Iklan
Pertanyaan
Bacalah teks cerita di bawah ini!
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah.
Pada suatu hari, petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya untuk mencari ikan. Beberapa saat kemudian, kail yang dilemparkannya nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang karena ikan yang didapatkannya sangat besar. Namun, ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan, Pak!! Biarkan aku hidup,” teriak ikan itu. Tanpa banyak tanya, ikan tersebut akhirnya ia kembalikan lagi ke dalam air. Petani itu tambah terkejut ketika melihat seorang wanita cantik yang ada di dekatnya.
“Jangan takut, Pak! Aku tidak akan menyakiti kamu,” kata si ikan. “Siapa kamu?” tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk karena melanggar aturan kerajaan,” jawab wanita itu. “Terima kasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu dan sebagai imbalannya, aku bersedia menjadi istrimu. Namun, ada sebuah syarat bahwa kau tidak boleh menceritakan asal-usul diriku karena jika kau melanggar akan ada petaka dahsyat. Petani pun akhirnya menyetujui perjanjian tersebut.
Akhirnya mereka menikah dan dikarunia seorang anak. Anak tersebut selalu merasa lapar dan tidak pernah merasakan kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari sang anak diperintahkan ibunya untuk membawakan makanan untuk ayahnya, tetapi saat diperjalanan makanan itu ia santap tanpa sisa. Ketika sudah kenyang ia pun tertidur. Sang ayah yang sudah lapar akhirnya berjalan untuk pulang ke rumah, tetapi di sebuah gubuk sang ayah menemukan anaknya yang sedang tertidur pulas. Sang ayah membangunkannya dan bertanya di manakah makanan untuk dirinya. Ia pun menjawab bahwa makanannya sudah habis. Tanpa pikir panjang, sang ayah kesal dengan anaknya lalu mengeluarkan kata-kata kasar. “ Dasar anak rakus, dasar anak tak tau diuntung, dasar anak ikan!”
Setelah petani mengeluarkan kata-kata tersebut, seketika itu juga sang anak dan ibunya lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan membentuk sebuah telaga seperti danau. Danau tersebut dinamakan Danau Toba.
Isi teks cerita tersebut adalah menceritakan tentang ….
asal-usul Danau Toba
rakusnya seorang anak yang membuat ayahnya menjadi murka
seorang petani yang menyelamatkan seekor ikan
kehidupan petani yang menikah dengan putri ikan
Iklan
M. Robo
Master Teacher
3
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia