Revolusi Rusia menambah ideologi baru di dunia. Ideologi tersebut adalah ideologi komunis. Vladimir Lenin merupakan orang yang mempraktikkan ajaran Karl Marx atau Marxisme di kehidupan nyata. Maka dari itu, ajarannya disebut komunis yang berasal dari kata "komunal" atau bersama.
Ideologi komunis berdampak cukup signifikan dan memengaruhi gerakan nasionalisme di dunia. Gerakan nasionalisme di dunia yang mendapat pengaruh ideologi komunis, di antaranya gerakan nasionalisme Tiongkok, Kamboja, dan Korea Utara. Bahkan, dalam pergerakan nasional di Indonesia juga mendapat pengaruh komunis tersebut. Partai Komunis Hindia Belanda didirikan pada tahun 1914 oleh Henk Sneevliet dengan nama lndische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda yang nantinya berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia.
Ideologi komunis nantinya juga akan memecah negara-negara di dunia ke dalam blok-blok sesuai dengan ideologi yang dianutnya, yakni Blok Barat (liberalisme) dan Blok Timur (komunisme). Pemisahan dunia berdasarkan blok-blok tersebut menandai terjadinya Perang Dingin. Hingga saat ini, ideologi komunis masih diterapkan di beberapa negara, misalnya Tiongkok dan Korea Utara.
Dengan demikian, dampak ideologi komunis pasca-Revolusi Rusia terhadap dunia memengaruhi gerakan nasionalisme di dunia seperti gerakan nasionalisme Tiongkok, Kamboja, dan Korea Utara. Selain itu, ideologi komunis nantinya juga akan memecah negara-negara di dunia ke dalam blok-blok sesuai dengan ideologi yang dianutnya, yakni Blok Barat (liberalisme) dan Blok Timur (komunisme) yang menandai terjadinya Perang Dingin.