Toni K

16 Januari 2023 01:59

Iklan

Toni K

16 Januari 2023 01:59

Pertanyaan

Tuhanku, Wajah-Mu membayang di kota terbakar dan firman-Mu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal Anak menangis kehilangan bapa Tanah sepi kehilangan lelakinya Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia Apabila malam turun nanti Sempurnalah sudah warna dosa Dan mesiu kembali lagi bicara Waktu itu, Tuhanku, Perkenankan aku membunuh Perkenankan aku menusukkan sangkurku Malam dan wajahku Adalah satu warna Dosa dan nafasku Adalah satu warna Tak ada lagi pilihan kecuali menyadari biarpun bersama penyesalan larik larik puisi tersebut dibaca dengan nada a. putus asa b. khusyuk c. menderita d. pujian e. kagum

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

19

:

53

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Azizah

Mahasiswa/Alumni Politeknik LP3I Jakarta

26 Januari 2023 08:54

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya : a. putus asa</p><p>&nbsp;</p><p>Simak penjelasan berikut!</p><p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait.</p><p>&nbsp;</p><p>Unsur batin puisi masih dibagi menjadi 4 , yaitu:</p><p>- Rasa</p><p>- Tema</p><p>- Amanat</p><p>- Nada</p><p>&nbsp;</p><p>Puisi tersebut dibaca dengan nada putus asa, terlihat pada bait "Tak ada lagi pilihan, kecuali menyadari, biarpun bersama penyesalan". Penulis mengatakan tak ada lagi pilihan yang menandakan keputus asaannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, puisi tersebut dibaca dengan nada putus asa (a)</p><p>&nbsp;</p>

Jawabannya : a. putus asa

 

Simak penjelasan berikut!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait.

 

Unsur batin puisi masih dibagi menjadi 4 , yaitu:

- Rasa

- Tema

- Amanat

- Nada

 

Puisi tersebut dibaca dengan nada putus asa, terlihat pada bait "Tak ada lagi pilihan, kecuali menyadari, biarpun bersama penyesalan". Penulis mengatakan tak ada lagi pilihan yang menandakan keputus asaannya.

 

Jadi, puisi tersebut dibaca dengan nada putus asa (a)

 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

73

0.0

Jawaban terverifikasi