokkemmoddinger sebagai hasil interaksi. Lukisan-lukisan di dinding gua. Penerapan sistem tebas bakar. Eksploitasi tanah liat untuk pembuatan gerabah. Usaha untuk menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar untuk memupuk kerukunan Contoh interaksi pada masa saat ini. Manusia mengendarai sepeda motor Masyarakat menggunakan telepon genggam yang dimiliki Penerapan rumah hijau pada perkebunan Pembangunan perumahan untuk rekreasi di pegunungan Pembuangan limbah temak di sawah Dari perbandingan interaksi yang terjadi dapat ditemukan kegiatan yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan adalah....

Beberapa contoh interaksi pada masa praaksara adalah sebagai berikut.

  1. Domestikasi beberapa hewan dan tumbuhan.
  2. Adanya kjokkemmoddinger sebagai hasil interaksi.
  3. Lukisan-lukisan di dinding gua.
  4. Penerapan sistem tebas bakar.
  5. Eksploitasi tanah liat untuk pembuatan gerabah.
  6. Usaha untuk menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar untuk memupuk kerukunan

Contoh interaksi pada masa saat ini.

  1. Manusia mengendarai sepeda motor
  2. Masyarakat menggunakan telepon genggam yang dimiliki
  3. Penerapan rumah hijau pada perkebunan
  4. Pembangunan perumahan untuk rekreasi di pegunungan
  5. Pembuangan limbah temak di sawah

Dari perbandingan interaksi yang terjadi dapat ditemukan kegiatan yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan adalah....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

22

:

09

:

17

Klaim

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

kegiatan interaksi pada masa praaksara yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 2, 4, dan 5. Sedangkan kegiatan interaksi pada masa kini yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 1 dan 4.

kegiatan interaksi pada masa praaksara yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 2, 4, dan 5. Sedangkan kegiatan interaksi pada masa kini yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 1 dan 4.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Interaksi pada masa praaksara: Domestikasi atau penjinakan merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar. Kjokkenmoddinger adalah tumpukan sampah dapur berupa kulit siput dan kerang yang menggunung dan tingginya bisa mencapai 7 meter. Lukisan gua adalah coretan, lukisan, atau cap yang terdapat di dinding gua atau tebing yang dibuat oleh orang-orang purba sebagai medium untuk menyampaikan pesan atau catatan-catatan peristiwa. Bentuk visual yang terdapat di dinding-dinding gua merupakan alat komunikasi antarmanusia pada zaman dahulu Sistem tebas bakar telah menjadi bagian dari budaya pertanian sepanjang sejarah manusia. Untuk menciptakan lahan, para petani mula-mula memotong berbagai pepohonan di wilayah hutan atau alam liar. Berbagai ranting dan dedaunan yang sudah terpotong dan tergeletak di tanah akan ditinggalkan hingga mengering, sebelum akhirnya dibakar. Pembakaran lahan akan mengusir berbagai hama yang tidak diinginkan. Abu yang tersisa dari pembakaran juga akan menjadi nutrisi bagi tanah. Meski demikian, nutrisi yang tertinggal dari abu pembakaran hanya akan bertahan selama beberapa tahun, sebelum produktivitas menurun dan para petani harus meinggalkan lahan tersebut dan membuka yang baru. Sistem tebas bakar bukan hanya merusak hutan. Kebakaran tidak terkontrol juga mengancam desa. Eksploitasi tanah liat adalah penguasaan dan penggunaan untuk mengeruk dan memeras tanah liat untuk pembuatan gerabah. Usaha untuk menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar untuk memupuk kerukunan Interaksi pada masa saat ini: Sepeda motor dikendarai manusia sebagai alat transportasi sehari-hari. Penggunaan sepeda motor menyebabkan emisi gas buang berupa asap knalpot yang menyebabkan kerusakan lingkungan (polusi udara) Telepon genggam digunakan sebagai alat komunikasi yang mempermudah manusia dalam melakukan interaksi jarak jauh Penerapanrumah hijau (Green Home) merupakan konsep bangunan hijau yang sangat mengedepankan konsep Triple Bottom Line (Profit, Planet, People), yang memberikan manfaat secara ekonomi, mengurangi dampak negatif ke lingkungan, dan menjamin kesejahteraan dan kesehatan (Health and Wellbeing) penghuni yang beraktifitas di dalam bangunan. Pembangunan perumahan untuk rekreasi di pegunungan akan menyebabkan meningkatnya penyimpangan penggunaan lahan, dengan meningkatnya penyimpangan, kerapatan jumlah flora dan fauna akan menurun dan ketersediaan biomassa hutan semakin berkurang dan akan menyebabkan bencana longsor. Limbah ternak merupakan bahan organik yang baik untuk kesuburan tanah termasuk lahan persawahan. Dengan demikian kegiatan interaksi pada masa praaksara yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 2, 4, dan 5. Sedangkan kegiatan interaksi pada masa kini yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 1 dan 4.

Interaksi pada masa praaksara:

  1. Domestikasi atau penjinakan merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar.
  2. Kjokkenmoddinger adalah tumpukan sampah dapur berupa kulit siput dan kerang yang menggunung dan tingginya bisa mencapai 7 meter.

  3. Lukisan gua adalah coretan, lukisan, atau cap yang terdapat di dinding gua atau tebing yang dibuat oleh orang-orang purba sebagai medium untuk menyampaikan pesan atau catatan-catatan peristiwa. Bentuk visual yang terdapat di dinding-dinding gua merupakan alat komunikasi antarmanusia pada zaman dahulu

  4. Sistem tebas bakar telah menjadi bagian dari budaya pertanian sepanjang sejarah manusia. Untuk menciptakan lahan, para petani mula-mula memotong berbagai pepohonan di wilayah hutan atau alam liar. Berbagai ranting dan dedaunan yang sudah terpotong dan tergeletak di tanah akan ditinggalkan hingga mengering, sebelum akhirnya dibakar. Pembakaran lahan akan mengusir berbagai hama yang tidak diinginkan. Abu yang tersisa dari pembakaran juga akan menjadi nutrisi bagi tanah. Meski demikian, nutrisi yang tertinggal dari abu pembakaran hanya akan bertahan selama beberapa tahun, sebelum produktivitas menurun dan para petani harus meinggalkan lahan tersebut dan membuka yang baru. Sistem tebas bakar bukan hanya merusak hutan. Kebakaran tidak terkontrol juga mengancam desa.

  5. Eksploitasi tanah liat adalah penguasaan dan penggunaan untuk mengeruk dan memeras tanah liat untuk pembuatan gerabah.

  6. Usaha untuk menjalin interaksi dengan masyarakat sekitar untuk memupuk kerukunan

Interaksi pada masa saat ini:

  1. Sepeda motor dikendarai manusia sebagai alat transportasi sehari-hari. Penggunaan sepeda motor menyebabkan emisi gas buang berupa asap knalpot yang menyebabkan kerusakan lingkungan (polusi udara)
  2. Telepon genggam digunakan sebagai alat komunikasi yang mempermudah manusia dalam melakukan interaksi jarak jauh
  3. Penerapan rumah hijau (Green Home) merupakan konsep bangunan hijau yang sangat mengedepankan konsep Triple Bottom Line (Profit, Planet, People), yang memberikan manfaat secara ekonomi, mengurangi dampak negatif ke lingkungan, dan menjamin kesejahteraan dan kesehatan (Health and Wellbeing) penghuni yang beraktifitas di dalam bangunan. 
  4. Pembangunan perumahan untuk rekreasi di pegunungan akan menyebabkan  meningkatnya penyimpangan penggunaan lahan, dengan meningkatnya penyimpangan, kerapatan jumlah flora dan fauna akan menurun dan ketersediaan biomassa hutan semakin berkurang dan akan menyebabkan bencana longsor.
  5. Limbah ternak merupakan bahan organik yang baik untuk kesuburan tanah termasuk lahan persawahan.

Dengan demikian kegiatan interaksi pada masa praaksara yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 2, 4, dan 5. Sedangkan kegiatan interaksi pada masa kini yang berdampak negatif bagi lingkungan ditunjukkan pada nomor 1 dan 4.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

devenafriyanzah

Pembahasan tidak menjawab soal Jawaban tidak sesuai

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan pernyataan berikut! Berakhirnya masa praaksara di Indonesia terjadi sekira abad IV-V Masehi. Menurutmu, benar atau salah pernyataan di atas? Tuliskan pendapatmu!

1

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia