Roboguru

Akibat Amangkurat 1 mengadakan perjanjian dengan VOC di Mataram telah menyulut pemberontakan, seperti pemberontakan?

Pertanyaan

Akibat Amangkurat 1 mengadakan perjanjian dengan VOC di Mataram telah menyulut pemberontakan, seperti pemberontakan?

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Raden Trunojoyo adalah seorang bangsawan Madura yang pernah melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram. Pemberontakan Raden Trunojoyo berujung pada pertempuran melawan Belanda, karena Amangkurat I bersekutu dengan penjajah tersebut. Dimana pemberontakan berawal setelah Sultan Agung wafat. Pemerintahan Mataram dipegang oleh Amangkurat I, yang memerintah dengan keras dan menjalin persekutuan dengan VOC. Hal ini menimbulkan gelombang ketidakpuasan pada kerabat istana dan para ulama, yang ditindak dengan tegas oleh Amangkurat I. Pertentangan yang sedemikian hebat antara Amangkurat I dan para ulama bahkan akhirnya berujung pada penangkapan, sehingga banyak ulama dan santri dari wilayah kekuasaan Mataram dihukum mati. Ketidakpuasan terhadap Amangkurat I juga dirasakan putra mahkota yang bergelar Pangeran Adipati Anom. Namun Adipati Anom tidak berani memberontak secara terang-terangan. Diam-diam ia meminta bantuan Raden Kajoran alias Panembahan Rama, yang merupakan ulama dan termasuk kerabat istana Mataram. Raden Kajoran kemudian memperkenalkan menantunya, yaitu Trunojoyo putra Raden Demang Melayakusuma sebagai alat pemberontakan Adipati Anom. Trunojoyo dengan cepat berhasil membentuk laskar dari rakyat Madura yang tidak menyukai penjajahan Mataram. Laskar Madura pimpinan Trunojoyo, kemudian juga bekerjasama dengan Karaeng Galesong, pemimpin kelompok pelarian warga Makassar pendukung Sultan Hasanuddin yang telah dikalahkan VOC. Kelompok tersebut berpusat di Demung, Panarukan. Mereka setuju untuk mendukung Trunojoyo memerangi Amangkurat I dan Mataram yang bekerja sama dengan VOC. Trunojoyo bahkan mengawinkan putrinya dengan putra Karaeng Galesong untuk mempererat hubungan mereka. Selain itu, Trunojoyo juga mendapat dukungan dari Panembahan Giri dari Surabaya yang juga tidak menyukai Amangkurat I karena tindakannya terhadap para ulama penentangnya. Di bawah pimpinan Trunojoyo, pasukan gabungan orang-orang Madura, Makassar, dan Surabaya berhasil mendesak pasukan Amangkurat I. Kemenangan demi kemenangan atas pasukan Amangkurat I menimbulkan perselisihan antara Trunojoyo dan Adipati Anom. Trunojoyo diperkirakan tidak bersedia menyerahkan kepemimpinannya kepada Adipati Anom. Pasukan Trunojoyo bahkan berhasil mengalahkan pasukan Mataram di bawah pimpinan Adipati Anom yang berbalik mendukung ayahnya pada bulan Oktober 1676. Tanpa diduga, Trunojoyo berhasil menyerbu ibukota Mataram, Plered. Amangkurat I terpaksa melarikan diri dari keratonnya dan berusaha menyingkir ke arah barat, akan tetapi kesehatannya mengalami kemunduran. Setelah terdesak ke Wonoyoso, ia akhirnya meninggal di Tegal dan dimakamkan di suatu tempat yang bernama Tegal Arum. Sesudahnya, Susuhunan Amangkurat I kemudian juga dikenal dengan julukan Sunan Tegal Arum. Adipati Anom dinobatkan menjadi Amangkurat II, dan Mataram secara resmi menandatangani persekutuan dengan VOC untuk melawan Trunojoyo. Persekutuan ini dikenal dengan nama Perjanjian Jepara (September 1677) yang isinya Sultan Amangkurat II Raja Mataram harus menyerahkan Pesisir Utara Jawa jika VOC membantu memenangkan terhadap pemberontakan Trunojoyo. Trunojoyo yang setelah kemenangannya bergelar Panembahan Maduretno, kemudian mendirikan pemerintahannya sendiri. Saat itu hampir seluruh wilayah pesisir Jawa sudah jatuh ke tangan Trunojoyo, meskipun wilayah pedalaman masih banyak yang setia kepada Mataram. VOC sendiri pernah mencoba menawarkan perdamaian, dan meminta Trunojoyo agar datang secara pribadi ke benteng VOC di Danareja. Trunojoyo menolak tawaran tersebut. Setelah usaha perdamaian tidak membawa hasil, VOC di bawah pimpinan Gubernur Jendral Cornelis Speelman akhirnya memusatkan kekuatannnya untuk menaklukkan perlawanan Trunojoyo. Di laut, VOC mengerahkan pasukan Bugis di bawah pimpinan Aru Palakka dari Bone untuk mendukung peperangan laut melawan pasukan Karaeng Galesong. VOC juga mengerahkan pasukan Maluku di bawah pimpinan Kapitan Jonker untuk melakukan serangan darat besar-besaran bersama pasukan Amangkurat II. Pada April 1677, Speelman bersama pasukan VOC berangkat untuk menyerang Surabaya dan berhasil menguasainya. Speelman yang memimpin pasukan gabungan berkekuatan sekitar 1.500 orang berhasil terus mendesak Trunojoyo. Benteng Trunojoyo sedikit demi sedikit dapat dikuasai oleh VOC. Akhirnya Trunojoyo dapat dikepung, dan menyerah di lereng Gunung Kelud pada tanggal 27 Desember 1679 kepada Kapitan Jonker. Trunojoyo kemudian diserahkan kepada Amangkurat II yang berada di Payak, Bantul. Pada 2 Januari 1680, Amangkurat II menghukum mati Trunojoyo. Dengan padamnya pemberontakan Trunojoyo, Amangkurat II memindah kraton Plered yang sudah ambruk ke Kartasura. Mataram berhutang biaya peperangan yang sedemikian besarnya kepada VOC, sehingga akhirnya kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa diserahkan sebagai bayarannya kepada VOC. Amangkurat II juga diangkat kembali oleh VOC sebagai penguasa di Madura, dan sejak saat itu VOC pun terlibat dalam penentuan suksesi dan kekuasaan di Madura.

Dengan demikian, akibat Amangkurat 1 mengadakan perjanjian dengan VOC di Mataram telah menyulut pemberontakan Trunojoyo.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Lengkapi tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:


Dengan demikian, latar belakang Perang Banjar adalah intervensi Belanda terhadap kehidupan internal Kesultanan Banjar.

0

Roboguru

Perlawanan Kaum Padri Masa perjuangan : Perjuangan melawan : Ringkasan perjuangan:

Pembahasan Soal:

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatra Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan. Perang Padri dimulai dengan munculnya pertentangan sekelompok ulama yang dijuluki sebagai Kaum Padri terhadap kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang disebut Kaum Adat di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Kebiasaan yang dimaksud seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Tidak adanya kesepakatan dari Kaum Adat yang padahal telah memeluk Islam untuk meninggalkan kebiasaan tersebut memicu kemarahan Kaum Padri, sehingga pecahlah peperangan pada tahun 1803. Perang Padri berlangsung dalam tiga fase, dan Belanda ikut campur dalam peperangan tersebut. Tuanku Imam Bonjol adalah pemimpin kaum padri yang sangat menyulitkan pihak Belanda dalam peperangan. Hingga pada akhirnya Tuanku Imam Bonjol dapat ditangkap dan benteng Bonjol dikuasai oleh Belanda pada tahun 1837, perang berakhir pada tahun 1838.undefined

Dengan demikian, perang padri adalah perang yang terjadi antara kaum padri melawan kaum adat dan Belanda , berlangsung dari tahun 1803-1838 terdiri dalam tiga tahap yaitu perang padri I, perang padri II, dan perang padri III. Perang dapat dipadamkan setelah tokoh pemimpin perang padri yaitu Tuanku Imam Bonjol ditangkap dan diasingkan, kemudian benteng pertahanan di Bonjol dikuasai Belanda pada tahun 1938. Dengan demikian berkahirlah perang padri.

2

Roboguru

Lengkapi tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, Perlawanan Rakyat Kalimantan meletus pada tahun 1859 yang disebabkan oleh intervensi Belanda terhadap urusan internal Kesultanan Banjar. 

0

Roboguru

Lengkapi tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, Perlawanan Rakyat Sulawesi meletus pada tahun 1667 dan dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Perlawanan tersebut dilatar belakangi oleh blokade VOC terhadap kapal-kapal Makassar yang berada di sekitar Pelabuhan Somba Opu.

0

Roboguru

Jelaskan apa makna dan pelajaran yang kita peroleh tentang perjanjian Bongaya di Sulawesi!

Pembahasan Soal:

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian antara Kerajaan Gowa (Makassar) dan VOC. Dengan lokasi yang strategis dan potensi alam yang melimpah, Kerajaan Gowa menjadi salah satu kekuatan maritim yang dominan. Perjanjian Bongaya ditandatangani oleh Sultan Hasanudin pada tanggal 18 November 1667 secara terpaksa untuk menghentikan atau mengurangi jumlah korban yang terus berjatuhan dalam perselisihan antara pihak kompeni dan Kerajaaan Gowa. Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga bersedia mengadakan Perjanjian Bongaya.undefined

Dengan demikian, makna dan pelajaran yang kita peroleh tentang perjanjian Bongaya adalah Kita hendaknya memikirkan secara matang setiap keputusan yang kita ambil, dampak baik dan buruknya terhadap diri kita dan orang lain. Terkadang kita dihadapkan pada pilihan yang berat dimana kedua pilihan tidak menguntungkan bagi pihak kita, namun kita harus mengambil keputusan yang memiliki risiko terkecil.undefined

1

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved