Indah Z

07 September 2023 00:53

Iklan

Indah Z

07 September 2023 00:53

Pertanyaan

Unsur ekstrinsik cerita sejarah gempa dan tsunami Aceh

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

20

:

29

:

01

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

05 September 2024 23:13

Jawaban terverifikasi

<p>Unsur ekstrinsik adalah faktor-faktor yang berada di luar karya sastra itu sendiri tetapi memengaruhi penciptaan dan pemahaman karya tersebut. Dalam cerita sejarah gempa dan tsunami Aceh, unsur-unsur ekstrinsik yang dapat dianalisis adalah sebagai berikut:</p><p><strong>Latar Belakang Sosial</strong><br>Bencana gempa dan tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, dan mata pencaharian. Kejadian ini menciptakan trauma kolektif serta kebangkitan semangat gotong-royong dan solidaritas dalam masyarakat Aceh dan juga dari berbagai negara.</p><p><strong>Latar Belakang Budaya</strong><br>Aceh memiliki budaya yang kuat terkait dengan Islam, dan kepercayaan kepada Tuhan sangat berperan dalam bagaimana masyarakat memaknai bencana tersebut. Banyak masyarakat Aceh yang melihat bencana ini sebagai ujian dari Tuhan dan menghadapinya dengan kesabaran serta doa, yang menjadi refleksi budaya dan keyakinan mereka.</p><p><strong>Latar Belakang Agama</strong><br>Sebagai wilayah yang dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah," masyarakat Aceh sangat religius. Setelah bencana, banyak masyarakat Aceh yang memperkuat ikatan mereka dengan ajaran agama sebagai bentuk penyikapan terhadap tragedi tersebut. Unsur keagamaan ini banyak ditemukan dalam cerita-cerita sejarah tsunami Aceh, yang sering kali menggambarkan kekuatan iman di tengah musibah.</p><p><strong>Latar Belakang Politik</strong><br>Sebelum bencana tsunami, Aceh mengalami konflik politik yang berkepanjangan antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun, bencana tersebut menjadi titik balik untuk perdamaian antara kedua pihak. Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh membuka peluang untuk dialog damai, dan pada 2005 perjanjian damai Helsinki ditandatangani.</p><p><strong>Latar Belakang Ekonomi</strong><br>Bencana ini juga berdampak besar terhadap ekonomi lokal. Banyak infrastruktur dan sumber daya ekonomi yang hancur. Setelah bencana, upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan, dengan bantuan internasional yang masuk untuk memulihkan Aceh. Cerita sejarah tentang tsunami Aceh sering kali juga menggambarkan perjuangan masyarakat Aceh untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.</p><p><strong>Latar Belakang Psikologis</strong><br>Bencana tsunami meninggalkan trauma mendalam bagi para korban yang selamat. Banyak cerita sejarah yang menggambarkan bagaimana korban mengalami kesedihan, kehilangan, dan trauma, serta bagaimana mereka akhirnya dapat bangkit dan menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidup.</p><p>Unsur-unsur ekstrinsik ini sangat memengaruhi narasi dan cara bercerita tentang gempa dan tsunami Aceh, yang tidak hanya sebatas tragedi fisik tetapi juga menyangkut perubahan sosial, budaya, politik, dan psikologis masyarakat yang terdampak.</p>

Unsur ekstrinsik adalah faktor-faktor yang berada di luar karya sastra itu sendiri tetapi memengaruhi penciptaan dan pemahaman karya tersebut. Dalam cerita sejarah gempa dan tsunami Aceh, unsur-unsur ekstrinsik yang dapat dianalisis adalah sebagai berikut:

Latar Belakang Sosial
Bencana gempa dan tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga, dan mata pencaharian. Kejadian ini menciptakan trauma kolektif serta kebangkitan semangat gotong-royong dan solidaritas dalam masyarakat Aceh dan juga dari berbagai negara.

Latar Belakang Budaya
Aceh memiliki budaya yang kuat terkait dengan Islam, dan kepercayaan kepada Tuhan sangat berperan dalam bagaimana masyarakat memaknai bencana tersebut. Banyak masyarakat Aceh yang melihat bencana ini sebagai ujian dari Tuhan dan menghadapinya dengan kesabaran serta doa, yang menjadi refleksi budaya dan keyakinan mereka.

Latar Belakang Agama
Sebagai wilayah yang dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah," masyarakat Aceh sangat religius. Setelah bencana, banyak masyarakat Aceh yang memperkuat ikatan mereka dengan ajaran agama sebagai bentuk penyikapan terhadap tragedi tersebut. Unsur keagamaan ini banyak ditemukan dalam cerita-cerita sejarah tsunami Aceh, yang sering kali menggambarkan kekuatan iman di tengah musibah.

Latar Belakang Politik
Sebelum bencana tsunami, Aceh mengalami konflik politik yang berkepanjangan antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun, bencana tersebut menjadi titik balik untuk perdamaian antara kedua pihak. Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh membuka peluang untuk dialog damai, dan pada 2005 perjanjian damai Helsinki ditandatangani.

Latar Belakang Ekonomi
Bencana ini juga berdampak besar terhadap ekonomi lokal. Banyak infrastruktur dan sumber daya ekonomi yang hancur. Setelah bencana, upaya rekonstruksi besar-besaran dilakukan, dengan bantuan internasional yang masuk untuk memulihkan Aceh. Cerita sejarah tentang tsunami Aceh sering kali juga menggambarkan perjuangan masyarakat Aceh untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Latar Belakang Psikologis
Bencana tsunami meninggalkan trauma mendalam bagi para korban yang selamat. Banyak cerita sejarah yang menggambarkan bagaimana korban mengalami kesedihan, kehilangan, dan trauma, serta bagaimana mereka akhirnya dapat bangkit dan menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidup.

Unsur-unsur ekstrinsik ini sangat memengaruhi narasi dan cara bercerita tentang gempa dan tsunami Aceh, yang tidak hanya sebatas tragedi fisik tetapi juga menyangkut perubahan sosial, budaya, politik, dan psikologis masyarakat yang terdampak.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

88

0.0

Jawaban terverifikasi