Iklan

Iklan

Pertanyaan

Bacalah cerita berikut.


Portal Purbakala

    Namaku Agil. Remaja biasa yang suka petualangan. Ke mana pun aku pergi, di situlah petualanganku dimulai, seperti saat aku di Pulau Lombok.

    "Bu, aku mau jalan-jalan di sekitar sini,” pamitku kepada ibu selesai menyiapkan peralatan petualang yang biasa kubawa. Setelah diberi izin lbu, aku pergi. 

    Keluar penginapan, aku langsung berbelok ke arah pantai. Ku pikir akan sangat seru jika menjelajah pantai hingga senja tiba. Aku berjalan ke arah tebing pantai yang terlihat indah dari kejauhan. Ada sesuatu. Aku sedikit mempercepat langkahku saat melihat sebuah gua di tebing pinggir pantai. Pintu gua itu tertutup ranting kering dan akar jalar. Di sampingnya ada palang kayu bertuliskan "Dilarang Masuk!".

    Awalnya aku sedikit gentar dengan larangan itu. Akan tetapi, aku ini seorang petualang. Apa aku setakut  ini? Perlahan  aku  maju. Saat kakiku  melangkah  mendekati  pintu  gua, tiba-tiba palang kayu larangan di samping pintu gua itu miring. Pintu gua terbuka. Ada setitik cahaya. Aku mendekat. Lalu, "Aaaaaaaaaa!!!" teriakku kencang. Aku seolah tersedot masuk dalam cahaya itu. 

    "Whuuuzz!" badanku terpelanting nyaris saja membentur akar pohon besar. Lenganku tergores tanaman berduri. Kubenarkan posisiku untuk duduk bersandar di akar pohon. Masih pusing, kupukul-pukul kepalaku untuk menyadarkan diri. Kesadaranku perlahan kembali meski masih ada sedikit pening. Aku pun mencoba berdiri sambil berpegangan pada pohon. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri sambil merontokkan tanah yang mengotori pakaian dan tubuh. 

    "Di mana ini sebenarnya?" tanyaku masih penasaran dan terheran-heran dengan keadaan di sekeliling. Segalanya terlihat aneh: tumbuhannya, hewannya, bahkan hawanya. Semakin jauh aku masuk ke hutan itu, terlihat kepulan asap. Lamat­-lamat juga terdengar bunyi benturan batu. Sepertinya ada tanda kehidupan. Segera aku menuju sumber suara itu.

    Memang benar, ada penghuni selain diriku di hutan ini. Aku melihat seorang dewasa memukul-mukul batu. Di sisi lainnya, aku melihat seorang anak laki-laki seusiaku sedang memanggang daging. 

    "Huaaaaaa!" seseorang mengagetkanku. Kukira, mereka mengetahui kedatanganku. Aku terkejut dan langsung lari untuk bersembunyi di balik pohon besar tadi. Tanpa kusadari, di balik pohon itu juga ada seseorang yang mengadang dengan membawa gada dari batu. Kembali aku terkejut, tetapi tidak langsung lari seperti tadi. Aku justru bergeming. Rasanya aku sudah berubah seperti mayat. Pucat.

    Sebelum aku limbung, seseorang yang tadi menepuk tangan di depan mukaku. Segera kesadaranku kembali dan menjadi histeris, "Aaaaaa!" Sedikit takut memang, kalau-kalau mereka akan memakanku. Mereka mendekat. Mereka berkeliling memandangiku. Mereka diam, lalu saling menoleh dan menganggukkan kepala. Apa artinya itu? Apa aku akan diculik? Atau justru aku benar-benar akan dimakan? Mereka semakin mendekat, aku mundur.

    "Kau manusia masa kini?" tanya orang dewasa pembawa gada itu tiba-tiba. la mencopot kostum dan topeng yang dikenakannya. Tadi, ia memang tampak seperti manusia purba. 

    "Ka, ka, kau bisa berbahasa sepertiku?" tanyaku sedikit tergagap. Mereka mengangguk dan mengajak berjabat tangan. Tanganku gemetar, tetapi kujabat juga akhirnya. "Aku Agil. Sebelum ke sini, aku berada di tahun 2018”

    "Kenalkan, namaku Yos. lni ayahku, Tuan Galdi. Kami berasal dari tahun 3018" kata anak lelaki seumuranku itu. 

    Aku menganga Iebar karena terkejut. Kalau mereka dari masa depan, berarti aku ini nenek moyang mereka. Memikirkan hal tersebut, aku menahan senyum. 

    "Lalu, mengapa kalian berdandan seperti manusia purba?" tanyaku penasaran 

    "ltu karena kami tidak ingin mengejutkan manusia purba sesungguhnya. Di sini, kita adalah makhluk asing. Mereka akan agresif jika menemukan makhluk atau benda asing. Bisa-bisa, kita juga dianggap mangsanya” jelas Tuan Galdi. 

    Belum lama kami berbicara, tiba-tiba bumi berguncang. Langit bergemuruh. 

    "Kita harus pergi sekarang!" kata Tuan Galdi. "Meski pun kita tidak benar-benar berada di zaman ini, bencana ini tetap nyata dan dapat mengancam nyawa kita. Maka dari itu, kita  harus melarikan  diri. Cepat, Yos, Agil!"

    Ternyata, aku adalah seorang penjelajah waktu seperti mereka. Seorang penjelajah waktu seperti kami hanya melakukan perjalanan jiwa. Apapun yang kami alami saat menjelajah waktu akan berdampak pada raga kami di dunia nyata.

    "Kita akan berlari kemana, Tuan Galdi? Jika tidak ada tujuan, kita tidak akan selamat,” seruku khawatir.

    "Kita harus menemukan portal purbakala, Agil. Kemarin aku telah menemukan letaknya. Kurasa lumayan jauh dari tempat kita” kata Tuan Galdi. 

    Tuan Galdi berlari di depan. Aku dan Yos di belakangnya hampir kehilangan tenaga. Berapa lama lagi kami harus berlari, aku tidak tahu. Sementara itu, langit semakin rajin bergemuruh dan menjadi benar-benar gelap. Tiba-tiba gunung di belakang kami meletus. Tak ingin dilahap lahar panas, aku dan Yos kembali berlari. 

    Di depan, kulihat Tuan Galdi melambaikan tangan. Sepertinya, portal itu sudah ditemukan. Kulihat dari kejauhan, portal itu berupa tengkorak dinosaurus yang menganga. Tuan Galdi berteriak, "Cepat, Nak. Portal  ini akan segera hilang”.

    Kakiku semakin lemah, sedangkan Yos sudah lebih dekat dengan ayahnya. Lalu, bagaimana denganku? Bagaimana jika portal itu hilang sebelum aku memasukinya? Hampir aku limbung karena Ielah, Tuan Galdi meraih tanganku dan menggendongku di punggungnya menuju portal. 

    "Pada hitungan ketiga, teriakkan tempatmu berasal sebelum sampai sini,” jelas Tuan Galdin singkat.

    "Lomboooook!" teriakku sekencang-kencangnya.

    "lya, iya. Kita sekarang ada di Lombok. Sebegitu tidak percayanya diajak liburan ke Lombok" sahut lbu dari belakangku. "Kamu sedang apa teriak-teriak "Lombok" di depan gua? Berisik tau!"space 

Apa yang terjadi setelah tokoh mengalami peristiwa tersebut?

Apa yang terjadi setelah tokoh mengalami peristiwa tersebut?space 

Iklan

E. Iga

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Teks cerita fantasi adalah sebuah teks cerita yang ditulis dengan menggunakan daya imajinasi atau karangan belaka. Struktur dalam teks cerita fantasi sebagai berikut: Orientasi: berisi perkenalan awal tentang tokoh dan latar cerita. Komplikasi: berisi masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita. Resolusi: berisi penyelesaian dari masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita. Koda: akhir atau pesan cerita (bersifat opsional). Berdasarkan kutipan: "Pada hitungan ketiga, teriakkan tempatmu berasal sebelum sampai sini,” jelas Tuan Galdin singkat. "Lomboooook!" teriakku sekencang-kencang nya. "lya, iya. Kita sekarang ada di Lombok. Sebegitu tidak percayanya di ajak liburan ke Lombok” sahut lbu dari belakangku. "Kamu sedang apa teriak-teriak "Lombok" di depan gua? Berisik tau!" Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi setelah tokoh mengalami hal tersebut yaitu ternyata semua peristiwa yang dialami oleh tokoh hanyalah sebuah mimpi atau khayalan belaka.

Teks cerita fantasi adalah sebuah teks cerita yang ditulis dengan menggunakan daya imajinasi atau karangan belaka. Struktur dalam teks cerita fantasi sebagai berikut:

  1. Orientasi: berisi perkenalan awal tentang tokoh dan latar cerita.
  2. Komplikasi: berisi masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita.
  3. Resolusi: berisi penyelesaian dari masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita.
  4. Koda: akhir atau pesan cerita (bersifat opsional).


Berdasarkan kutipan:

    "Pada hitungan ketiga, teriakkan tempatmu berasal sebelum sampai sini,” jelas Tuan Galdin singkat.
    "Lomboooook!" teriakku sekencang-kencang nya.
 "lya, iya. Kita sekarang ada di Lombok. Sebegitu tidak percayanya di ajak liburan ke Lombok” sahut lbu dari belakangku. "Kamu sedang apa teriak-teriak "Lombok" di depan gua? Berisik tau!" 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi setelah tokoh mengalami hal tersebut yaitu ternyata semua peristiwa yang dialami oleh tokoh hanyalah sebuah mimpi atau khayalan belaka.space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Nilai moral dalam cerita fantasi tersebut adalah ...

15

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia