Jawaban pertanyaan tersebut adalah puisi lama tersebut merupakan gurindam yang berisi nasihat hidup.
Gurindam adalah puisi lama yang berisi nasihat atau sindiran. Gurindam mengandung ajaran atau nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri gurindam adalah sebagai berikut.
- Setiap bait terdiri atas dua baris.
- Jumlah suku kata dalam tiap barisnya adalah 10-14 suku kata.
- Berima a-a.
- Baris pertama berisi sebab.
- Baris kedua berisi akibat. Dalam baris ini dapat diketahui maksud isi dalam gurindam.
Langkah-langkah menentukan isi dalam gurindam adalah sebagai berikut.
- Membaca gurindam dengan cermat.
- Memaknai kata-kata dalam setiap larik gurindam. Menganalisis arti kata dalam tiap lariknya.
- Mencermati baris kedua karena dalam baris ini dapat diketahui maksud isinya.
- Menentukan maksud isi yang terkandung dalam gurindam.
Berikut analisis tiap bait gurindam tersebut.
Kurang pikir, kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Bait pertama berisi bahwa manusia yang kurang teliti akan merugi.
Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa
Bait kedua berisi bahwa manusia perlu berpikir dahulu sebelum bicara untuk menghindari pertengkaran.
Jika kena penyakit kikir
Sanak saudara lari menyindir
Bait ketiga berisi bahwa manusia perlu mejauhi sikap kikir agar tidak dibenci keluarga dan kerabat.
Orang malas jatuh sengsara
Orang rajin banyak saudara
Bait keempat berisi bahwa manusia yang malas akan kesulitan dan orang rajin akan memiliki banyak kerabat.
Barang siapa berbuat jasa
Mulia namanya segenap masa
Bait kelima berisi bahwa seseorang yang berbuat kebaikan akan selalu diingat sepanjang masa.
Dapat disimpulkan, gurindam tersebut mengandung nasihat.
Dengan demikian, isi dari puisi di atas adalah nasihat tentang hidup agar menjadi seseorang yang teliti dalam berpikir, menjaga lisan, tidak pelit, tidak malas, dan selalu berbuat kebaikan.