Tiffanny T

28 Februari 2024 13:54

Iklan

Tiffanny T

28 Februari 2024 13:54

Pertanyaan

untuk membuat tempe, kamu dapat mengambil ragi tempe dari tempe yang sudah jadi. begitu juga dalam pembuatan yoghurt. apakah ragi roti dapat diambil dari roti yang sudah jadi? mengapa demikian?

untuk membuat tempe, kamu dapat mengambil ragi tempe dari tempe yang sudah jadi. begitu juga dalam pembuatan yoghurt. apakah ragi roti dapat diambil dari roti yang sudah jadi? mengapa demikian?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

14

:

03

:

03

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

29 Februari 2024 13:54

Jawaban terverifikasi

Fermentasi adalah proses biologis di mana mikroorganisme seperti ragi atau bakteri digunakan untuk mengubah suatu bahan menjadi bentuk yang diinginkan. Dalam konteks pembuatan tempe, ragi tempe yang sudah jadi digunakan untuk menginisiasi dan mengendalikan proses fermentasi pada kedelai. Namun, dalam pembuatan yoghurt, ragi roti tidak dapat diambil dari roti yang sudah jadi. Proses fermentasi pada roti melibatkan ragi, tetapi ragi tersebut cenderung dimatikan oleh garam (NaCl) yang digunakan dalam pembuatan roti. Selain itu, ragi pada roti juga mengalami perubahan selama proses tersebut, sehingga ragi yang ada pada roti tidak dapat diambil dan digunakan kembali dengan efektif. Fermentasi dalam pembuatan roti memang merupakan tahap kritis yang harus dijaga (Critical Control Point), dan garam adalah salah satu faktor kritis yang mematikan ragi untuk mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, ragi roti yang sudah mengalami proses fermentasi pada roti tidak cocok digunakan untuk pembuatan yoghurt karena tidak dapat memberikan hasil fermentasi yang diinginkan.


Iklan

Nanda R

Community

05 Maret 2024 03:19

Jawaban terverifikasi

<p>Tidak, umumnya ragi roti tidak dapat diambil dari roti yang sudah jadi. Hal ini karena proses pembuatan roti melibatkan pemanasan tinggi selama proses pemanggangan, yang membunuh atau menghancurkan ragi yang digunakan dalam pembuatannya.</p><p>Ragi roti biasanya ditambahkan ke adonan roti sebelum proses pemanggangan untuk memicu fermentasi, menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat roti mengembang. Jika ragi tersebut mati atau terhancur selama proses pemanggangan, tidak mungkin untuk mengambil ragi hidup dari roti yang sudah jadi.</p><p>Sebaliknya, dalam kasus tempe dan yoghurt, ragi yang digunakan masih hidup dan berkembang biak selama proses fermentasi, sehingga bisa diambil atau digunakan kembali untuk membuat produk baru.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Tidak, umumnya ragi roti tidak dapat diambil dari roti yang sudah jadi. Hal ini karena proses pembuatan roti melibatkan pemanasan tinggi selama proses pemanggangan, yang membunuh atau menghancurkan ragi yang digunakan dalam pembuatannya.

Ragi roti biasanya ditambahkan ke adonan roti sebelum proses pemanggangan untuk memicu fermentasi, menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat roti mengembang. Jika ragi tersebut mati atau terhancur selama proses pemanggangan, tidak mungkin untuk mengambil ragi hidup dari roti yang sudah jadi.

Sebaliknya, dalam kasus tempe dan yoghurt, ragi yang digunakan masih hidup dan berkembang biak selama proses fermentasi, sehingga bisa diambil atau digunakan kembali untuk membuat produk baru.

 

 

 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Apakah kalian tahu mengapa tumbuhan tidak selamanya mempunyai klorofil, mengapa? 2. Apa yang kamu ketahui tentang kloroplas, dan bagaimana dengan tumbuhan yang tidak mempunyai kloroplas?

7

5.0

Jawaban terverifikasi

Eno Bastian: "Selamat slang, Pak." Wakil Perusahaan: "Selamat siang, Mas. Mari, silakan duduk." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak." Wakil Perusahaan: "Sebenarnya, apa yang terjadi, Mas?" Eno Bastian: "Begini, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman buruh PT Sagara Food ingin menyampaikan beberapa hal kepada Bapak." Wakil Perusahaan: "Silakan Anda sampaikan." Eno Bastian: "Terima kasih, Pak. Saya sebagai wakil dari teman-teman ingin menanyakan gaji kami sekarang, Pak." Wakil Perusahaan: "Maksud Anda?" Eno Bastian: "Menurut ketetapan gubernur, upah minimal Kabupaten Sukamaju sekarang mencapai Rp2.513.000,00, sedangkan gaji kami sekarang masih Rp2.250.000,00." Wakil Perusahaan: "Maaf, Mas. Biaya produksi awal tahun ini sedang melonjak. Harga kebutuhan pokok makin mahal. Karena itu, perusahaan belum bisa memenuhi permintaan buruh." Eno Bastian: "Akan tetapi, kebutuhan pokok buruh sekarang juga mengalami kenaikan, Pak. Kalau memang pihak perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan kami, terpaksa kami akan melakukan mogok kerja." Wakil Perusahaan: "Tidak bisa begitu. Kita harus mencari jalan tengah dalam mengatasi masalah ini." Eno Bastian: "Kami mohon kebijaksanaan, Bapak." Wakil Perusahaan: "Begini saja. Nanti saya akan berbicara dengan direktur perusahaan. Saya akan menyampaikan permintaan tersebut. Akan tetapi, saya hanya mengusulkan kenaikan upah paling besar menjadi Rp2.350.000,00." Eno Bastian: "Tolonglah, Pak. Kalau bisa, naikkan lebih dari itu. Kami butuh upah standar untuk dapat hidup layak." Wakil Perusahaan: "Baiklah, akan saya usahakan. Sekarang Anda tenangkan teman-teman. Kembalilah bekerja seperti semula." Eno Bastian: "Baiklah, Pak. Terima kasih, Pak. Selamat siang." Wakil Perusahaan: "Selamat siang." Tentukan struktur dari teks negosiasi tersebut.

12

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi