Roboguru
SD

Bacalah kutipan cerpen berikut Aku membuka penutup harapanku yang ditutupi sehelai koran. Mataku menatap tajampada tulisan d koran yang berminyak itu. Kutemukan tulisan yang sangat menarik: Pendaftaran Mahasiswa Calon Dokter. Sontak aku pun membaca iklan tersebut dengan teliti. Tanpa terasa aku sangat bahagia membacanya, entah kenapa aku rasa ini merupakan kesempatanku mewujudkan mimpi tersebut. Aku simpan koran kecil itu di dalam buku harian biruku. Suatu saat Pak Ad, atasanku, menemuiku dan menyuruhku ke rumahnya sepulang kerja. Aku bertanya-tanya sebenarnya ada apa. Maung kin aku mendapat surat dari ibu atau aku akan dipecat Ada apa ya, Pak? Kenapa Bapak memang- ggl saya? tanyaku gugup. Begini, Leni. Apa ini milikku? tanya Pak Adi sambil memperlihatkan buku kecil berwarna 1 ya, Pak, jawabku semakin gugup karena penuh tanya mengapa buku harianku bisa berada di tangan Pak Ad Kemarin Bapak menemukannya di ruang sarapan. Dan Bapak menemukan namamu d sana. Bapak berniat mongembalkannya sewa- yang. jelas Pak Adi Terima kasih banyak, Pak. Mungkin kemarin saya lupa membawanya Oh, ya, maafkan Bapak kalau Bapak lan yang membaca buku harianmu. Bapak sangat penasaran dengan isinya, ujar Pak Adi yang membuatku makin kaget. Eh, tidak apa-apa, Pak, jawabku singkat. Begini, Gen, selain ingin mengembalikan bukumu yang ketinggalan, Bapak juga ingin membicarakan sesuatu, jelas Pak Adi kepadaku. Bapak sempat membaca mimpimu ingin menjadi dokter.Bapak juga membaca koran kecil yang kausimpan, dan semua kekhawatiranmu, Gen. Bapak ingin kamu ikut mendaftar untuk itu. Masalah uang, kamu tidak usah khawatir, biar Bapak yang mengurusnya. Masalah ayahmu uga akan Bapak urus secepatnya, yang penting aku besok harus mendaftar, Gen, ujar Pak Adi yang membuatku tak lagi mampu berkata-kata. Aku terasa bermimpi saat itu. Hanya kata-kata terima kas yang aku ucapkan bertubi-tubi pada Pak Adi. Mungkin Tuhan menjawab doa- aku selama ini melalui Pak Adi. Terima kasih a Tuhan. Sumbar, 3 November 2018 Amanat yang dapat dipetik dari kutipan cerpen ersebut adalah

Pertanyaan

Bacalah kutipan cerpen berikut Aku membuka penutup harapanku yang ditutupi sehelai koran. Mataku menatap tajampada tulisan d koran yang berminyak itu. Kutemukan tulisan yang sangat menarik: Pendaftaran Mahasiswa Calon Dokter. Sontak aku pun membaca iklan tersebut dengan teliti. Tanpa terasa aku sangat bahagia membacanya, entah kenapa aku rasa ini merupakan kesempatanku mewujudkan mimpi tersebut. Aku simpan koran kecil itu di dalam buku harian biruku. Suatu saat Pak Ad, atasanku, menemuiku dan menyuruhku ke rumahnya sepulang kerja. Aku bertanya-tanya sebenarnya ada apa. Maung kin aku mendapat surat dari ibu atau aku akan dipecat Ada apa ya, Pak? Kenapa Bapak memang- ggl saya? tanyaku gugup. Begini, Leni. Apa ini milikku? tanya Pak Adi sambil memperlihatkan buku kecil berwarna 1 ya, Pak, jawabku semakin gugup karena penuh tanya mengapa buku harianku bisa berada di tangan Pak Ad Kemarin Bapak menemukannya di ruang sarapan. Dan Bapak menemukan namamu d sana. Bapak berniat mongembalkannya sewa- yang. jelas Pak Adi Terima kasih banyak, Pak. Mungkin kemarin saya lupa membawanya Oh, ya, maafkan Bapak kalau Bapak lan yang membaca buku harianmu. Bapak sangat penasaran dengan isinya, ujar Pak Adi yang membuatku makin kaget. Eh, tidak apa-apa, Pak, jawabku singkat. Begini, Gen, selain ingin mengembalikan bukumu yang ketinggalan, Bapak juga ingin membicarakan sesuatu, jelas Pak Adi kepadaku. Bapak sempat membaca mimpimu ingin menjadi dokter.Bapak juga membaca koran kecil yang kausimpan, dan semua kekhawatiranmu, Gen. Bapak ingin kamu ikut mendaftar untuk itu. Masalah uang, kamu tidak usah khawatir, biar Bapak yang mengurusnya. Masalah ayahmu uga akan Bapak urus secepatnya, yang penting aku besok harus mendaftar, Gen, ujar Pak Adi yang membuatku tak lagi mampu berkata-kata. Aku terasa bermimpi saat itu. Hanya kata-kata terima kas yang aku ucapkan bertubi-tubi pada Pak Adi. Mungkin Tuhan menjawab doa- aku selama ini melalui Pak Adi. Terima kasih a Tuhan. Sumbar, 3 November 2018 Amanat yang dapat dipetik dari kutipan cerpen ersebut adalah

  1. Jangan mendahulukan kepentingan pribadi

  2. Jangan meminta-minta sesuatu yang bukan

  3. jangan pernah lupa untuk berdoa dan berharap kepada Tuhan yang selalu memberi segalanya yang diinginkan.

  4. Jangan berhenti berusaha mendapatkan sesuatu yang diinginkan

M. Rozalina

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Jambi

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Jawaban: C

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca berupa nilai- nilai luhur yang dapat dijadikan contoh atau teladan. Amanat disampaikan pada akhir cerita bahwa Mungkin Tuhan menjawab doa-doaku selama ini melalui Pak Adi. Terima kasih ya, Tuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka amanat dari cerita tersebut yaitu agar jangan pernah lupa untuk berdoa dan berharap kepada Tuhan yang selalu memberi segalanya yang diinginkan.

71

0.0 (0 rating)

Pertanyaan serupa

Bacalah kutipan cerita anak berikut! Hati Sandra merasa sangat sebal kepada Winda karena ulah Winda yang sangat menjengkelkan. Namun, hatinya juga selalu bertanya-tanya tentangan mengapa tidak memaaf...

41

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia