Nadhira S

02 Maret 2026 07:42

Iklan

Nadhira S

02 Maret 2026 07:42

Pertanyaan

Tolong bantu jawab dong ๐Ÿ™

Tolong bantu jawab dong ๐Ÿ™

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

13

:

49

:

41

Klaim

1

1


Iklan

Nobila S

Dijawab 7 hari yang lalu

<p>1.Pada abad pertengahan, rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat berharga di Eropa, bahkan setara dengan emas.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Semboyan ini muncul bersamaan dengan berkembangnya paham merkantilisme, yang mengukur kejayaan suatu negara dari banyaknya harta (emas) yang dimiliki.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Motivasi ini mendorong bangsa Barat untuk mencari sumber daya alam dan menguasai jalur perdagangan di dunia Timur, termasuk Indonesia, demi keuntungan besar dan memperkaya negara mereka.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Awalnya datang sebagai pedagang, namun lambat laun berubah menjadi upaya penguasaan dan penjajahan untuk memeras kekayaan alam.&nbsp;</li><li>2.<strong>Untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate yang sudah lebih dahulu bersekutu dengan bangsa Portugis.</strong>&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Tidore menyambut baik kedatangan Spanyol karena saat itu Kesultanan Tidore sedang bersaing ketat dengan Kesultanan Ternate dalam memperebutkan hegemoni di Maluku. Ternate telah menjalin persekutuan dengan Portugis, sehingga Tidore membutuhkan sekutu asing untuk mengimbangi kekuatan saingannya tersebut.&nbsp;</p><p>3.<strong>Tujuan utama pelayaran Hongi adalah untuk mengawasi dan menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah VOC di Kepulauan Maluku</strong>.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Pelayaran ini dilakukan dengan perahu kora-kora yang bersenjata lengkap untuk memastikan petani tidak menjual hasil rempah-rempah mereka, seperti cengkih dan pala, kepada pedagang lain. Selain itu, pelayaran Hongi juga bertujuan untuk:&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Mencegah penyelundupan hasil bumi ke pihak lain.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Menjaga harga rempah-rempah tetap tinggi di pasar Eropa dengan memusnahkan tanaman yang berlebihan (hak ekstirpasi).&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Menangkap pedagang asing atau pribumi yang melanggar aturan monopoli.&nbsp;</li><li>4.<strong>Bentuk kerja rodi yang paling terkenal pada masa pemerintahan Daendels adalah pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan</strong>.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Pekerjaan paksa (kerja rodi) pada masa Daendels bertujuan untuk membangun infrastruktur pertahanan dan ekonomi. Bentuk-bentuk kerja rodi yang diterapkan meliputi:&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer hingga Panarukan yang membentang lebih dari 1.000 km.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Pembangunan benteng-benteng pertahanan dan fasilitas militer lainnya, seperti di Batavia (Weltevreden, Meester Cornelis, Ancol).&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Kerja di perkebunan pemerintah dan kerja paksa penebangan kayu (kerja blandong).&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><ul><li>Mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi (Prianger Stelsel), yang merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja dan hasil bumi.&nbsp;</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Proyek-proyek ini menyebabkan penderitaan luar biasa dan ribuan korban jiwa di kalangan rakyat pribumi.&nbsp;</p><p>5.<strong>Jepang membutuhkan sumber daya alam Indonesia, terutama minyak bumi, untuk mendukung keperluan industri dan upaya perang mereka dalam Perang Dunia II</strong>.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Jepang adalah negara industri maju yang membutuhkan cadangan logistik dan bahan mentah seperti minyak bumi, timah, dan aluminium untuk memperkuat kekuatan militernya dalam menghadapi Sekutu di Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik. Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam, khususnya minyak di Tarakan dan Palembang, menjadi target strategis bagi Jepang. Selain itu, Jepang juga melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk produk-produk industri mereka.&nbsp;</p>

1.Pada abad pertengahan, rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat berharga di Eropa, bahkan setara dengan emas. 

 

  • Semboyan ini muncul bersamaan dengan berkembangnya paham merkantilisme, yang mengukur kejayaan suatu negara dari banyaknya harta (emas) yang dimiliki. 

 

  • Motivasi ini mendorong bangsa Barat untuk mencari sumber daya alam dan menguasai jalur perdagangan di dunia Timur, termasuk Indonesia, demi keuntungan besar dan memperkaya negara mereka. 

 

  • Awalnya datang sebagai pedagang, namun lambat laun berubah menjadi upaya penguasaan dan penjajahan untuk memeras kekayaan alam. 
  • 2.Untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate yang sudah lebih dahulu bersekutu dengan bangsa Portugis. 

 

Tidore menyambut baik kedatangan Spanyol karena saat itu Kesultanan Tidore sedang bersaing ketat dengan Kesultanan Ternate dalam memperebutkan hegemoni di Maluku. Ternate telah menjalin persekutuan dengan Portugis, sehingga Tidore membutuhkan sekutu asing untuk mengimbangi kekuatan saingannya tersebut. 

3.Tujuan utama pelayaran Hongi adalah untuk mengawasi dan menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah VOC di Kepulauan Maluku

 

Pelayaran ini dilakukan dengan perahu kora-kora yang bersenjata lengkap untuk memastikan petani tidak menjual hasil rempah-rempah mereka, seperti cengkih dan pala, kepada pedagang lain. Selain itu, pelayaran Hongi juga bertujuan untuk: 

 

  • Mencegah penyelundupan hasil bumi ke pihak lain. 

 

  • Menjaga harga rempah-rempah tetap tinggi di pasar Eropa dengan memusnahkan tanaman yang berlebihan (hak ekstirpasi). 

 

  • Menangkap pedagang asing atau pribumi yang melanggar aturan monopoli. 
  • 4.Bentuk kerja rodi yang paling terkenal pada masa pemerintahan Daendels adalah pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan

 

Pekerjaan paksa (kerja rodi) pada masa Daendels bertujuan untuk membangun infrastruktur pertahanan dan ekonomi. Bentuk-bentuk kerja rodi yang diterapkan meliputi: 

 

  • Pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer hingga Panarukan yang membentang lebih dari 1.000 km. 

 

  • Pembangunan benteng-benteng pertahanan dan fasilitas militer lainnya, seperti di Batavia (Weltevreden, Meester Cornelis, Ancol). 

 

  • Kerja di perkebunan pemerintah dan kerja paksa penebangan kayu (kerja blandong). 

 

  • Mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi (Prianger Stelsel), yang merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja dan hasil bumi. 

 

Proyek-proyek ini menyebabkan penderitaan luar biasa dan ribuan korban jiwa di kalangan rakyat pribumi. 

5.Jepang membutuhkan sumber daya alam Indonesia, terutama minyak bumi, untuk mendukung keperluan industri dan upaya perang mereka dalam Perang Dunia II

 

Jepang adalah negara industri maju yang membutuhkan cadangan logistik dan bahan mentah seperti minyak bumi, timah, dan aluminium untuk memperkuat kekuatan militernya dalam menghadapi Sekutu di Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik. Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam, khususnya minyak di Tarakan dan Palembang, menjadi target strategis bagi Jepang. Selain itu, Jepang juga melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk produk-produk industri mereka. 


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tolong caranya kaka๐Ÿ™๐Ÿป

18

1.0

Jawaban terverifikasi