Sara K

30 Maret 2022 16:04

Iklan

Sara K

30 Maret 2022 16:04

Pertanyaan

WEKWEK karya Iwan Simatupang ADEGAN | SEKELOMPOK BEBEK MEMASUKI PANGGUNG Petruk: Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya sebatang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku. ADEGAN II BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG Bagong: Aku orang berada, apa-apa ada. Sawah berhektar-hektar, pohon berakarakar, rumah berkamar-kamar, itulah nyatanya. Kambing berekor-ekor, bebek bertelor-telor, perut buncit ada, mata melotot ada, pelayan ada, pokoknya serba ada. ADEGAN III GARENG DAN EMPAT KAWANNYA MEMASUKI PANGGUNG Gareng : Badannya langsing, matanya juling, otaknya bening. Itu saya! Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu, itu saya! Gugat menggugat, sikat menyikat, lidah bersilat, itu saya! Profesiku pokrol bambu, siapa yang tidak tahu, itu saya! ADEGAN IV Semar: Saya jadi lurah sejak awal sejarah, sudah lama kepingin berhenti tapi tak ada yang mau mengganti. Sudah bosan, jemu, capek, lelah. Otot kendor, mata kabur, mau mundur dengan teratur, mau ngaso di atas kasur. Saya kembung bukan karena busung, mata berair bukan karena banjir, tapi karena menjadi tong sampah. Serobotan tanah, pak lurah. Curi air sawah, pak lurah. Beras susah, pak lurah. Semua masalah, pak lurah, tapi kalau rejeki melimpah, pak lurah...tak usah...payah. ADEGAN V BAGONG DAN PENGAWALNYA MEMASUKI PANGGUNG Bagong: Zaman ini zaman edan, tidak ikut edan tidak kebagian. Di terminal calo berkuasa, dia tentukan penumpang naik apa. Di dunia film broker merajalela, dia tentukan sutradara bikin apa. Di sini, itu si Petruk sialan, datang merangkak meminta pekerjaan. Aku suruh menggembala bebek tiga puluh ekor, tiap minggu harus antar lima puluh ekor. Malah dia tentukan berapa harus setor. Sungguh-sungguh kurang telor. Sekali aku datang mengontrol, bebeknya hilang dua ekor. Waktu ditanya, dia menjawab “dimakan burung kondor". Di sini tak ada burung kondor. Dia datang melolong minta tolong, sudah ditolong, ee ... dia mencuri. Orang seperti ini harus dipukuli, sayangnya aku tak berani. Lagipula aku tidak mau mengotori tanganku dengan Pn Anunya yang kotor dan bau. Apakah karakter tokoh ini sesuai dengan teks di atas? Gareng adalah orang yang sombong dan cerdik

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

19

:

47

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Lilis

10 November 2023 10:36

Jawaban terverifikasi

<p>Jawab : Gareng adalah orang yang sombong dan cerdik.</p><p>&nbsp;</p><p>Penjelasan</p><p>&nbsp;</p><p>Menurut KBBI, penokohan adalah <strong>penciptaan citra tokoh dalam karya susastra. </strong>Sementara itu, tokoh adalah sosok yang memiliki karakter atau diberikan penokohan. Tokoh Gareng pada kutipan naskah drama di atas digambarkan sebagai sosok yang memiliki watak sombong. Kesombongannya tergambar pada kutipan berikut.</p><p>"Badannya langsing, matanya juling, otaknya bening.<strong> Itu saya!</strong>&nbsp;</p><p>Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu,<strong> itu saya</strong>!"<br>Ungkapan 'itu saya!' menunjukkan kesombongan Gareng. Sementara itu, Gareng juga sosok yang cerdik. Hal tersebut dikarenakan ungkapan "Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu...." yang menunjukkan dia cerdik dalam mengakali suatu perkara.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Gareng memiliki karakter yang sombong dan licik.</p>

Jawab : Gareng adalah orang yang sombong dan cerdik.

 

Penjelasan

 

Menurut KBBI, penokohan adalah penciptaan citra tokoh dalam karya susastra. Sementara itu, tokoh adalah sosok yang memiliki karakter atau diberikan penokohan. Tokoh Gareng pada kutipan naskah drama di atas digambarkan sebagai sosok yang memiliki watak sombong. Kesombongannya tergambar pada kutipan berikut.

"Badannya langsing, matanya juling, otaknya bening. Itu saya! 

Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu, itu saya!"
Ungkapan 'itu saya!' menunjukkan kesombongan Gareng. Sementara itu, Gareng juga sosok yang cerdik. Hal tersebut dikarenakan ungkapan "Tipu menipu, adu mengadu, ijazah palsu...." yang menunjukkan dia cerdik dalam mengakali suatu perkara.

 

Dengan demikian, Gareng memiliki karakter yang sombong dan licik.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

87

0.0

Jawaban terverifikasi