Airin S
11 November 2023 11:02
Iklan
Airin S
11 November 2023 11:02
Pertanyaan
Tolong dong yang bisa bantu....

2
1
Iklan
Anonim
07 Desember 2023 11:11
1. Kutipan hikayat tersebut menceritakan tentang perasaan sang raja yang tidak bisa tidur dan merenungkan kesalahannya terhadap Baidaba, seorang filsuf yang dipenjarakan karena memberikan jawaban yang tidak disukai oleh sang raja. Sang raja menyadari bahwa ia telah berbuat buruk dan melanggar kewajiban sebagai seorang raja yang bijaksana.
2. Pesan yang disampaikan dalam kutipan hikayat tersebut adalah bahwa seorang raja harus memiliki sifat-sifat yang baik dan tidak mudah terbawa emosi. Seorang raja harus menghargai ilmu pengetahuan dan orang-orang yang berilmu. Seorang raja juga harus mampu mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
3. Nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah sebagai berikut:
- Nilai kejujuran: Sang raja jujur kepada dirinya sendiri dan mengakui kesalahannya terhadap Baidaba.
- Nilai keadilan: Sang raja menyadari bahwa ia tidak adil kepada Baidaba dan ingin menghentikan siksaannya.
- Nilai kebijaksanaan: Sang raja belajar dari kesalahannya dan berusaha untuk tidak marah, bakhil, bohong, atau keras kepala lagi.
- Nilai keilmuan: Sang raja tertarik dengan ilmu perbintangan dan menghormati Baidaba sebagai seorang filsuf.
4. Kata-kata arkais yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah sebagai berikut:
- Pertala Dewa: nama gelar raja
- menitahkan: memerintahkan
- sekaliannya: semuanya
- bekerjakan: mengurus
- anakanda: putra
- memalu: memukul
- berjaga-jaga: berpesta
- Peri Dewa: nama gelar putri
- dihiasi: dihias
- diarak: dibawa
- hulubalang: panglima
- keinderaan: kerajaan
- baginda: raja
- ayahanda: ayah
- bunda: ibu
5. Cerpen dari kutipan hikayat tersebut adalah sebagai berikut:
Perkawinan Kerajaan
Raja Pertala Dewa telah memutuskan untuk menikahkan putranya, Sang Peri Dewa, dengan putri dari kerajaan tetangga. Ia memerintahkan para menterinya untuk mengurus segala persiapan pernikahan tersebut. Selama tujuh hari tujuh malam, istana menjadi ramai dengan suara musik dan tarian. Rakyat pun ikut bergembira dan berdoa untuk kebahagiaan pasangan muda itu.
Pada hari yang ditentukan, Sang Peri Dewa dan putrinya dipakaikan pakaian kerajaan yang indah-indah. Mereka tampak seperti dewa dan dewi yang turun dari langit. Mereka dibawa berkeliling kota dengan kereta yang megah, diiringi oleh para pengawal dan pengiring. Rakyat bersorak-sorai menyambut mereka dengan bunga dan tepuk tangan. Setelah tujuh kali berkeliling, mereka kembali ke istana.
Di sana, Raja Pertala Dewa menyelenggarakan jamuan makan untuk para tamu undangan, termasuk para menteri, panglima, dan tokoh-tokoh penting. Suasana penuh dengan keceriaan dan kehangatan. Setelah jamuan selesai, Raja Pertala Dewa bersiap untuk kembali ke kerajaannya. Ia memeluk dan mencium putra dan menantunya dengan sayang. Ia memberikan restu dan nasihat kepada mereka. Ia berharap mereka dapat hidup bahagia dan memimpin kerajaan dengan bijaksana. Ia pun berpamitan dan berangkat dengan hati yang lega dan senang.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!