Iklan

Pertanyaan

Apa saja yang harus disiapkan penderita gagal ginjal ketika hendak melakukan cuci darah?

Apa saja yang harus disiapkan penderita gagal ginjal ketika hendak melakukan cuci darah?space space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

02

:

09

:

33

Iklan

A. Agustina

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Padjadjaran

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Persiapan untuk cuci darah dimulai beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelum prosedur pertama. Untuk memudahkan akses ke aliran darah, dokter bedah akan membuat akses vaskular. Akses tersebut menyediakan mekanisme agar sejumlah kecil darah dikeluarkan dengan aman dari sirkulasi dan kemudian dikembalikan pada pengidapnya agar proses cuci darah berjalan. Akses bedah membutuhkan waktu untuk pulih sebelum pengidapnya memulai perawatan hemodialisis. Ada tiga jenis akses, yakni: Fistula arteri-vena (cimino) , saluran buatan yang menghubungkan arteri dan vena. Akses ini merupakan akses pembuluh darah yang paling sering disarankan karena keamanan dan efektivitasnya lebih baik dibandingkan dengan jenis akses lainnya. Cangkok arteri-vena , dilakukan dengan menyambungkan arteri dan vena dengan menambahkan selang sintetis yang fleksibel. Metode akses ini dilakukan jika pembuluh darah pasien terlalu kecil sehingga sulit untuk dibentuk fistula. Kateter , biasanya menjadi pilihan terakhir dan digunakan dalam jangka waktu tertentu. Kateter dapat dimasukkan ke dalam vena besar di leher pengidap atau di dekat pangkal paha. Kateter bersifat sementara.

Persiapan untuk cuci darah dimulai beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelum prosedur pertama. Untuk memudahkan akses ke aliran darah, dokter bedah akan membuat akses vaskular. Akses tersebut menyediakan mekanisme agar sejumlah kecil darah dikeluarkan dengan aman dari sirkulasi dan kemudian dikembalikan pada pengidapnya agar proses cuci darah berjalan. Akses bedah membutuhkan waktu untuk pulih sebelum pengidapnya memulai perawatan hemodialisis. Ada tiga jenis akses, yakni:

  1. Fistula arteri-vena (cimino), saluran buatan yang menghubungkan arteri dan vena. Akses ini merupakan akses pembuluh darah yang paling sering disarankan karena keamanan dan efektivitasnya lebih baik dibandingkan dengan jenis akses lainnya.
  2. Cangkok arteri-vena, dilakukan dengan menyambungkan arteri dan vena dengan menambahkan selang sintetis yang fleksibel. Metode akses ini dilakukan jika pembuluh darah pasien terlalu kecil sehingga sulit untuk dibentuk fistula.
  3. Kateter, biasanya menjadi pilihan terakhir dan digunakan dalam jangka waktu tertentu. Kateter dapat dimasukkan ke dalam vena besar di leher pengidap atau di dekat pangkal paha. Kateter bersifat sementara.space space 

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!