Chena R

09 Juli 2024 05:47

Iklan

Chena R

09 Juli 2024 05:47

Pertanyaan

Tekanan uap jenuh air adalah tekanan yang dihasilkan dari uap jenuh air pada permukaannya. Apabila ke dalam air ditambahkan zat terlarut nonvolatil maka ....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

23

:

38

:

23

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

11 Juli 2024 03:25

Jawaban terverifikasi

Penjelasan Lengkap tentang Penurunan Tekanan Uap Jenuh Larutan Tekanan uap jenuh air adalah tekanan yang dihasilkan dari uap jenuh air pada permukaannya. Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan dinamis dengan cairannya. Pada suhu tertentu, tekanan uap jenuh air memiliki nilai yang konstan. Apabila ke dalam air ditambahkan zat terlarut nonvolatil, maka tekanan uap jenuh larutan akan menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: * Zat terlarut nonvolatil akan menempati ruang pada permukaan air, sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah molekul air yang dapat menguap. * Zat terlarut nonvolatil akan mengikat beberapa molekul air melalui gaya antarmolekul, sehingga menyebabkan molekul air tersebut lebih sulit untuk menguap. Penurunan tekanan uap jenuh larutan dapat dihitung dengan menggunakan hukum Raoult. Hukum Raoult menyatakan bahwa tekanan uap parsial dari setiap komponen dalam larutan ideal berbanding lurus dengan fraksi mol komponen tersebut. Rumus hukum Raoult: P_i = X_i * P_i^o Keterangan: * P_i adalah tekanan uap parsial komponen i dalam larutan * X_i adalah fraksi mol komponen i dalam larutan * P_i^o adalah tekanan uap jenuh komponen i murni Contoh: Sebuah larutan yang mengandung 1 mol NaCl dalam 1 mol air memiliki fraksi mol NaCl sebesar 0,5. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu tertentu adalah 100 mmHg. Tekanan uap parsial NaCl dalam larutan dapat dihitung dengan menggunakan rumus hukum Raoult: P_NaCl = 0,5 * 100 mmHg = 50 mmHg Tekanan uap jenuh larutan dapat dihitung dengan menjumlahkan tekanan uap parsial dari setiap komponen dalam larutan: P_larutan = P_air + P_NaCl = 50 mmHg + 50 mmHg = 100 mmHg Dapat dilihat bahwa tekanan uap jenuh larutan sama dengan tekanan uap jenuh air murni. Hal ini disebabkan oleh NaCl adalah zat nonvolatil, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap tekanan uap jenuh larutan. Penurunan tekanan uap jenuh larutan memiliki beberapa konsekuensi, yaitu: * Kenaikan titik didih larutan. Titik didih larutan adalah suhu di mana tekanan uap jenuh larutan sama dengan tekanan atmosfer. Karena tekanan uap jenuh larutan lebih rendah daripada tekanan uap jenuh air murni, maka diperlukan suhu yang lebih tinggi untuk mencapai tekanan uap jenuh yang sama. * Penurunan titik beku larutan. Titik beku larutan adalah suhu di mana larutan mulai membeku. Penurunan tekanan uap jenuh larutan menyebabkan larutan menjadi lebih sulit untuk membeku. * Kenaikan tekanan osmotik larutan. Tekanan osmotik adalah perbedaan tekanan antara dua larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Tekanan osmotik larutan berbanding lurus dengan fraksi mol zat terlarut nonvolatil dalam larutan. Kesimpulannya, penambahan zat terlarut nonvolatil ke dalam air akan menyebabkan penurunan tekanan uap jenuh larutan. Penurunan ini memiliki beberapa konsekuensi, yaitu kenaikan titik didih larutan, penurunan titik beku larutan, dan kenaikan tekanan osmotik larutan.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

jarak rumah hasan ke madrasah pada peta 4cm, skala yang di gunakan dalam peta tersebut adalah 1:5000 maka, jarak yang sebenarnya dari rumah hasan ke madrasah adalahh

6

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi