Della A

12 April 2025 08:34

Iklan

Della A

12 April 2025 08:34

Pertanyaan

tuliskan bagaimana cara kerja mesin dialisis cuci darah?

tuliskan bagaimana cara kerja mesin dialisis cuci darah?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

13

:

20

Klaim

1

2


Iklan

Nazwa F

12 April 2025 08:53

<p>Cara kerja hemodialisis adalah dimulai dengan memasukkan jarum ke pembuluh darah pasien, guna menghubungkan aliran darah tubuh ke mesin pencuci darah. Kemudian, darah kotor akan disaring dalam mesin. Pada saat darah masuk di salah satu ujung penyaring, alat akan menyaring darah melewati banyak filter yang sangat tipis.</p>

Cara kerja hemodialisis adalah dimulai dengan memasukkan jarum ke pembuluh darah pasien, guna menghubungkan aliran darah tubuh ke mesin pencuci darah. Kemudian, darah kotor akan disaring dalam mesin. Pada saat darah masuk di salah satu ujung penyaring, alat akan menyaring darah melewati banyak filter yang sangat tipis.


Della A

12 April 2025 23:32

thanks a lott ka

Iklan

NAILA H

12 April 2025 13:59

<p><strong>Dialisis (cuci darah)</strong> adalah prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja secara normal, terutama dalam membuang limbah, kelebihan garam, dan cairan dari tubuh. Ada dua jenis utama dialisis: <strong>hemodialisis</strong> dan <strong>dialisis peritoneal</strong>. Berikut cara kerjanya:</p><p><strong>1. Hemodialisis (Cuci Darah di Mesin)</strong></p><p><strong>Cara Kerja:</strong></p><p><strong>Darah pasien dialirkan ke mesin dialisis</strong> melalui jarum dan selang yang terhubung ke pembuluh darah (biasanya melalui fistula atau kateter).</p><p>Di dalam mesin terdapat <strong>filter khusus bernama dialyzer</strong> yang berfungsi seperti ginjal buatan.</p><p>Filter ini memiliki dua bagian yang dipisahkan oleh membran semipermeabel:</p><p>Satu sisi untuk darah pasien</p><p>Satu sisi lagi untuk cairan dialisis (dialysate)</p><p><strong>Membran ini menyaring limbah (urea, kreatinin), kelebihan garam, dan cairan</strong> dari darah, lalu mengembalikan darah bersih ke tubuh pasien.</p><p>Proses ini berlangsung selama <strong>3–5 jam</strong>, biasanya <strong>3 kali seminggu</strong>.</p><p><strong>2. Dialisis Peritoneal</strong></p><p><strong>Cara Kerja:</strong></p><p>Menggunakan <strong>selaput peritoneum (lapisan tipis di rongga perut)</strong> sebagai filter alami.</p><p><strong>Cairan dialisis dimasukkan ke dalam rongga perut</strong> melalui kateter permanen.</p><p>Limbah dan kelebihan cairan dalam darah akan <strong>berdiffusi melalui pembuluh darah di peritoneum ke dalam cairan dialisis</strong>.</p><p>Setelah beberapa jam, cairan yang mengandung limbah dikeluarkan dan diganti dengan cairan baru.</p><p>Bisa dilakukan di rumah, dan biasanya dilakukan <strong>4 kali sehari (CAPD)</strong> atau semalam dengan mesin otomatis (APD).</p><p>&nbsp;</p>

Dialisis (cuci darah) adalah prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja secara normal, terutama dalam membuang limbah, kelebihan garam, dan cairan dari tubuh. Ada dua jenis utama dialisis: hemodialisis dan dialisis peritoneal. Berikut cara kerjanya:

1. Hemodialisis (Cuci Darah di Mesin)

Cara Kerja:

Darah pasien dialirkan ke mesin dialisis melalui jarum dan selang yang terhubung ke pembuluh darah (biasanya melalui fistula atau kateter).

Di dalam mesin terdapat filter khusus bernama dialyzer yang berfungsi seperti ginjal buatan.

Filter ini memiliki dua bagian yang dipisahkan oleh membran semipermeabel:

Satu sisi untuk darah pasien

Satu sisi lagi untuk cairan dialisis (dialysate)

Membran ini menyaring limbah (urea, kreatinin), kelebihan garam, dan cairan dari darah, lalu mengembalikan darah bersih ke tubuh pasien.

Proses ini berlangsung selama 3–5 jam, biasanya 3 kali seminggu.

2. Dialisis Peritoneal

Cara Kerja:

Menggunakan selaput peritoneum (lapisan tipis di rongga perut) sebagai filter alami.

Cairan dialisis dimasukkan ke dalam rongga perut melalui kateter permanen.

Limbah dan kelebihan cairan dalam darah akan berdiffusi melalui pembuluh darah di peritoneum ke dalam cairan dialisis.

Setelah beberapa jam, cairan yang mengandung limbah dikeluarkan dan diganti dengan cairan baru.

Bisa dilakukan di rumah, dan biasanya dilakukan 4 kali sehari (CAPD) atau semalam dengan mesin otomatis (APD).

 


Della A

12 April 2025 23:33

thanks a lott kaaaa

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tentukan translasi dari transformasi y= X² + 3X - 5 menjadi y = X² - X- 4

12

3.3

Jawaban terverifikasi