Iklan
Pertanyaan
Bacalah kutipan novel berikut!
Pada keesokan harinya, armada laut para pejabat itu berlayar dan menjemput miring-iringan kora-kora dan juanda Pangeran Ternate yang disertai sepuluh julu-julu menyelam ahli dari Kepulauan Moyau dan Tofure yang khusus didatangkan dari jauh arah Sulawesi sana; dipimpin oleh juanga-bendera dengan panji-panji kencana sang Jou Ma Ngofa Kaicil Juanga Murari bergelar Daulat Gamu-Lamo. Di pintu teluk Kao, iring-iringan kapal-kapal para pejabat yang menyambut itu menyatakan penghormatan dengan upacara Bailele, yakni tiga kali mengitari juanga yang ditumpangi Jaou-ma Ngofa. Paduka Ngofa Manjira dari Jailolo dan Paduka Sangaji-Besar dari Bo-eng naik; ke juanga-bendera sang Pangeran, bersembah dan sesudah upacara pendek menyambut putra sultan itu dipenuhi, maka berangkatlah rombongan menuju ke ibu kota Bo-eng untuk berpesta pembukaan dahulu di rumah Sangaji-Besar.
Dikutip dari: Y.B. Mangunwijaya, Ikan-Ikan Hiu, Ioo, Hama (Sebuah Novel Sejarah), Jakarta, Kompas, 2015
Nilai sosial budaya dalam kutipan novel tersebut adalah...
Kedatangan para pejabat disambut dengan penghormatan besar.
Para pejabat berlayar dan menjemput iring-iringan kora-kora dan juanga.
Rombongan pejabat menuju ke ibu kota Bo-eng untuk berpesta pembukaan.
Kora-kora dan juanga Pangeran Ternate didatangkan dari jauh arah Sulawesi
Penghormatan putra Sultan oleh para pejabat dengan upacara Bailele.
Iklan
M. Rozalina
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Jambi
1
3.7 (4 rating)
Dewadonnie
Jawaban tidak sesuai
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia