Berikut adalah cara pencegahan korosi besi dengan prinsip sel elektrokimia:
Galvanisasi
Galvanisasi yaitu melapisi logam dengan seng contohnya atap seng. Lapisan seng (Zn) dapat mencegah kontak langsung logam dengan oksigen dan air. Disamping itu, Zn yang teroksidasi menjadi
dapat bereaksi lebih lanjut dengan
di udara membentuk lapisan oksida
yang sangat kuat. Apabila lapisan Zn tergores, Zn masih dapat melindungi besi karena Zn (E°= -0,76 V) lebih mudah teroksidasi dibanding Fe (E°= -0,44 V). Contoh cara mencegah korosi dengan teknik ini adalah pada besi penopang untuk konstruksi bangunan dan jembatan.
Elektroplating
Elektroplating adalah pelapisan logam dengan logam lain menggunakan metode elektrolisis. Sebagai contoh, pelapisan dengan logam nikel (veernikel), krom (contohnya: kran air), timah (misalnya kaleng makanan), dan timbal (contohnya pipa air minum).
Pelapisan Krom (Cr)
Lapisan Cr mencegah kontak langsung logam dengan oksigen dan air. Di samping itu, Cr teroksidasi membentuk lapisan oksida
yang sangat kuat sehingga dapat melindungi logam Fedi bawahnya. Apabila tergores, lapisan Cr masih dapat melindungi besi karena Cr (E°= -0,74V) lebih mudah teroksidasi dibanding Fe (E°= -0,44 V).
Pelapisan Timah (Sn)
Lapisan Sn dapat mencegah kontak langsung logamdengan oksigen dan air. Akan tetapi, Sn (E°= -0,14 V) kurang reaktif dibanding Fe (E°= -0,44 V). Jadi, apabila lapisan Sn tergores, maka besi di bawahnya mulai korosi.
Perlindungan katodik
Perlindungan katodik dilakukan dengan cara menghubungkan logam yang akan dilindungi dengan logam lain yang mempunyai potensial elektrode yang sangat rendah (biasanya Mg). Ketika terjadi oksidasi, logam yang dilindungi akan segera menarik elektron dari logam pelindung sehingga oksidasi akan berlangsung pada logam pelindung tersebut. Oleh karena logam pelindung teroksidasi, maka lama-kelamaan dapat habis dan harus selalu diganti dengan yang baru secara periodik.
Jadi, jawaban sesuai dengan uraian di atas.