Iklan

Iklan

Pertanyaan

Bagaimana pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ?

Bagaimana pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ?undefined 

Iklan

F. Freelancer6

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut adalah hidup di gua-gua tepi sungai atau di sekitar pantai, pola hidupnya masih berpindah-pindah (nomaden) bahkan sudah ada yang hidup semi menetap (sedenter), kemudian hidup dalam kelompok-kelompok kecil, dan terdapat pembagian tugas.

pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut adalah hidup di gua-gua tepi sungai atau di sekitar pantai, pola hidupnya masih berpindah-pindah (nomaden) bahkan sudah ada yang hidup semi menetap (sedenter), kemudian hidup dalam kelompok-kelompok kecil, dan terdapat pembagian tugas.undefined 

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pembagian corak kehidupan manusia pada masa pra aksara Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu Paleolithikum, Mesolithikum dan Neolithikum. Kehidupan manusia berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut masuk dalam masa Mesolithikum. Pada masa berburu dan meramu tingkat lanjut kehidupan manusia prasejarah sedikit lebih maju daripada masa sebelumnya namun kehidupan mereka masih tergantung pada alam. Pada masa ini, manusia hidup di alam terbuka bersama hewan dan tumbuhan. Untuk menghindari diri dari panas, hujan, dan bahaya, manusia tinggal di dalam gua tepi sungai atau di sekitar pantai. Di era modern, ditemukan beberapa lukisan di dalam gua yang merupakan hasil karya manusia purba. Mereka menggambar dirinya, aktivitasnya, dan buruannya. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat. Ini karena mereka sangat mengandalkan lingkungannya untuk mencari makan. Jika tempat yang mereka tinggali sudah kehabisan makanan, maka mereka akan pindah ke tempat lain. Sekitar 90 persen waktu dihabiskan untuk mencari makan. Namun secara perlahan mereka mulaimengenal adanya hidup semi menetap (sedenter). Di akhir masa ini mereka sudah mengenal bercocok tanam namun secara sederhana.Manusia tinggal dalam kelompok kecil, sekitar 10-15 orang. Hidup berkelompok dan berbagi makanan menguatkan hubungan antarmanusia dan membuat bertahan hidup lebih mudah. Laki-laki bertugas berburu. Sementara perempuan bertugas mengolah makanan, mengurus anak, dan mengajari anak cara meramu makanan. Alat-alat yang digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan sangat sederhana. Dengan demikian pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut adalah hidup di gua-gua tepi sungai atau di sekitar pantai, pola hidupnya masih berpindah-pindah (nomaden) bahkan sudah ada yang hidup semi menetap (sedenter), kemudian hidup dalam kelompok-kelompok kecil, dan terdapat pembagian tugas.

Pembagian corak kehidupan manusia pada masa pra aksara Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu Paleolithikum, Mesolithikum dan Neolithikum. Kehidupan manusia berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut masuk dalam masa Mesolithikum. Pada masa berburu dan meramu tingkat lanjut kehidupan manusia prasejarah sedikit lebih maju daripada masa sebelumnya namun kehidupan mereka masih tergantung pada alam. Pada masa ini, manusia hidup di alam terbuka bersama hewan dan tumbuhan. Untuk menghindari diri dari panas, hujan, dan bahaya, manusia tinggal di dalam gua tepi sungai atau di sekitar pantai. Di era modern, ditemukan beberapa lukisan di dalam gua yang merupakan hasil karya manusia purba. Mereka menggambar dirinya, aktivitasnya, dan buruannya.  Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat. Ini karena mereka sangat mengandalkan lingkungannya untuk mencari makan. Jika tempat yang mereka tinggali sudah kehabisan makanan, maka mereka akan pindah ke tempat lain. Sekitar 90 persen waktu dihabiskan untuk mencari makan. Namun secara perlahan mereka mulai mengenal adanya hidup semi menetap (sedenter). Di akhir masa ini mereka sudah mengenal bercocok tanam namun secara sederhana. Manusia tinggal dalam kelompok kecil, sekitar 10-15 orang. Hidup berkelompok dan berbagi makanan menguatkan hubungan antarmanusia dan membuat bertahan hidup lebih mudah. Laki-laki bertugas berburu. Sementara perempuan bertugas mengolah makanan, mengurus anak, dan mengajari anak cara meramu makanan. Alat-alat yang digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan sangat sederhana.  

Dengan demikian pola kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut adalah hidup di gua-gua tepi sungai atau di sekitar pantai, pola hidupnya masih berpindah-pindah (nomaden) bahkan sudah ada yang hidup semi menetap (sedenter), kemudian hidup dalam kelompok-kelompok kecil, dan terdapat pembagian tugas.undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

24

Mela Mukaromah

Pembahasan tidak lengkap

Carisaa

Jawaban tidak sesuai

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Tradisi masa berburu dan meramu tingkat sederhana ialah seperti di bawah ini, kecuali ....

6

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia