Roboguru

Analisislah struktur fisik puisi tersebut!

Analisislah struktur fisik puisi tersebut!undefined  

  1. ...undefined  

  2. ...undefined  

Jawaban:

Struktur fisik puisi terdiri dari : 

  1. Diksi. Diksi merupakan pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. 
  2. Imaji.lmaji merupakan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
  3. Kata konkret. Kata konkret merupakan kata yang dapat ditangkap dengan indra yang memungkinkan munculnya imaji.
  4. majas. bahasa yang mengandung kias. 
  5. Rima. merupakan persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, maupun akhir baris puisi.
  6. Tipografi.  tatanan kata, kalimat, larik, dan bait dalam puisi. 

Struktur fisik pada puisi krawang-bekasi :

  1. Diksi. pilihan kata yang dipakai terkesan sederhana namun menyiratkan banyak makna. Chairil lebih menekankan pilihan kata yang biasa dipakai dalam bahasa sehari-hari atau ragam lisan. Misalnya penggunaan kata “bisa” alih-alih menggunakan kata “dapat” atau kata “tapi” yang pada ragam tulis seharusnya menjadi “tetapi”. Seperti pada larik Tidak bisa teriak"Merdeka" dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami.
  2. Imaji. Imaji yang didapat dengan membaca puisi Karawang-Bekasi adalah kesedihan dan ratapan. Penyair seolah mengajak pembaca untuk terus mengenang dan merasakan. seperti pada larik Kenang, kenanglah kami.  
  3. Kata konkretkata yang berhubungan dengan imaji atau pencitraan antara lain “tulang-tulang” dan “teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata”. Chairil menggambarkan pahlawan kemerdekaan yang gugur dalam medan perang sebagai “tulang-tulang”. Sementara Karawang-Bekasi menggambarkan kuburan mereka. Pahlawan tersebut gugur setelah berjuang. Kata “teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata” menggambarkan perjuangan mereka.
  4. Majas. Chairil menggunakan majas ironi dalam kalimat “Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi”. Bicara dalam hening menjadi ironi karena keduanya bertentangan. Sedangkan majas eufimisme ditemukan dalam kata “kami cuma tulang-tulang berserakan”.
  5. Rima. Rima dalam puisi Karawang-Bekasi beragam, tetapi didominasi rima dengan huruf akhir (i). 
  6. Tipografi. Puisi Karawang-Bekasi pada kutipan di atas terdiri dari satu baik yang berisi delapan larik. space 

 

0

Ruangguru

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved