Safina N

Ditanya 6 hari yang lalu

Iklan

Safina N

Ditanya 6 hari yang lalu

Pertanyaan

tolong jawab

tolong jawab

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

30

:

29

Klaim

5

2


Iklan

Yusri H

Dijawab 6 hari yang lalu

<p>Langkah 1: Menganalisis perubahan dari B ke A.<br>Pada gambar A, sel terlihat membengkak dan membulat. Hal ini terjadi karena air masuk ke dalam sel.</p><ul><li>Penyebab: Sel berada dalam larutan hipotonik (konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih rendah daripada di dalam sel).</li><li>Proses: Air berpindah dari luar sel ke dalam sel melalui membran semipermeabel secara osmosis. Jika ini terus berlanjut, sel dapat pecah (hemolisis).</li></ul><p>Langkah 2: Menganalisis perubahan dari B ke C.<br>Pada gambar C, sel terlihat mengkerut (keriput). Hal ini terjadi karena air keluar dari dalam sel.</p><ul><li>Penyebab: Sel berada dalam larutan hipertonik (konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel).</li><li>Proses: Air berpindah dari dalam sel ke luar sel secara osmosis untuk menyeimbangkan konsentrasi. Fenomena mengkerutnya sel hewan ini disebut krenasi.</li></ul><p>Jawaban Pertanyaan 1:</p><ul><li>a. Mengapa terjadi perubahan bentuk dari B menjadi A?<br>Perubahan terjadi karena eritrosit berada di lingkungan yang bersifat hipotonik terhadap sitoplasma sel. Akibatnya, molekul air masuk ke dalam sel secara osmosis, menyebabkan volume sel meningkat dan sel membengkak.</li><li>b. Mengapa terjadi perubahan bentuk dari B menjadi C?<br>Perubahan terjadi karena eritrosit berada di lingkungan yang bersifat hipertonik terhadap sitoplasma sel. Akibatnya, molekul air keluar dari dalam sel secara osmosis, menyebabkan sel kehilangan cairan dan mengkerut (krenasi).</li></ul><p>Jawaban Pertanyaan 2</p><p>a. Tuliskan contoh senyawa dan kegunaannya.</p><ul><li>Plastida (Kloroplas): Mengandung Klorofil (pigmen hijau) yang digunakan untuk proses fotosintesis guna menghasilkan glukosa/energi.</li><li>Plastida (Kromoplas): Mengandung Karotenoid (pigmen warna) yang memberi warna pada buah/bunga untuk menarik polinator.</li><li>Vakuola: Mengandung Antosianin (pewarna alami), minyak atsiri (aroma), atau senyawa alkaloid (pertahanan diri/obat-obatan).</li></ul><p>b. Jelaskan cara memproduksi senyawa tersebut.<br>Senyawa-senyawa tersebut diproduksi melalui proses metabolisme sel:</p><ul><li>Klorofil &amp; Karotenoid: Disintesis melalui jalur biosintesis pigmen di dalam plastida dengan bantuan enzim spesifik dan energi cahaya.</li><li>Senyawa Vakuola (Metabolit Sekunder): Diproduksi di sitoplasma atau Retikulum Endoplasma, kemudian diangkut dan disimpan di dalam vakuola melalui transpor aktif.</li></ul><p>Ringkasan Solusi</p><ol><li>Perubahan B ke A adalah pembengkakan akibat larutan hipotonik, sedangkan B ke C adalah pengerutan (krenasi) akibat larutan hipertonik.</li><li>Tumbuhan memanfaatkan plastida untuk fotosintesis (klorofil) dan vakuola untuk menyimpan cadangan makanan atau zat metabolit sekunder yang bermanfaat bagi manusia (seperti obat atau pewarna).</li></ol>

Langkah 1: Menganalisis perubahan dari B ke A.
Pada gambar A, sel terlihat membengkak dan membulat. Hal ini terjadi karena air masuk ke dalam sel.

  • Penyebab: Sel berada dalam larutan hipotonik (konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih rendah daripada di dalam sel).
  • Proses: Air berpindah dari luar sel ke dalam sel melalui membran semipermeabel secara osmosis. Jika ini terus berlanjut, sel dapat pecah (hemolisis).

Langkah 2: Menganalisis perubahan dari B ke C.
Pada gambar C, sel terlihat mengkerut (keriput). Hal ini terjadi karena air keluar dari dalam sel.

  • Penyebab: Sel berada dalam larutan hipertonik (konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel).
  • Proses: Air berpindah dari dalam sel ke luar sel secara osmosis untuk menyeimbangkan konsentrasi. Fenomena mengkerutnya sel hewan ini disebut krenasi.

Jawaban Pertanyaan 1:

  • a. Mengapa terjadi perubahan bentuk dari B menjadi A?
    Perubahan terjadi karena eritrosit berada di lingkungan yang bersifat hipotonik terhadap sitoplasma sel. Akibatnya, molekul air masuk ke dalam sel secara osmosis, menyebabkan volume sel meningkat dan sel membengkak.
  • b. Mengapa terjadi perubahan bentuk dari B menjadi C?
    Perubahan terjadi karena eritrosit berada di lingkungan yang bersifat hipertonik terhadap sitoplasma sel. Akibatnya, molekul air keluar dari dalam sel secara osmosis, menyebabkan sel kehilangan cairan dan mengkerut (krenasi).

Jawaban Pertanyaan 2

a. Tuliskan contoh senyawa dan kegunaannya.

  • Plastida (Kloroplas): Mengandung Klorofil (pigmen hijau) yang digunakan untuk proses fotosintesis guna menghasilkan glukosa/energi.
  • Plastida (Kromoplas): Mengandung Karotenoid (pigmen warna) yang memberi warna pada buah/bunga untuk menarik polinator.
  • Vakuola: Mengandung Antosianin (pewarna alami), minyak atsiri (aroma), atau senyawa alkaloid (pertahanan diri/obat-obatan).

b. Jelaskan cara memproduksi senyawa tersebut.
Senyawa-senyawa tersebut diproduksi melalui proses metabolisme sel:

  • Klorofil & Karotenoid: Disintesis melalui jalur biosintesis pigmen di dalam plastida dengan bantuan enzim spesifik dan energi cahaya.
  • Senyawa Vakuola (Metabolit Sekunder): Diproduksi di sitoplasma atau Retikulum Endoplasma, kemudian diangkut dan disimpan di dalam vakuola melalui transpor aktif.

Ringkasan Solusi

  1. Perubahan B ke A adalah pembengkakan akibat larutan hipotonik, sedangkan B ke C adalah pengerutan (krenasi) akibat larutan hipertonik.
  2. Tumbuhan memanfaatkan plastida untuk fotosintesis (klorofil) dan vakuola untuk menyimpan cadangan makanan atau zat metabolit sekunder yang bermanfaat bagi manusia (seperti obat atau pewarna).

Iklan

Dyma N

Dijawab 5 hari yang lalu

<p>A. bentuk d menunjukan sel dalam keadaan normal yang kemudian berubah menjadi bentuk a dimana larutan hipotonik (larutan berkonsentrasi rendah) masuk ke dalam sel dan membuatnya berada dalam kondisi turgid</p><p>B. Bentuk b berubah menjadi bentuk c menunjukan adanya air yang keluar dari dalam sel melalui proses osmosis menuju cairan hipertonik ( cairan berkonsentrasi tinggi) yang membuatnya berada dalam kondisi lisis atau pecah</p>

A. bentuk d menunjukan sel dalam keadaan normal yang kemudian berubah menjadi bentuk a dimana larutan hipotonik (larutan berkonsentrasi rendah) masuk ke dalam sel dan membuatnya berada dalam kondisi turgid

B. Bentuk b berubah menjadi bentuk c menunjukan adanya air yang keluar dari dalam sel melalui proses osmosis menuju cairan hipertonik ( cairan berkonsentrasi tinggi) yang membuatnya berada dalam kondisi lisis atau pecah


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tentukan translasi dari transformasi y= X² + 3X - 5 menjadi y = X² - X- 4

323

5.0

Jawaban terverifikasi