Juliana I

23 Desember 2021 06:09

Iklan

Juliana I

23 Desember 2021 06:09

Pertanyaan

Ternyata ada satu berita tambahan, yang menggeser berita lainnya, judul berita itu dibuat lebih besar dari huruf lainnya, Ir. Sukarno Ditangkap! "Ia ditangkap lagi?” aku bergumam sambil terus membaca. Masih kuingat beberapa tahun lalu saat Ir. Sukarno ditangkap. Dia sempat dipenjara di Sukamiskin, dan kemudian membacakan pleidoinya yang terkenal, Indonesia Menggugat. "Kata Tuan, kali ini Ir. Sukarno akan dibuang ke Flores," tambah Syukur Urip. Sumber: Yudhi Herwibowo, Sang Penggesek Biola: Sebuah Roman Wage Rudolf Supratman, Tangerang Selatan, Imania, 2018. Sudut pandang dalam kutipan novel tersebut adalah orang pertama sebagai...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

28

:

34

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mulia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

25 Desember 2021 07:05

Jawaban terverifikasi

Hai, Juliana I :) Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab ya. Sudut pandang dalam kutipan novel tersebut adalah orang pertama sebagai orang pertama tunggal. Berikut ini penjelasannya: Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif dan biasanya ditulis dalam bentuk cerita. Novel dibangun atas unsur intrinsik, salah satunya adalah sudut pandang. Unsur intrinsik dalam novel, di antaranya: (1) Tema: ide cerita yang dikembangan di dalam teks. (2) Tokoh: pemeran atau orang yang terlibat di dalam cerita. (3) Penokohan: karakter yang dilakoni oleh tokoh cerita. (4) Alur: jalan cerita yang mengurutkan rangkaian peristiwa di dalam cerita. (5) Latar: tempat, waktu, suasana cerita. (6) Amanat: pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca. (7) Sudut pandang: cara atau pandangan yang digunakan pengarang untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Jenis-jenis sudut pandang: 1. Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal: pada sudut pandang orang pertama tunggal, penulis sebagai pelaku sekaligus narator yang menggunakan kata ganti “aku”, “saya”, atau “gue”. 2. Sudut Pandang Orang Pertama Jamak: menggunakan kata ganti “kami” atau “kita”. 3. Sudut Pandang Orang Kedua: menggunakan kata ganti “kamu” dan menggambarkan apa yang dilakukan “kamu” atau “kau” atau “anda”. 4. Sudut Pandang Orang Ketiga Tunggal: Penulis ada di luar cerita tak terlibat dalam cerita dan juga menampilkan para tokoh dengan menyebut namanya atau kata ganti “dia”. 5. Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak: Penulis menuturkan cerita berdasarkan persepsi atau kacamata kolektif. Penulis akan menyebut para tokohnya dengan menggunakan kata ganti orang ketiga jamak; “mereka”. 6. Sudut Pandang Campuran: Penulis dalam karyanya menempatkan dirinya bergantian dari satu tokoh ke tokoh lainnya dengan sudut pandang yang berbeda-beda. “aku”, “kamu”, “kami”, “mereka”, dan atau “dia”. Berdasarkan penjelasan di atas, kutipan novel sejarah yang ada di soal menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal yang ditunjukkan adanya penggunaan kata ganti orang pertama 'aku'. Hal ini dibuktikan dalam kutipan teks “aku bergumam sambil terus membaca.” Dengan demikian, sudut pandang dalam kutipan novel tersebut adalah orang pertama sebagai orang pertama tunggal. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

54

0.0

Jawaban terverifikasi