Hekin H

24 Agustus 2021 12:20

Iklan

Hekin H

24 Agustus 2021 12:20

Pertanyaan

Tentukan pada teks 1. Struktur 2. Verba mental & verba relasional 3. Adverbia 4. Modalitas 5. Konjungsi KONSTITUSI mengamanatkan agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kemakmuran rakyat harus menjadi tujuan utama dalam penetapan APBN sebab APBN hakikatnya ialah instrumen fiskal yang dipakai negara untuk merealisasikan cita-cita kemerdekaan. Cita-cita yang dimaksud ialah menciptakan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Dalam perspektif itulah, publik hendaknya mengawasi secara ketat pembahasan Rancangan APBN 2018 yang sudah diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR. Pengawasan publik sangat penting karena menyangkut volume RAPBN yang sangat besar, mencapai Rp2.204 triliun. Saking besarnya, nilai dana itu masih lebih banyak jika dibandingkan dengan gabungan anggaran pemerintah Malaysia dan Thailand. Partisipasi publik untuk ikut mengawasi hanya bisa dilakukan jika pembahasan RAPBN oleh pemerintah dan DPR dilakukan secara transparan. Pembahasan secara transparan sangat penting untuk menghindari penyelundupan kepentingan, misalnya diloloskan penataan kawasan parlemen yang sudah disepakati dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN 2018 sebesar Rp5,7 triliun. Penataan itu tidak ada korelasinya dengan kemakmuran rakyat. Pembahasan RAPBN yang akan memakan waktu sekitar dua bulan ke depan itu mestinya dilakukan secara bertanggung jawab. Disebut bertanggung jawab apabila orientasi anggaran diarahkan guna mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan rakyat dari kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan. Harus tegas dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengentasan rakyat dari kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan hanya bisa dicapai jika infrastruktur tetap menjadi fokus RAPBN 2018. Apresiasi patut diberikan karena alokasi pembiayaan infrastruktur dalam RAPBN 2018 sebesar Rp409 triliun. Angka itu tidak terpaut jauh dari anggaran pendidikan yang diperintahkan konstitusi minimal 20% dari APBN atau sebesar Rp440 triliun. Pembangunan infrastruktur tidak semata-mata bertujuan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur mestinya menjadi lokomotif yang menggerakkan roda perekonomian sampai ke desa-desa dan pada saatnya menjadi pemantik pertumbuhan berkeadilan. Pertumbuhan berkeadilan tidak semata-mata dibebankan pada APBN. Pemerintah daerah juga perlu diajak untuk mengambil bagian dalam mewujudkan masyarakat makmur berkeadilan. Karena itu, alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mestinya jauh lebih besar dipakai untuk belanja pembangunan daripada belanja pegawai. Jangan pula kepala daerah lebih gemar menimbun uang di bank daripada dibelanjakan untuk infrastruktur. Jika APBN dan APBD bersinergi untuk belanja pembangunan, niscaya roda perekonomian berdenyut sampai ke pelosok negeri. Swasta juga perlu didorong untuk bersama-sama membangun negeri ini guna mempercepat pertumbuhan berkeadilan. Perlu ada kemauan politik yang kuat dan tindakan nyata agar APBN dipakai sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pembahasan RAPBN 2018 hendaknya menjadi pintu masuk sekaligus momentum untuk mengubah paradigma anggaran yang selama ini cenderung konsumtif menjadi produktif dengan infrastruktur tetap menjadi prioritas.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

19

:

28

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

26 Agustus 2021 09:10

Jawaban terverifikasi

elas: 12 Topik: Teks Editorial Hai Hekin. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Teks editorial adalah sebuah teks yang menyajikan pendapat, pandangan, reaksi oleh redaktur media mengenai suatu isu aktual atau peristiwa yang masih hangat di tengah masyarakat. Ciri-ciri teks editorial, yakni faktual, aktual, sistematis, argumentatif, logis, singkat, padat, dan subjektif. Struktur teks editorial terdiri atas (1) tesis: berisi pernyataan awal berupa sudut pandang penulis terhadap masalah aktual yang dibahas; (2) argumentasi: bagian yang menguraikan alasan pada bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis; (3) pernyataan ulang: berupa penegasan kembali dari tesis dan fakta-fakta pada bagian argumentasi. Kaidah kebahasaan teks editorial adalah (1) adverbia frekuentatif yang memuat keterangan berdasarkan kekerapan, seperti selalu, biasanya, sering, kadang-kadang; (2) konjungsi, seperti bahkan, sehingga, tetapi; (3) verba material, yaitu kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau tindakan, seperti menulis, memasak; (4) verba relasional, yaitu kata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas, seperti terhadap; dan (5) verba mental, yakni kata kerja yang menunjukkan sikap terhadap suatu tindakan, seperti merasa, khawatir, prihatin, dan sebagainya. Dengan demikian, berikut adalah struktur dan unsur kebahasaan yang ada pada teks di atas. A. Struktur 1. Tesis: Konstitusi mengamanatkan agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kemakmuran rakyat harus menjadi tujuan utama dalam penetapan APBN sebab APBN hakikatnya ialah instrumen fiskal yang dipakai negara untuk merealisasikan cita-cita kemerdekaan. 2. Argumentasi: Dalam perspektif itulah, publik hendaknya mengawasi secara ketat pembahasan Rancangan APBN 2018 yang sudah diajukan Presiden Joko Widodo kepada DPR. Pengawasan publik sangat penting karena menyangkut volume RAPBN yang sangat besar, mencapai Rp2.204 triliun. 3. Pernyataan ulang: Karena itu, alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mestinya jauh lebih besar dipakai untuk belanja pembangunan daripada belanja pegawai. Jangan pula kepala daerah lebih gemar menimbun uang di bank daripada dibelanjakan untuk infrastruktur. Jika APBN dan APBD bersinergi untuk belanja pembangunan, niscaya roda perekonomian berdenyut sampai ke pelosok negeri. B. Unsur Kebahasaan 1. Verba mental: mengamanatkan, bertanggung jawab, dibebankan. 2. Verba relasional: mendukung 3. Adverbia: sekitar, lebih. 4. Modalitas: harus, hendaknya. 5. Konjungsi: jika, apabila.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

75

0.0

Jawaban terverifikasi