Kerajaan Sriwijaya lahir pada abad ke 7 Masehi. Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Hal ini tertera pada prasasti Kota Kapur yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung.
Letak dari Kerajaan Sriwijaya berada di Sumatera Selatan, tepatnya di Sungai Musi, Palembang. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang bercorak hindu.
Sejak abad ke-7, di Kerajaan Sriwijaya telah tumbuh dan berkembang agama Buddha. Hingga abad ke-11, Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara. Para biksu Buddha dari negara-negara di Asia bagian timur yang hendak berkunjung ke pusat agama Buddha di India (Nalanda) dalam perjalanannya singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mempelajari agama Buddha sebagai persiapan.
Hal ini tercatat dalam catatan perjalanan Yi Jing, seorang bhiksu dari Cina yang menjelaskan bahwa pada saat itu ia berkunjung ke Sriwijaya pada tahun 673 Masehi. Di dalam catatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pada saat itu agama buddha sangat berkembang pesat di Kerajaan Sriwijaya. Banyak para bhiksu yang belajar agama disana.
Dengan demikian, perkembangan agama Buddha di Kerajaan Sriwijaya berkembang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan adanya catatan perjalanan bhiksu dari Cina, Yi Jing yang menjelaskan banyaknya para bhiksu yang belajar ajaran agama di Kerajaan Sriwijaya.