Selamat Datang, Padi Super
Masalah pangan selalu mendera manusia dari masa ke masa. Dalam sejarahnya, manusia selalu bergelut dengan persoalan ancaman kekurangan pangan. Di Asia, pergulatan itu terlihat dari upaya mereka untuk menghasilkan varietas padi unggul. Hal ini disebabkan padi merupakan makanan pokok penghuni benua itu.
Sebuah kabar gembira muncul pekan ini dari International Rice Research Institute dan Chinese Academy of Agricultural Science. Kedua lembaga ini mengumumkan bahwa dalam waktu dekat padi super (Green Super Rice) akan diperkenalkan kepada negara-negara Asia dan Afrika. Hasil riset ini ditunggu banyak kalangan karena berbagai masalah mengancam produksi pangan. Misalnya kekeringan yang ekstrem, banjir, dan kadar salinitas tinggi. Oleh karena itulah, negara-negara di benua Asia dan Afrika memegang *beban berat untuk menghasilkan varietas padi yang tahan terhadap masalah tersebut.
Riset padi super telah diselesaikan pada tahap pertama. Selanjutnya, riset ini akan masuk ke tahap kedua yang kemungkinan selesai tahun 2015. Riset yang menelan biaya delapan belas juta dolar AS ini dikabarkan akan menghasilkan varietas padi yang tahan terhadap hama. Selain itu, padi ini tidak membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Lebih meyakinkan lagi, para peneliti mengatakan benih padi ini akan tahan terhadap tekanan lingkungan yang ekstrem.
Untuk menghasilkan padi super, para. peneliti mengumpulkan benih unggul dari beberapa negara. Padi super sudah diuji di tiga kondisi lahan pertanian yang berbeda, yaitu lahan terserang banjir, kekeringan, dan berkadar garam tinggi. Kabar gembira ini tentu saja memberikan harapan baru bagi para petani. Apalagi, sudah lama keluhan mengenai varietas padi yang tidak tahan berbagai kondisi itu diungkapkan petani dari berbagai negara.
Namun, kita tentu tetap harus berhati-hati karena tidak setiap varietas padi baru otomatis bisa menghasilkan beras sesuai dengan hasil penelitian. Ada kondisi yang harus dipenuhi agar padi tersebut memberi hasil melimpah.
Penyempitan Iahan, kredit pertanian, dan juga infrastruktur pertanian yang rusak menjadi masalah tersendiri bagi Indonesia. Tanpa benih baru pun, sebenarnya produksi padi di Indonesia masih bisa meningkat jika masalah itu dibenahi. Benih padi super akan berhasil jika diikuti upaya super pula.
10. Tentukan struktur tesis pada teks eksposisi "Selamat Datang, Padi Super" tersebut.

1