Iklan
Pertanyaan
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat!
Perhiasan Bumi
Karya: Korrie Layun Rampan
Tetapi, itulah hari naas bagi kami. Hari neraka bagi aku dan saudara-saudaraku. Hari neraka bagi ayah ibu. Ternyata ayah ibu tidak kembali napas di dada, tetapi nama bersama remuk redam. Ayah ibu telah menjadi korban lalu lintas kota Jakarta. Saat sepeda motor ayah akan dibelokkan ke arah kanan, ke kantor tempat ayah harus menerima surat pengangkatan itu, sebuah truk melaju dan menabrak kendaraan yang dikendarai ayah.
....
Kukuatkan hati, kukuatkan jiwa adik-adikku. Saat liang lahat ditutup dengan tanah merah terakhir dan di saat bunga ditaburkan tanda usainya pemakaman, tahulah aku bahwa aku tidak bermimpi. Kami telah menjadi anak-anak yatim piatu dan kami harus bisa melangkah sendiri.
Amanat dalam penggalan teks tersebut adalah ...
Tabahlah menjalani hidup walau seberat apa pun.
Terimalah takdir dengan melupakannya karena ketentuan.
Takdir memang tidak bisa diubah sehingga pasrah lebih bagus.
Jadilah manusia yang selalu bersyukur terhadap keadaan.
Kenyataan hidup yang pahit dapat kita hindari dengan tawakal.
Iklan
R. Trihandayani
Master Teacher
2
5.0 (1 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia