Iklan

Pertanyaan

Bagaimanakah daur hidup (perkembangbiakan) cacing hati ?

Bagaimanakah daur hidup (perkembangbiakan) cacing hati ? 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

03

:

04

:

45

Klaim

Iklan

F. Freelancer2

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Cacing hati termasuk dalam kelompok Platyhelminthes dan bersifat hermafrodit. Hermafrodit yaitu memiliki 2 sel gamet dalam satu tubuh yaitu sel gamet jantan dan sel gamet betina. Daur hidup cacing dimulai telur masuk ke dalam usus, hingga akhirnya keluar bersama feses inangnya. Pada tempat yang sesuai, teur yang fertil akan menetas menjadi larva bersilia disebut dengan mirasidium. Jika mirasidium ini masuk ke dalam tubuh siput Lymnaea maka mirasidium akan berubah menjadi bentuk oval dalam waktu 2 minggu yang disebut sporosista. Sporosista tidak bersilia, kemudian tumbuh dan akhirnya pecah menghasilkan larva kedua yang disebut redia. Redia masuk ke jaringan siput. Di dalam tubuh siput, redia akan tumbuh dan berkembang menjadi larva seperti berudu disebut serkaria. Serkaria meninggalkan tubuh siput dan membentuk sista. Serkaria akan menjadi metaserkaria jika menempel pada rumput dan tumbuhan air. Apabila metaserkaria ini termakan oleh hewan, maka metaserkaria akan pecah dan menempel pada duodenum hewan tersebut. Metaserkaria akan menembus dinding usus dan bersama aliran darah sampai ke inang hati inangnya. Di dalam hati inangnya, larva ini tumbuh menjadi cacing dewasa. Siklus pun berulang lagi.

Cacing hati termasuk dalam kelompok Platyhelminthes dan bersifat hermafrodit. Hermafrodit yaitu memiliki 2 sel gamet dalam satu tubuh yaitu sel gamet jantan dan sel gamet betina. Daur hidup cacing dimulai telur masuk ke dalam usus, hingga akhirnya keluar bersama feses inangnya. Pada tempat yang sesuai, teur yang fertil akan menetas menjadi larva bersilia disebut dengan mirasidium. Jika mirasidium ini masuk ke dalam tubuh siput Lymnaea maka mirasidium akan berubah menjadi bentuk oval dalam waktu 2 minggu yang disebut sporosista. Sporosista tidak bersilia, kemudian tumbuh dan akhirnya pecah menghasilkan larva kedua yang disebut redia. Redia masuk ke jaringan  siput. Di dalam tubuh siput, redia akan tumbuh dan berkembang menjadi larva seperti berudu disebut serkaria. Serkaria meninggalkan tubuh siput dan membentuk sista. Serkaria akan menjadi metaserkaria jika menempel pada rumput dan tumbuhan air. Apabila metaserkaria ini termakan oleh hewan, maka metaserkaria akan pecah dan menempel pada duodenum hewan tersebut. Metaserkaria akan menembus dinding usus dan bersama aliran darah sampai ke inang hati inangnya. Di dalam hati inangnya, larva ini tumbuh menjadi cacing dewasa. Siklus pun berulang lagi.   

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Cacing yang dalam daur hidupnya memiliki hospes perantara siput Lymnaea adalah ... (1) Lumbricus terestris (2) Trichinella spiralis (3) Taenia saginata (4) Fasciola hepatica

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia